AntaraNews24.com – Produksi vape etomidate di Jakarta Selatan berhasil di bongkar Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Polisi menemukan aktivitas tersebut berlangsung di sebuah kamar kos yang di duga sengaja di gunakan sebagai tempat meracik dan mengemas cairan etomidate ke dalam cartridge vape.
Pengungkapan kasus berlangsung pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga orang berinisial FS, RFS, dan HSS. Ketiganya kini telah berstatus sebagai tersangka.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan, penyelidikan bermula dari informasi masyarakat. Polisi menerima laporan mengenai dugaan aktivitas pembuatan vape berisi cairan narkotika di kawasan Jakarta Selatan.
Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi Tim 1 Narkotika Subdit III Dittipidnarkoba untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Petugas menelusuri lokasi dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.
Polisi Temukan Aktivitas Produksi Vape Etomidate
Setelah melakukan penyelidikan, tim mendatangi sebuah kamar kos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Polisi menduga tempat tersebut di gunakan untuk memproduksi vape yang mengandung etomidate.
Ketika memasuki lokasi, petugas menemukan FS yang di duga sedang melakukan proses produksi. Polisi kemudian mengamankan FS dan memeriksa berbagai barang yang berada di dalam kamar tersebut.
Penangkapan FS tidak menghentikan penyelidikan. Petugas kemudian mengembangkan informasi yang mereka peroleh untuk mencari pihak lain yang di duga mempunyai hubungan dengan aktivitas tersebut.
Dari pengembangan itu, polisi menangkap RFS dan HSS. Dengan demikian, total tiga orang di amankan dan kemudian di tetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka, polisi menjalankan tes urine. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, FS dan RFS di ketahui positif mengonsumsi sabu.
Ratusan Cartridge Diamankan sebagai Barang Bukti
Petugas turut menyita sejumlah barang yang di duga berkaitan dengan produksi vape etomidate. Barang bukti tersebut memperkuat dugaan bahwa kamar kos di gunakan sebagai tempat meracik hingga mengemas produk.
Polisi menemukan empat botol kaca yang berisi cairan etomidate. Selain itu, petugas mengamankan 23 kemasan bermerek Gucci yang berisi cartridge etomidate serta 10 kemasan lain yang juga mengandung zat tersebut.
Temuan lainnya berupa 141 cartridge yang di duga telah berisi etomidate dan tersimpan dalam tray. Seluruh barang tersebut kemudian di amankan untuk kepentingan pemeriksaan dan pengembangan perkara.
Banyaknya cartridge yang di temukan menjadi salah satu fokus penyidik. Polisi masih menelusuri jaringan yang terlibat, termasuk pihak yang memasok bahan serta kemungkinan jalur distribusi produk tersebut.

Foto: Barang bukti vape etomidate di temukan dalam kamar kos di Kemang
Tawaran Pekerjaan Disebut Berawal dari Media Sosial
Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, keterlibatan para tersangka di duga bermula dari komunikasi melalui media sosial. Polisi menyebut FS mendapat tawaran pekerjaan dari RFS melalui Facebook Messenger.
Komunikasi tersebut kemudian berlanjut menggunakan WhatsApp. RFS di duga menawarkan pekerjaan kepada FS untuk meracik sekaligus memasukkan cairan etomidate ke dalam cartridge vape.
Menurut keterangan Brigjen Eko Hadi Santoso, pekerjaan tersebut di sertai tawaran bayaran dalam jumlah besar. FS di sebut mendapat janji upah sekitar Rp30 juta per minggu. Selain itu, terdapat tawaran uang makan sebesar Rp2 juta per hari.
Polisi kini mendalami komunikasi tersebut untuk mengetahui siapa saja yang terlibat. Penelusuran juga penting untuk mengidentifikasi pihak yang di duga menjadi pengendali maupun pemasok dalam jaringan tersebut.
Polisi Masih Memburu Anggota Jaringan Lain
Bareskrim Polri telah menetapkan FS, RFS, dan HSS sebagai tersangka. Namun, penyidikan tidak berhenti pada ketiga orang tersebut.
Penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. Polisi juga menelusuri asal cairan etomidate serta jaringan yang berkaitan dengan proses produksi dan peredarannya.
Pengungkapan produksi vape etomidate di kamar kos Jakarta Selatan tersebut sekaligus menunjukkan modus peredaran zat terlarang yang terus berkembang. Penggunaan cartridge vape dapat menjadi salah satu cara untuk menyamarkan kandungan zat yang berada di dalamnya.
Karena itu, polisi terus mendalami seluruh bukti yang telah di temukan. Pemeriksaan terhadap para tersangka, komunikasi elektronik, serta barang bukti di harapkan dapat membantu penyidik memetakan jaringan secara lebih luas.
Kasus ini masih berada dalam tahap pengembangan. Bareskrim Polri berupaya mengungkap pihak lain yang di duga mempunyai peran dalam produksi maupun peredaran vape etomidate tersebut.