AntaraNews24.com – Insiden serius terjadi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan di Yunani ketika dua helikopter pemadam bertabrakan di udara saat menjalankan misi pemadaman di kawasan Psatha, sebelah barat Athena, pada Minggu (2/8/2026). Kecelakaan tersebut berlangsung ketika kedua pesawat tengah beroperasi di wilayah yang dilanda kebakaran besar.

Masing-masing helikopter membawa dua orang awak. Setelah kecelakaan terjadi, tim penyelamat segera di terjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap seluruh kru yang terlibat. Hingga laporan terakhir, satu orang awak berhasil di temukan dalam kondisi selamat, sedangkan tiga awak lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Pihak berwenang Yunani menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan langsung dilakukan begitu laporan tabrakan di terima. Selain mengerahkan personel darat, sejumlah peralatan pendukung juga di gunakan untuk mempercepat proses evakuasi di area yang sulit di jangkau akibat kebakaran.

Rekaman Menunjukkan Salah Satu Helikopter Meledak

Peristiwa tersebut terekam oleh kamera televisi yang berada di sekitar lokasi. Rekaman memperlihatkan salah satu helikopter mengalami ledakan sebelum akhirnya jatuh ke permukaan tanah dalam kondisi terbakar.

Dugaan awal menyebutkan tabrakan terjadi pada bagian rotor kedua helikopter ketika keduanya sedang melakukan manuver di area operasi. Benturan itu menyebabkan salah satu pesawat kehilangan kendali sehingga jatuh dan memicu kobaran api yang lebih besar.

Hingga kini, otoritas penerbangan dan instansi terkait masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Investigasi akan mencakup berbagai aspek, termasuk kondisi cuaca, komunikasi antarpilot, hingga prosedur penerbangan selama operasi pemadaman berlangsung.

Angin Kencang Menjadi Tantangan Besar Operasi Udara

Pada saat bersamaan, Yunani memang sedang menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang memperumit penanganan kebakaran hutan. Kecepatan angin di laporkan mencapai sekitar 100 kilometer per jam di beberapa wilayah, sehingga aktivitas pesawat pemadam menjadi sangat berbahaya.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menjelaskan bahwa kekuatan angin membuat banyak armada udara tidak dapat beroperasi secara optimal. Menurutnya, keselamatan awak menjadi prioritas sehingga sejumlah penerbangan pemadaman harus di batasi.

Selain itu, ia menegaskan bahwa negaranya masih akan menghadapi tantangan berat dalam beberapa hari ke depan. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat di nilai melampaui kapasitas operasional normal. Sehingga seluruh petugas harus bekerja dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.

Ratusan Personel Dikerahkan Mengendalikan Kobaran Api

Di tengah situasi tersebut, pemerintah Yunani mengerahkan ratusan petugas pemadam kebakaran ke berbagai titik yang terdampak.

Sekitar 500 personel di fokuskan untuk memadamkan kebakaran di sekitar Porto Germeno, sebuah desa wisata pesisir yang berjarak kurang lebih 70 kilometer dari Athena. Api di laporkan bergerak melewati kawasan pegunungan pada malam hari sebelum mendekati wilayah pinggiran ibu kota.

Sementara itu, sekitar 100 petugas lainnya diterjunkan ke wilayah Aigialia di bagian utara Peloponnese guna mengendalikan kebakaran yang muncul di kawasan tersebut.

Di sisi lain, kebakaran baru juga di laporkan muncul di Pulau Cephalonia, salah satu destinasi wisata terkenal di Laut Ionia. Menyusul kejadian tersebut, aparat keamanan menangkap seorang pria berusia 44 tahun yang di duga sengaja memicu kebakaran di pulau tersebut. Kasus itu kini sedang di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dua helikopter pemadam kebakaran bertabrakan saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan di kawasan Psatha, Yunani.

ilustrasi kebakaran hutan. Kebakaran melanda lahan perkebunan milik warga di Dusun Krajan, Desa Gayam, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Senin (13/7/2026). Peristiwa ini menghanguskan lahan seluas kurang lebih 3,5 hektare yang ditumbuhi berbagai tanaman produktif.

Ribuan Hektare Lahan Hangus Terbakar

Kebakaran yang melanda sejumlah wilayah Yunani telah menyebabkan kerusakan dalam skala luas. Berdasarkan pemantauan lembaga iklim Meteo yang berada di bawah Observatorium Nasional Yunani, lebih dari 6.500 hektare lahan telah terbakar di kawasan Teluk Korinthos, termasuk wilayah Porto Germeno.

Namun demikian, sejumlah ahli memperkirakan luas area yang terdampak kemungkinan jauh lebih besar. Peneliti senior sekaligus spesialis meteorologi kebakaran hutan, Theodore Giannaros, menilai kawasan yang terbakar di sekitar Porto Germeno berpotensi telah melampaui 10.000 hektare.

Menurutnya, karakteristik kebakaran tersebut memenuhi kriteria sebagai megafire, yaitu kebakaran hutan berskala sangat besar yang sulit di kendalikan karena di pengaruhi luas wilayah, vegetasi, serta kondisi cuaca ekstrem.

Meski kecepatan angin mulai sedikit berkurang di banding beberapa hari sebelumnya. Angin utara masih bertiup cukup kuat sehingga memperbesar potensi penyebaran api ke kawasan lain.

Evakuasi Dilakukan Sejak Kebakaran Meluas

Seiring meluasnya kebakaran, pemerintah daerah melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di Porto Germeno dan sejumlah desa di sekitarnya sejak 31 Juli 2026.

Puluhan rumah di laporkan mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian di antaranya hancur akibat di lalap api. Aparat kepolisian bersama petugas penyelamat mendatangi permukiman warga untuk memastikan seluruh penduduk segera meninggalkan lokasi sebelum kobaran api semakin mendekat.

Salah seorang warga bernama Minas Tsotdanis mengungkapkan bahwa rumahnya ikut menjadi korban kebakaran. Ia menyebut lebih dari belasan rumah di desanya musnah akibat api yang terus menyebar tanpa henti.

Meskipun masih berharap sebagian bangunan dapat di selamatkan, ia mengaku kawasan hutan di sekitar tempat tinggalnya kini telah berubah menjadi hamparan lahan yang hangus.

Petugas Pemadam Menghadapi Tekanan Berat

Selain harus menghadapi cuaca ekstrem, petugas pemadam kebakaran di Yunani juga bekerja di bawah tekanan tinggi karena banyaknya titik api yang muncul setiap hari.

Menteri Perlindungan Sipil Yunani, Evangelos Tournas, menyampaikan bahwa kemampuan dinas pemadam kebakaran telah mencapai batas maksimal. Angin berkekuatan tinggi menyebabkan pesawat pemadam kesulitan mengambil maupun menjatuhkan air secara akurat karena turbulensi yang sangat kuat.

Dalam sepekan terakhir, tiga petugas pemadam di laporkan meninggal dunia ketika menjalankan tugas. Dua korban berasal dari Pulau Kreta, sedangkan satu lainnya gugur saat bertugas di wilayah Peloponnese.

Walaupun kondisi angin mulai menunjukkan penurunan, pemerintah tetap menetapkan wilayah Athena Raya, Voiotia, dan Pulau Evia sebagai daerah dengan tingkat risiko kebakaran yang sangat tinggi. Oleh karena itu, seluruh personel darurat masih di siagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru selama kondisi cuaca belum sepenuhnya membaik.