Prancis – Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis memicu fenomena panic buying terhadap perangkat pendingin udara portabel atau AC portable. Kondisi tersebut bahkan berujung pada kericuhan di sejumlah supermarket setelah ratusan warga berdesakan demi mendapatkan unit pendingin ruangan yang jumlahnya terbatas.
Rekaman video yang beredar luas di berbagai platform media sosial memperlihatkan suasana tidak terkendali di sejumlah gerai ritel. Mulai dari aksi saling dorong, adu mulut, hingga perkelahian fisik terjadi ketika para pembeli berebut AC portable yang di jual dengan harga promosi.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem dapat memengaruhi perilaku masyarakat. Ketika suhu udara mencapai titik yang membahayakan, kebutuhan terhadap alat pendingin berubah menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga.
Gelombang Panas Picu Panic Buying AC Portable
Prancis baru saja mengalami salah satu periode cuaca terpanas dalam beberapa tahun terakhir. Pada pekan sebelumnya, suhu di sejumlah wilayah bahkan di laporkan menyentuh angka 44 derajat Celsius. Sementara itu, badan meteorologi setempat memperkirakan gelombang panas serupa akan kembali terjadi mulai awal pekan berikutnya.
Prediksi tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong mencari pendingin udara sebelum stok di pasaran habis. Akibatnya, berbagai supermarket mengalami lonjakan pembeli dalam waktu singkat.
Salah satu jaringan ritel yang menjadi tujuan utama masyarakat adalah Lidl. Perusahaan tersebut menawarkan AC portable dengan harga promosi sehingga menarik perhatian ribuan konsumen. Tidak hanya Lidl, gerai Carrefour juga di padati pembeli yang berharap masih mendapatkan stok pendingin udara.
Di beberapa kota, antrean bahkan sudah terbentuk sejak dini hari. Sejumlah warga rela menunggu berjam-jam di depan toko agar menjadi pembeli pertama ketika pintu supermarket di buka.
Fenomena tersebut memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap dampak cuaca panas yang di prediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Keributan Terjadi di Berbagai Kota
Meningkatnya jumlah pembeli ternyata memicu berbagai insiden di dalam supermarket. Video yang beredar di media sosial menunjukkan suasana yang jauh dari tertib.
Di salah satu toko di kawasan Nanterre, pinggiran barat Paris, dua pria terlihat saling berkelahi karena memperebutkan satu unit AC portable. Sementara itu, rekaman lain memperlihatkan seorang perempuan memilih berbaring di lantai sambil memeluk erat sebuah kotak AC agar tidak di rebut pembeli lain.
Insiden serupa juga terjadi di Kota Mulhouse, wilayah timur Prancis. Sebuah video menunjukkan pasangan suami istri berusaha mempertahankan unit AC yang telah mereka ambil ketika seorang pria mencoba merebutnya. Ketiganya terlibat adu mulut di tengah kerumunan pelanggan lain.
Selain itu, sejumlah video lain memperlihatkan pembeli berlari di lorong supermarket sesaat setelah toko di buka. Antrean menuju kasir pun di penuhi desakan yang membuat sebagian pelanggan kesulitan bergerak. Bahkan, beberapa perempuan terlihat saling menarik rambut ketika berebut produk yang sama.
Kericuhan tidak berhenti pada aksi saling dorong. Dalam salah satu kejadian, seorang pembeli di laporkan menggunakan semprotan merica atau pepper spray untuk membuka jalan agar bisa mendapatkan AC portable.
Akibat tindakan tersebut, delapan orang mengalami luka ringan, termasuk seorang anak berusia 12 tahun. Peristiwa itu membuat aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran turun tangan untuk mengendalikan situasi di lokasi.

Para warga prancis rebutan ac di supermarket (DOK. Tangkapan layar Tiktok )
Ratusan Orang Mengantre Sejak Dini Hari
Antusiasme masyarakat terhadap penjualan AC portable ternyata sudah terlihat sejak malam sebelum produk mulai di pasarkan.
Laporan setempat menyebutkan sekitar 400 orang mengantre di salah satu gerai Lidl sepanjang malam. Banyak calon pembeli datang sejak pukul 04.00 pagi demi memastikan memperoleh unit yang jumlahnya terbatas.
Lonjakan permintaan tersebut menjadi salah satu yang terbesar untuk kategori produk rumah tangga dalam beberapa waktu terakhir. Sebagian besar pembeli mengaku khawatir tidak mampu menghadapi cuaca panas apabila gagal memperoleh pendingin udara.
Seorang warga bernama Haissam yang tinggal di Carrières-sous-Poissy, dekat Paris, menilai situasi tersebut sudah tidak masuk akal. Menurutnya, cuaca ekstrem membuat sebagian orang kehilangan kendali sehingga rela melakukan tindakan berlebihan demi mendapatkan AC portable.
Lidl Akui Tidak Menyangka Respons Masyarakat
Presiden Lidl Prancis, John Paul Scally, mengatakan pihak perusahaan sebenarnya telah mempersiapkan stok AC portable jauh sebelum musim panas di mulai.
Menurutnya, seluruh produk yang di jual merupakan hasil pemesanan sejak tahun sebelumnya. Bahkan, jumlah stok tahun ini telah di tingkatkan di bandingkan musim panas sebelumnya.
Meski demikian, permintaan masyarakat ternyata jauh melampaui perkiraan. Dalam satu hari penjualan, sekitar 200 ribu unit AC portable di laporkan langsung habis terjual karena tingginya minat konsumen yang di picu oleh cuaca panas ekstrem.
Scally mengaku senang seluruh produk berhasil terjual. Namun, ia tidak menyangka proses pembelian justru di warnai berbagai keributan hingga melibatkan aparat keamanan.
Ia juga menyebut kemungkinan penambahan stok dalam waktu dekat cukup kecil. Pasalnya, memperoleh pasokan baru pada musim panas di nilai sangat sulit karena tingginya permintaan di berbagai negara Eropa yang juga mengalami gelombang panas.
Sebagai langkah antisipasi, Lidl berencana meningkatkan jumlah pemesanan AC portable untuk musim panas tahun depan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat apabila kondisi serupa kembali terjadi.