Tas Bvlgari Luna Maya menjadi salah satu detail penampilan yang menarik perhatian saat sang aktris menghadiri upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Luna mengikuti perayaan tersebut di Istana Merdeka pada Senin, 17 Agustus 2026, bersama suaminya, Maxime Bouttier.

Dalam kesempatan istimewa itu, Luna dan Maxime memilih gaya bernuansa tradisional Indonesia. Pasangan tersebut memadukan rancangan elegan dengan wastra khas Sumatera Barat. Namun, bukan hanya busana mereka yang mengundang perhatian. Luna turut membawa tas mungil berwarna hijau kekuningan yang memberikan aksen berbeda pada penampilannya.

Tas tersebut berasal dari rumah mode mewah Bvlgari. Luna memilih Serpentine Mini Top Handle Bag dengan warna linden peridot. Desainnya menawarkan karakter kuat berkat perpaduan material mewah dan detail khas koleksi Serpentine.

Tas Bvlgari Luna Maya Memiliki Detail Khas Serpentine

Bvlgari menghadirkan Serpentine Mini Top Handle Bag sebagai tas berukuran ringkas dengan desain yang mudah menarik perhatian. Rumah mode tersebut menggunakan kulit python asli sebagai material utama tas.

Bagian gagangnya menjadi salah satu elemen paling menonjol. Bvlgari membentuk gagang menyerupai lekukan tubuh ular dan menggunakan kuningan dengan lapisan emas berwarna terang. Detail tersebut memperkuat identitas lini Serpentine yang menjadikan motif ular sebagai inspirasi utama.

Motif ular telah menjadi bagian penting dalam bahasa desain Bvlgari. Karena itu, koleksi Serpentine menawarkan karakter yang mudah dikenali melalui bentuk melengkung dan sentuhan aksesori bernuansa reptil.

Warna linden peridot pada tas pilihan Luna juga menghadirkan daya tarik tersendiri. Nuansa hijau kekuningan menciptakan kontras dengan dominasi merah dan emas pada busana tradisional yang ia kenakan.

Harga Tas Luna Maya Tembus Rp123 Juta

Selain desainnya, harga tas tersebut turut mengundang perhatian. Situs resmi Bvlgari mencantumkan harga Serpentine Mini Top Handle Bag sekitar 6.870 dolar AS.

Jika menggunakan asumsi kurs Rp18.000 untuk setiap dolar AS, nilainya mencapai sekitar Rp123.660.000. Angka tersebut menempatkan aksesori mungil itu dalam kategori barang fashion mewah dengan harga lebih dari Rp100 juta.

Luna tidak menjadikan tas sebagai pusat keseluruhan gayanya. Sebaliknya, ia memanfaatkannya sebagai aksen yang memberikan sentuhan warna berbeda. Pilihan tersebut membuat detail hijau kekuningan terlihat menonjol tanpa menghilangkan karakter tradisional dari busana utamanya.

Penampilan dengan barang mewah juga bukan hal baru bagi Luna. Publik kerap memperhatikan pilihan fashion aktris dan model tersebut dalam berbagai kesempatan. Busana, sepatu, perhiasan, hingga tas yang ia gunakan sering memancing pembicaraan di media sosial.

Tas Bvlgari Luna Maya

Luna Maya tampil anggun saat upacara HUT ke-81 RI dengan busana etnik dan tas Bvlgari seharga sekitar Rp123 juta.

Luna Maya dan Maxime Bouttier Kompak Kenakan Wastra Sumatera Barat

Pada perayaan HUT ke-81 RI, Luna Maya dan Maxime Bouttier mengusung gaya tradisional dengan nuansa merah serta emas. Keduanya mengenakan busana karya Saptodjojokartiko Heritage dengan songket Sumatera Barat sebagai elemen penting.

Luna memilih busana merah yang menampilkan detail keemasan. Ia juga melengkapi gayanya dengan hiasan kepala tradisional sehingga keseluruhan penampilan terlihat semakin kuat dan berkarakter.

Sementara itu, Maxime mengenakan busana yang selaras dengan konsep sang istri. Kesamaan unsur tradisional dan permainan warna membuat pasangan tersebut tampil kompak ketika mengikuti rangkaian perayaan kemerdekaan di Istana Merdeka.

Songket Sumatera Barat menghadirkan perpaduan warna yang kuat melalui unsur merah dan emas. Kombinasi tersebut sekaligus memberikan kesan formal yang sesuai dengan momentum kenegaraan.

Warna Merah Memperkuat Nuansa Perayaan Kemerdekaan

Pemilihan warna merah memberikan hubungan visual yang kuat dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Luna menjadikan warna tersebut sebagai elemen dominan, sedangkan detail emas pada busana menambah kesan elegan.

Di tengah dominasi kedua warna itu, Tas Bvlgari Luna Maya hadir sebagai aksen kontras. Warna linden peridot membawa sentuhan hijau kekuningan yang membuat penampilannya semakin dinamis.

Luna juga berhasil memadukan unsur tradisional dan modern dalam satu tampilan. Songket Sumatera Barat memperkuat identitas budaya Nusantara, sementara tas mewah Bvlgari menghadirkan karakter fashion kontemporer.

Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa wastra tradisional dapat tampil selaras bersama aksesori modern selama pemakainya mengatur warna dan detail secara tepat. Luna memilih aksesori yang berbeda secara visual, tetapi tetap menjaga keseimbangan keseluruhan gaya.

Kehadiran Tas Bvlgari Luna Maya senilai sekitar Rp123,66 juta akhirnya menjadi salah satu detail menarik dari penampilannya pada HUT ke-81 RI. Meski tas mewah tersebut mencuri perhatian karena desain dan harganya, busana berbasis songket Sumatera Barat tetap menjadi elemen utama yang memperkuat nuansa budaya dalam penampilan Luna dan Maxime di Istana Merdeka.