Serangan Hiu Putih Di Pantai Coogee menjadi pengalaman hidup yang mengubah segalanya bagi Leah Stewart, perempuan 34 tahun asal Sydney, Australia. Ia selamat setelah menghadapi hiu putih besar sepanjang sekitar empat meter yang menyerangnya ketika berenang pada Juni 2026.

Insiden tersebut menyebabkan luka sangat serius pada tubuh Stewart. Hiu menggigit bagian paha dan lengannya, kemudian menyeretnya ke bawah permukaan air. Stewart kehilangan banyak darah akibat luka tersebut. Tim medis akhirnya harus mengamputasi lengan kirinya untuk menangani cedera parah yang ia alami.

Meski menghadapi situasi yang mengancam nyawa, Stewart tidak menyerah. Ia berulang kali melawan hiu tersebut sampai akhirnya berhasil melepaskan diri. Dalam wawancara yang BBC publikasikan pada Senin (31/8/2026), Stewart menceritakan kembali detik-detik menegangkan ketika ia berhadapan langsung dengan predator laut itu.

Awalnya Mendengar Teriakan Perempuan di Laut

Peristiwa bermula ketika Stewart menyelesaikan rutinitas berenang pada Sabtu pagi. Saat bergerak menuju pantai, ia mendengar suara jeritan keras seorang perempuan dari arah belakang.

Stewart segera menoleh untuk mengetahui apa yang terjadi. Pada saat itulah ia melihat sebuah sirip berukuran sangat besar berada di dekat perempuan tersebut.

Awalnya, Stewart menduga hewan yang muncul di permukaan air itu merupakan lumba-lumba. Namun, ukuran tubuhnya membuat Stewart segera menyadari bahwa dugaannya keliru. Hewan tersebut ternyata seekor hiu berukuran besar.

Situasi kemudian berubah semakin berbahaya karena hiu tersebut mulai bergerak mendekati Stewart. Ia menggambarkan predator itu memiliki mata hitam berukuran kecil serta mulut besar yang dipenuhi gigi.

Bahkan, pada salah satu momen paling menegangkan, jarak antara Stewart dan hiu hanya sekitar 30 sentimeter. Kondisi itu membuatnya harus mengambil keputusan dalam waktu sangat singkat.

Leah Stewart Memilih Melawan Hiu

Alih-alih membiarkan kepanikan menguasainya, Stewart berusaha mempertahankan ketenangan. Ia kemudian memikirkan cara untuk memberikan perlawanan.

Stewart menggunakan tangan kanannya sebagai tangan dominan. Karena itu, ia mencoba menyerang menggunakan tangan kiri dengan gerakan menyerupai pukulan kait. Namun, upaya tersebut justru membuat hiu langsung menerkam bagian lengan bawah kirinya.

Gigitan itu menimbulkan kerusakan serius. Stewart menjelaskan bahwa serangan tersebut merobek kulit dan otot serta menghilangkan sebagian besar jaringan di antara lengan bawah dan tangannya.

Hiu kemudian menyeret tubuh Stewart ke bawah permukaan air dan kembali menyerang bagian kakinya. Pada titik tersebut, Stewart sempat mengira bahwa ia tidak akan mampu bertahan hidup.

Serangan Hiu Putih di Pantai Coogee

ilustrasi hiu.

Ingatan tentang Putrinya Memicu Semangat Bertahan

Di tengah kondisi kritis akibat serangan hiu putih di Pantai Coogee, pikiran Stewart tertuju kepada putrinya, August. Ia membayangkan sang anak harus tumbuh tanpa kehadiran seorang ibu apabila dirinya berhenti melawan.

Pikiran tentang August kemudian memberikan dorongan kuat bagi Stewart untuk kembali berjuang. Ia memaksa tubuhnya terus bergerak meskipun mengalami luka berat dan kehilangan banyak darah.

Stewart terus melancarkan pukulan ke arah hiu. Menurut pengakuannya, setiap pukulan terasa seperti menghantam permukaan tembok bata karena tubuh predator tersebut begitu keras.

Namun, perlawanan itu akhirnya memberikan hasil. Stewart meyakini salah satu pukulan kuatnya membuat hiu melepaskan gigitan dan menjauh darinya.

Kesempatan tersebut langsung ia manfaatkan untuk menyelamatkan diri. Setelah melalui perjuangan berat di dalam air, Stewart akhirnya berhasil keluar dari ancaman serangan berikutnya.

Perenang Lain Membantu Membawanya ke Pantai

Setelah Stewart berhasil melepaskan diri dari hiu, sejumlah perenang lain segera memberikan pertolongan. Mereka menarik Stewart menuju pantai sebelum petugas membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Dokter kemudian menempatkan Stewart dalam kondisi koma buatan. Cedera akibat gigitan hiu membuatnya harus menjalani rangkaian perawatan intensif.

Secara keseluruhan, Stewart menjalani hampir 12 operasi untuk menangani berbagai luka yang ia alami. Tim dokter juga mengambil keputusan untuk mengamputasi lengan kirinya karena tingkat kerusakan jaringan yang sangat parah.

Proses tersebut menjadi perjalanan panjang bagi Stewart. Selain harus memulihkan kondisi fisiknya, ia juga menghadapi perubahan besar dalam kehidupan setelah kehilangan salah satu lengannya.

Tak Ingin Hanya Dikenang sebagai Korban Serangan Hiu

Walaupun pengalaman tersebut meninggalkan dampak besar, Stewart tidak ingin masyarakat hanya mengenalnya sebagai korban serangan hiu putih di Pantai Coogee.

Sebaliknya, ia ingin orang mengingat keberaniannya ketika berusaha mempertahankan hidup. Stewart menekankan bahwa dirinya merupakan perempuan yang memilih memberikan perlawanan ketika berhadapan dengan hiu tersebut.

Bagi Stewart, kisah itu bukan sekadar cerita tentang serangan predator laut, melainkan perjuangan untuk kembali kepada keluarganya. Ingatan terhadap putrinya memberikan alasan kuat baginya untuk terus bertahan ketika situasi hampir merenggut nyawanya.

Keputusan untuk tetap melawan akhirnya memberinya kesempatan keluar dari kondisi berbahaya tersebut. Meski kehilangan lengan kiri dan harus menjalani hampir 12 operasi, Stewart berhasil bertahan hidup setelah menghadapi hiu putih besar sepanjang sekitar empat meter.

Kini, pengalaman itu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Stewart tidak ingin serangan tersebut menentukan seluruh identitasnya. Ia memilih melihat dirinya sebagai seseorang yang menghadapi kondisi ekstrem, memberikan perlawanan, dan berhasil menyelamatkan diri.