Marc Marquez MotoGP 2026 kembali menjadi sorotan setelah rider Ducati tersebut memangkas jarak dari pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin. Hasil maksimal pada seri Aragon membuat peluang Marquez dalam perebutan gelar juara dunia semakin terbuka. Meski demikian, ia belum ingin terlalu jauh membicarakan titel karena masih memilih fokus menghadapi setiap balapan yang tersisa.
Marquez sekarang mengumpulkan 237 poin dan menempati posisi kedua klasemen MotoGP 2026. Ia hanya terpaut 19 angka dari Jorge Martin yang masih memimpin persaingan. Sementara itu, Marco Bezzecchi juga memberikan tekanan besar karena menempati urutan ketiga dengan koleksi 232 poin.
Situasi tersebut membuat persaingan menuju gelar juara dunia semakin ketat. Terlebih, musim 2026 masih menyisakan sembilan seri atau total 18 balapan, termasuk sprint dan balapan utama. Karena itu, perubahan posisi masih sangat mungkin terjadi hingga fase akhir kejuaraan.
Marc Marquez Memilih Fokus pada Setiap Balapan
Walaupun peluang menjadi juara semakin terbuka, Marc Marquez tidak ingin menjadikan klasemen sebagai perhatian utamanya. Pebalap asal Spanyol tersebut memilih menjalani satu seri ke seri berikutnya tanpa membebani dirinya dengan perhitungan perebutan gelar.
Setelah menyelesaikan akhir pekan yang positif di Aragon, Marquez langsung mengalihkan perhatiannya menuju seri berikutnya di Misano. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar dirinya bisa mempertahankan konsistensi sepanjang sisa musim.
Marquez juga menilai sebagian besar sirkuit yang akan masuk kalender berikutnya cukup bersahabat dengannya. Namun, ada satu lintasan yang membuatnya lebih berhati-hati, yakni Pertamina Mandalika International Circuit di Indonesia.
MotoGP Indonesia akan berlangsung pada Oktober dan menjadi putaran ke-17 musim 2026. Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir, Mandalika memang belum memberikan hasil menggembirakan bagi Marquez.
Mandalika Menjadi Tantangan Besar bagi Marc Marquez
Marc Marquez secara terbuka mengakui bahwa Indonesia menyimpan sejumlah pengalaman kurang menyenangkan sepanjang kariernya di MotoGP. Rekam jejak tersebut membuatnya menempatkan Mandalika sebagai salah satu balapan yang perlu ia waspadai.
Marquez bahkan menyebut Indonesia sebagai tempat yang paling sulit baginya jika melihat pengalaman pada musim-musim sebelumnya. Setiap kunjungan ke Mandalika meninggalkan kenangan yang kurang baik karena berbagai persoalan menggagalkan usahanya meraih hasil maksimal.
Namun, kondisi itu tidak membuat Marquez kehilangan kepercayaan diri menghadapi seri-seri lainnya. Ia merasa cukup nyaman dengan karakter sebagian besar lintasan yang masih tersisa dalam kalender.
Oleh sebab itu, Marquez tidak ingin memikirkan Mandalika terlalu dini. Setelah menyelesaikan tugasnya di Aragon, ia memilih memulihkan kondisi terlebih dahulu sebelum memusatkan perhatian pada tantangan berikutnya di Misano.

Marc Marquez.
Rekor Buruk Marquez di MotoGP Mandalika
Kekhawatiran Marc Marquez terhadap MotoGP Mandalika bukan tanpa alasan. Dalam tiga penyelenggaraan terakhir yang ia ikuti di sirkuit tersebut, Marquez selalu gagal menyelesaikan balapan.
Catatan itu membuat Mandalika menjadi salah satu lintasan yang paling sulit bagi mantan pebalap Honda dan Gresini tersebut. Berbagai kejadian terus menghambatnya ketika mencoba meraih hasil positif di Indonesia.
Pengalaman paling berat terjadi pada penyelenggaraan tahun lalu. Saat itu, Marquez mengalami insiden bersama Marco Bezzecchi. Kecelakaan tersebut menyebabkan Marquez mengalami patah tulang selangka.
Cedera itu bahkan masih memberikan dampak terhadap kondisi Marquez hingga musim ini. Karena alasan tersebut, ia tentu memiliki pertimbangan tersendiri ketika berbicara mengenai balapan di Mandalika.
Meskipun demikian, masih ada sejumlah seri yang harus Marquez hadapi sebelum menuju Indonesia. Situasi tersebut memberi kesempatan kepadanya untuk terus mengumpulkan poin sekaligus menjaga momentum positif.
Persaingan Gelar MotoGP 2026 Semakin Ketat
Dengan selisih hanya 19 poin dari Jorge Martin, Marc Marquez kini memiliki peluang besar untuk terus menekan pemuncak klasemen. Namun, persaingan tidak hanya melibatkan kedua pebalap tersebut.
Marco Bezzecchi juga berada sangat dekat dengan Marquez. Koleksi 232 poin membuatnya hanya tertinggal lima angka dari posisi kedua. Dengan jumlah balapan yang masih cukup banyak, ketiga pebalap mempunyai kesempatan besar untuk mengubah peta klasemen.
Karena itu, konsistensi akan memegang peranan penting pada fase akhir MotoGP 2026. Satu kesalahan atau kegagalan meraih poin dapat memberikan keuntungan besar kepada rival.
Bagi Marc Marquez, strategi menjalani kejuaraan secara bertahap menjadi pilihan utama. Ia belum ingin menjadikan perebutan titel sebagai beban tambahan meskipun posisinya semakin dekat dengan Jorge Martin.
MotoGP Mandalika nantinya dapat menjadi salah satu ujian penting dalam perjalanan Marquez menuju akhir musim. Selain harus mematahkan catatan buruknya di Indonesia, rider Ducati itu juga perlu menjaga peluang dalam persaingan gelar apabila duel papan atas tetap berlangsung ketat hingga Oktober.