Deva Mahenra Memilih Tas dengan mempertimbangkan fungsi, ketahanan, dan kesesuaiannya dengan aktivitas sehari-hari. Bagi aktor sekaligus presenter tersebut, sebuah tas tidak cukup hanya menawarkan tampilan menarik. Ia justru mengutamakan manfaat yang bisa diberikan tas kepada penggunanya.
Pandangan itu membuat Deva tidak menjadikan desain sebagai satu-satunya alasan ketika ingin membeli tas baru. Menurutnya, terutama bagi pria, fungsi biasanya menempati posisi teratas dalam menentukan pilihan.
Deva menyampaikan pandangannya ketika menghadiri peluncuran koleksi TUMI Fall/Winter 2026 di Pondok Indah Mall 2, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan tiga pertimbangan yang biasa digunakannya sebelum menentukan tas yang akan dibeli.
Material Tas Menentukan Ketahanan
Pertimbangan pertama berkaitan dengan bahan. Deva selalu memeriksa material karena bagian tersebut berpengaruh besar terhadap usia penggunaan sebuah tas.
Material berkualitas dapat membantu tas menghadapi penggunaan rutin dalam waktu panjang. Karena itu, Deva tidak sekadar melihat bahan dari sisi visual atau teksturnya. Ia juga memperhatikan kemampuan material tersebut dalam mempertahankan kondisi tas setelah digunakan berkali-kali.
Pengalaman pribadi memperkuat prinsip tersebut. Deva mengaku masih menyimpan tas yang sudah ia miliki sejak 2015. Hingga sekarang, tas itu masih dapat ia gunakan karena materialnya mampu bertahan dalam jangka panjang.
Dengan demikian, memilih produk berkualitas sejak awal dapat memberikan manfaat lebih lama. Pengguna tidak harus terlalu sering mengganti tas ketika produk yang mereka miliki tetap berfungsi dengan baik.
Selain itu, pertimbangan mengenai ketahanan juga berkaitan dengan kebiasaan pemakaian. Tas yang sering menemani aktivitas tentu menghadapi gesekan, beban, serta kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kualitas bahan menjadi salah satu aspek yang layak mendapat perhatian sejak awal.
Ukuran Harus Mengikuti Aktivitas Pengguna
Setelah material, Deva Mahenra memilih tas dengan melihat kapasitas yang tersedia. Menurutnya, ukuran berpengaruh terhadap seberapa sering seseorang akhirnya menggunakan tas tersebut.
Tas berukuran besar belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi semua orang. Jika seseorang hanya membawa beberapa barang kecil dalam kegiatan sehari-hari, kapasitas yang terlalu luas justru bisa terasa kurang praktis.
Sebaliknya, pengguna yang membawa laptop, dokumen, perlengkapan kerja, atau banyak barang lain membutuhkan ruang lebih besar. Karena itu, Deva menyarankan pengguna untuk mengenali kebutuhannya terlebih dahulu sebelum menentukan ukuran.
Cara tersebut juga membantu seseorang mendapatkan tas yang lebih relevan untuk rutinitasnya. Misalnya, orang dengan mobilitas tinggi mungkin lebih nyaman membawa tas ringkas tetapi tetap mempunyai kompartemen yang memadai. Sementara itu, kebutuhan bekerja atau bepergian dalam durasi panjang bisa menuntut kapasitas lebih luas.
Artinya, tren ukuran bukan patokan utama. Kebutuhan pribadi justru menjadi dasar yang lebih penting dalam menentukan pilihan.

Deva Mahenra saat menghadiri peluncuran koleksi TUMI Fall/Winter 2026.
Harga Perlu Dibandingkan dengan Manfaat
Pertimbangan berikutnya menyangkut harga. Namun, Deva tidak hanya melihat nominal pada label. Ia menilai sebuah produk berdasarkan konsep value for money.
Dengan pendekatan tersebut, pembeli dapat membandingkan biaya yang dikeluarkan dengan kualitas material, kegunaan, serta potensi usia pemakaian produk. Sebuah tas dengan harga tertentu dapat memberikan nilai yang sepadan apabila pemiliknya mampu menggunakannya dalam waktu lama dan untuk berbagai kegiatan.
Deva mengaitkan prinsip tersebut dengan pengalamannya menggunakan TUMI sejak masa awal perjalanan kariernya. Menurut dia, daya tahan produk menjadi salah satu faktor yang membuat harga terasa sebanding dengan manfaat yang ia dapatkan.
Karena itu, harga murah atau mahal tidak selalu menjadi ukuran tunggal. Konsumen juga perlu menghitung seberapa sering produk akan digunakan serta berapa lama tas tersebut dapat memenuhi kebutuhannya.
TUMI Fall/Winter 2026 Mengusung Inspirasi Pegunungan Alpen
Prinsip mengenai fungsi dan ketahanan yang di sampaikan Deva juga muncul dalam koleksi TUMI Fall/Winter 2026. TUMI memperkenalkan koleksi tersebut melalui Alpine Chalet Pop-Up di Pondok Indah Mall 2, Jakarta.
Untuk musim Fall/Winter 2026, TUMI mengambil inspirasi dari perjalanan menuju Pegunungan Alpen. Tema perjalanan itu tidak hanya menggambarkan perpindahan secara fisik, tetapi juga perjalanan personal.
TUMI menggabungkan performa teknis, keterampilan pengerjaan, dan pendekatan kemewahan kontemporer melalui sejumlah produk unisex. Perusahaan merancang koleksi tersebut untuk mengikuti kebutuhan pengguna dengan tingkat mobilitas tinggi.
Dari sisi warna, koleksi musim ini membawa nuansa deep alpine green, glacial blue, slate grey, warm timber tones, serta snowdrift white. TUMI kemudian melengkapinya dengan sentuhan cognac, icy blue, dan burnished tan.
Sementara itu, pilihan material meliputi kulit, coated fabric, dan tekstil teknis. Kombinasi tersebut bertujuan menyeimbangkan daya tahan dengan fleksibilitas untuk penggunaan sehari-hari.
Sejumlah Lini Ikonis Kembali Hadir
TUMI juga membawa kembali beberapa lini yang telah menjadi bagian dari portofolionya, antara lain 19 Degree, Alpha, Voyageur, dan Harrison. Pada koleksi Fall/Winter 2026, perusahaan memberikan interpretasi warna dan desain baru pada lini tersebut.
Selain itu, backpack Axis menggunakan konstruksi nilon ringan dengan bentuk minimalis dan ramping. Desain tersebut membawa pendekatan quiet innovation yang menjadi bagian dari karakter TUMI.
Untuk konsumen perempuan, lini Voyageur menawarkan tote dengan sentuhan kulit premium. TUMI menyediakan beberapa pilihan warna, yakni Deep Pine, Oat, dan Rosewood.
Menjelang musim liburan, perusahaan turut menghadirkan capsule collection Holiday White. Koleksi tersebut tersedia dalam pilihan warna Salt dan Glacier White.
TUMI Alpine Chalet Pop-Up hadir di Main Atrium, Ground Floor, Pondok Indah Mall 2, Jakarta, pada 2–20 September 2026. Sementara itu, konsumen juga dapat menemukan koleksi Fall/Winter 2026 melalui gerai TUMI di Indonesia maupun kanal daring resmi perusahaan.
Pada akhirnya, pengalaman Deva menunjukkan bahwa menentukan tas dapat di mulai dengan memahami kebutuhan pribadi. Material yang kuat, ukuran yang sesuai aktivitas, serta nilai penggunaan yang sebanding dengan harga dapat menjadi tiga pertimbangan penting sebelum membeli. Dengan cara tersebut, tas tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari penampilan, tetapi juga menjadi perlengkapan yang dapat mendukung aktivitas dalam jangka panjang.