Tim Bulutangkis Indonesia TC di Tokyo menjadi bagian dari persiapan para pemain sebelum menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Rombongan Indonesia akan berangkat menuju Jepang pada Sabtu, 12 September 2026, atau sekitar sepekan sebelum pesta olahraga Asia tersebut dimulai.

PBSI memilih Tokyo sebagai lokasi pemusatan latihan selama beberapa hari. Setelah menyelesaikan agenda tersebut, para pemain akan melanjutkan perjalanan menuju Nagoya untuk memasuki tahap akhir persiapan pertandingan.

Kepala Pelatih Tunggal Putri Indonesia Imam Tohari memandang keberangkatan lebih awal memberikan keuntungan bagi para atlet. Selain menjalani latihan, pemain mempunyai kesempatan untuk mengenali kondisi lingkungan di Jepang sebelum menghadapi persaingan sesungguhnya.

Menurut Imam, pemusatan latihan kali ini memang tidak berlangsung dalam waktu panjang. Namun, beberapa hari tambahan tetap memiliki arti penting karena pemain tidak perlu menghadapi pertandingan dalam waktu terlalu dekat setelah tiba dari Indonesia.

TC di Tokyo Bantu Pemain Beradaptasi

Imam menilai proses adaptasi menjadi salah satu alasan utama tim memilih berangkat lebih awal. Para pemain dapat menyesuaikan diri dengan cuaca, lapangan, makanan, hingga kondisi lingkungan selama berada di Jepang.

Ia menyampaikan pandangan tersebut saat berada di Pelatnas PBSI, Cipayung, pada Kamis, 10 September 2026. Bagi Imam, waktu adaptasi beberapa hari tetap memberikan manfaat meskipun durasinya tidak mencapai satu atau dua pekan.

Pelatih tunggal putri tersebut ingin menghindari situasi ketika pemain baru tiba di Jepang dan hanya memiliki waktu sekitar tiga hari sebelum harus bertanding. Kondisi seperti itu menurutnya dapat meningkatkan risiko munculnya kendala dalam persiapan atlet.

Karena itu, agenda TC memberi ruang bagi pemain untuk menyesuaikan rutinitas mereka secara bertahap. Atlet juga memiliki kesempatan mengenali kondisi tempat latihan sebelum memasuki atmosfer kompetisi Asian Games.

Selain itu, Imam menyinggung faktor makanan sebagai salah satu hal yang terkadang memengaruhi proses penyesuaian atlet ketika bertanding di luar negeri. Meski demikian, ia tidak melihat makanan di Jepang sebagai persoalan besar bagi skuad Indonesia.

Tim Bulutangkis Indonesia

Ilustarsi shuttlecock atau kok bulu tangkis.

Cuaca Jepang Tak Membuat Imam Khawatir

Walaupun adaptasi cuaca masuk dalam pertimbangan keberangkatan lebih awal, Imam tidak menilai kondisi Jepang membutuhkan penanganan khusus. Ia melihat temperatur di negara tersebut pada periode Asian Games relatif tidak jauh berbeda dibandingkan kondisi Jakarta.

Menurut perkiraannya, suhu di Jepang berada pada kisaran 20 hingga 30 derajat Celsius. Ia juga memperkirakan temperatur panas tidak mencapai sekitar 35 derajat Celsius.

Pada saat yang sama, Jakarta juga tengah mengalami kondisi yang cukup panas. Kesamaan tersebut membuat Imam optimistis para pemain Indonesia tidak membutuhkan waktu terlalu panjang untuk menyesuaikan kondisi fisik mereka terhadap temperatur di Jepang.

Situasi itu menjadi keuntungan tersendiri bagi tim. Para pemain dapat menggunakan masa TC untuk mempertajam kesiapan pertandingan tanpa terlalu banyak menghabiskan waktu menghadapi perbedaan cuaca yang ekstrem.

Fokus Beralih ke Persiapan Pertandingan

Setelah pemain mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, tim pelatih dapat mengarahkan perhatian lebih besar terhadap kebutuhan pertandingan. Beberapa hari di Tokyo juga memberi kesempatan kepada atlet untuk menjaga ritme latihan sebelum melanjutkan perjalanan ke Nagoya.

Imam berharap skema keberangkatan tersebut membuat persiapan tim berjalan lebih baik. Dengan demikian, pemain tidak perlu memulai kompetisi dalam kondisi baru saja menyelesaikan perjalanan dari Indonesia.

Asian Games 2026 akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026. Cabang bulutangkis menjadi salah satu nomor yang akan melibatkan kontingen Indonesia dalam ajang olahraga terbesar tingkat Asia tersebut.

PBSI membawa total 20 pemain untuk menghadapi Asian Games 2026. Para pebulu tangkis tersebut akan mengikuti persaingan pada nomor beregu maupun perorangan.

Dengan jadwal keberangkatan pada 12 September, tim bulutangkis Indonesia memiliki waktu sebelum Asian Games resmi bergulir. Pemusatan latihan di Tokyo menjadi salah satu tahapan yang tim pelatih gunakan untuk membantu pemain mengenali kondisi Jepang sekaligus mempertahankan kesiapan mereka.

Setelah menyelesaikan TC, rombongan akan menuju Nagoya dan mengalihkan fokus sepenuhnya pada pertandingan. Tim pelatih berharap masa adaptasi tersebut dapat membantu para pemain memasuki Asian Games 2026 dalam kondisi yang lebih siap