Tradisi Budaya – kembali menjadi daya tarik masyarakat di Kabupaten Merangin, Jambi. Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kota Bangko untuk menyaksikan kemeriahan Kirab Budaya Nasional Gebyar Suro yang menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional dari beragam kelompok budaya. Acara yang diselenggarakan oleh Paguyuban Keluarga Jawa Merangin ini menjadi salah satu agenda budaya yang mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional kepada generasi muda.

Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat dan berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Merangin.

Ribuan Warga Padati Kota Bangko Saksikan Kirab Budaya

Kirab Budaya Nasional Gebyar Suro berlangsung meriah dengan diikuti puluhan kelompok seni dari berbagai wilayah di Kabupaten Merangin. Sejak pagi hari, masyarakat telah memenuhi sisi jalan untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan iring-iringan peserta yang tampil mengenakan kostum khas dan membawa berbagai atribut budaya.

Rute kirab di mulai dari kawasan depan Kantor Bupati Merangin. Selanjutnya rombongan peserta bergerak melewati sejumlah titik strategis, seperti Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hingga kawasan Pengadilan. Perjalanan kirab kemudian berakhir di area Car Free Day Bangko yang menjadi pusat kegiatan budaya sekaligus lokasi berkumpulnya masyarakat.

Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan pertunjukan yang mampu menghidupkan suasana. Iringan musik tradisional berpadu dengan gerakan tari serta atraksi budaya menjadikan acara tersebut semakin menarik perhatian para penonton.

Puluhan Grup Jaranan dan Reog Tampilkan Atraksi Budaya

Salah satu daya tarik utama dalam Gebyar Suro adalah penampilan sekitar 30 grup jaranan atau kuda lumping yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Merangin. Setiap kelompok menampilkan ciri khas masing-masing, mulai dari kostum, iringan musik tradisional, hingga koreografi yang telah di persiapkan secara matang.

Selain jaranan, kemeriahan acara juga di dukung oleh penampilan tiga grup reog yang menghadirkan atraksi penuh energi. Kehadiran dua kelompok seni tari turut melengkapi rangkaian pertunjukan dengan membawakan tarian tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara.

Perpaduan berbagai kesenian tersebut menciptakan suasana yang semarak. Penonton terlihat menikmati setiap penampilan yang bergantian tampil sepanjang rute kirab hingga lokasi akhir acara.

Penampilan grup jaranan dalam Kirab Budaya Nasional Gebyar Suro di Kota Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi.

Kegiatan kirab Budaya Nasional Gebyar Suro, bertempat di perkantoran Bupati Merangin, Senin (13/7/2026).

Gebyar Suro Menjadi Wadah Pelestarian Budaya

Pemerintah Kabupaten Merangin memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kirab Budaya Nasional Gebyar Suro karena di nilai mampu menjadi media pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan antarkelompok masyarakat.

Bupati Merangin, M. Syukur, menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai penting karena tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, pada penyelenggaraan berikutnya di harapkan semakin banyak kelompok seni dari berbagai suku yang dapat ikut berpartisipasi. Dengan demikian, masyarakat dapat menyaksikan keberagaman budaya yang di miliki Kabupaten Merangin dalam satu rangkaian acara yang sama.

Langkah tersebut di nilai mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menciptakan ruang bagi seluruh komunitas budaya untuk menampilkan karya dan tradisi yang mereka miliki.

Potensi Mendorong Pariwisata Daerah

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Gebyar Suro juga memiliki peluang besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah. Kehadiran ribuan masyarakat yang memadati jalur kirab menunjukkan bahwa kegiatan budaya mampu menarik perhatian publik dan menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi acara.

Apabila di kemas secara berkelanjutan, festival budaya seperti Gebyar Suro berpotensi menjadi agenda wisata tahunan yang mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah. Hal tersebut tentunya dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, pedagang, hingga sektor jasa yang berada di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat terus di laksanakan setiap tahun dengan konsep yang semakin beragam. Sehingga mampu meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Merangin di tingkat regional maupun nasional.

Komitmen Menjaga Warisan Budaya Nusantara

Kirab Budaya Nasional Gebyar Suro menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, paguyuban budaya, komunitas seni, dan masyarakat. Tradisi yang telah di wariskan secara turun-temurun dapat terus hidup dan berkembang. Dengan penyelenggaraan yang konsisten, Gebyar Suro di harapkan mampu menjadi ikon budaya Kabupaten Merangin. Sekaligus memperluas promosi potensi wisata berbasis budaya di Provinsi Jambi.