Danau Lugu – Perjalanan kerja seorang pria asal Shanghai, China, menghadirkan kisah haru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebuah pertemuan sederhana saat menikmati pemandangan matahari terbit di Danau Lugu, Provinsi Yunnan, justru membuka kembali hubungan keluarga yang telah lama terputus selama beberapa dekade.

Momen tersebut dialami oleh Chen Jie ketika dirinya sedang menjalankan tugas pekerjaan di wilayah barat daya China. Saat berada di kawasan wisata Danau Lugu, Chen bertemu dengan seorang wisatawan asal Taiwan bernama Fei. Keduanya awalnya tidak memiliki hubungan apa pun selain sebagai dua orang asing yang bertemu secara kebetulan.

Namun, percakapan singkat setelah sesi foto membuat keduanya menemukan fakta mengejutkan. Dari obrolan mengenai asal-usul keluarga, Chen menyadari bahwa wisatawan yang baru dikenalnya ternyata memiliki keterkaitan dengan garis keturunannya.

Pertemuan Sederhana yang Membuka Jejak Keluarga Lama

Saat berada di Danau Lugu, Chen membantu Fei mengambil foto ketika pria tersebut sedang menikmati suasana matahari terbit. Setelah itu, keduanya berbincang dan saling mengenal lebih jauh.

Dalam percakapan tersebut, Chen mengetahui bahwa Fei berasal dari Kaohsiung, Taiwan. Meski tinggal di Taiwan, Fei ternyata masih memiliki hubungan leluhur dengan Puyuan, sebuah kota kecil yang berada di Tongxiang, Provinsi Zhejiang.

Informasi tersebut membuat Chen terkejut karena dirinya juga memiliki latar belakang keluarga dari daerah yang sama. Kesamaan asal-usul itu kemudian membuat keduanya semakin tertarik untuk menggali hubungan keluarga masing-masing.

Setelah bertukar akun media sosial, Chen mulai memperhatikan nama keluarga Fei. Ada dugaan bahwa pria tersebut mungkin memiliki hubungan dengan keluarganya yang selama ini tidak di ketahui.

Untuk memastikan hal tersebut, Chen kemudian menghubungi ayahnya dan menceritakan pertemuan unik yang di alaminya. Sang ayah meminta Chen menanyakan apakah ayah Fei bernama Fei Yunfeng. Jawaban yang diberikan ternyata sesuai dengan dugaan awal.

Melalui pencocokan informasi keluarga dan komunikasi lebih lanjut, Chen akhirnya mengetahui bahwa Fei bukan sekadar orang yang memiliki kampung halaman leluhur sama, melainkan masih bagian dari keluarganya.

Hubungan Darah yang Terpisah Akibat Sejarah Masa Lalu

Terungkap bahwa ayah Fei dan kakek Chen sebenarnya merupakan saudara kandung. Akan tetapi, hubungan mereka terputus akibat perubahan besar dalam sejarah China.

Pada masa sebelum berdirinya Republik Rakyat China pada 1949, ayah Fei mengikuti pasukan Kuomintang yang kemudian berpindah ke Taiwan. Peristiwa tersebut membuat kedua saudara tersebut harus menjalani kehidupan di tempat berbeda dan kehilangan komunikasi dalam waktu yang sangat lama.

Sementara itu, kakek Chen mengalami perubahan identitas keluarga karena di adopsi oleh keluarga bermarga Chen. Akibatnya, garis nama keluarga yang di milikinya juga berubah.

Chen menjelaskan bahwa berdasarkan urutan silsilah keluarga, ia seharusnya memanggil Fei sebagai paman. Fakta tersebut menjadi kejutan besar bagi keluarga Chen karena selama puluhan tahun mereka tidak mengetahui keberadaan kerabat yang berada di Taiwan.

Setelah mengetahui kebenaran tersebut, Chen segera menyampaikan kabar itu kepada sekitar 20 anggota keluarga besarnya. Menurutnya, seluruh keluarga merasa pertemuan tersebut merupakan sebuah kejadian yang sangat langka dan penuh makna.

Chen Jie dan Fei bertemu kembali sebagai keluarga setelah terpisah puluhan tahun di Danau Lugu China.

Chen Jie, dan kerabatnya Fei (yang di samarkan) tak sengaja bertemu setelah berpuluh-puluh tahun tak bertemu.

Surat Lama dan Harapan yang Tidak Pernah Terwujud

Hubungan antara keluarga Chen dan keluarga Fei sebenarnya sempat berusaha di sambungkan kembali. Setelah Taiwan mulai membuka akses kunjungan ke China daratan pada akhir 1980-an, ayah Fei memiliki keinginan untuk kembali bertemu keluarganya.

Namun, rencana tersebut tidak pernah terlaksana. Sebagai gantinya, pada 1991, ayah Fei mengirimkan sebuah surat kepada saudaranya di China daratan melalui perantara.

Dalam surat itu, ia juga menitipkan uang sebesar 200 dollar AS sebagai bentuk perhatian kepada keluarganya. Pada masa tersebut, jumlah uang itu di anggap sangat berarti karena banyak masyarakat China daratan masih menghadapi kesulitan ekonomi.

Keluarga Chen hingga kini masih menyimpan surat tersebut sebagai bukti hubungan keluarga yang pernah terjalin meskipun terpisah jarak dan waktu.

Melalui surat itu, ayah Fei menyampaikan harapan agar suatu hari nanti dapat kembali berkumpul bersama keluarga. Ia juga mendoakan agar seluruh anggota keluarganya selalu di berikan kesehatan dan kehidupan yang bahagia.

Sayangnya, harapan tersebut tidak sempat terwujud. Baik ayah Fei maupun kakek Chen telah meninggal dunia sebelum keduanya dapat bertemu kembali.

Rencana Reuni Keluarga Setelah Puluhan Tahun Terpisah

Fei mengaku merasa terkejut sekaligus bahagia ketika mengetahui bahwa Chen ternyata masih memiliki hubungan darah dengannya. Menurut Fei, banyak orang berada di lokasi wisata tersebut, tetapi secara kebetulan ia memilih Chen untuk membantunya mengambil foto.

Bagi Fei, pertemuan itu terasa seperti sebuah kesempatan yang telah di tentukan oleh keadaan.

Setelah mengetahui hubungan keluarga tersebut, Fei berencana mengunjungi Puyuan pada bulan berikutnya untuk bertemu langsung dengan keluarga besar Chen. Kunjungan tersebut di harapkan menjadi awal baru bagi hubungan keluarga yang sempat terputus selama puluhan tahun.

Chen juga berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi cerita bagi generasi saat ini, tetapi dapat mempererat hubungan antaranggota keluarga di masa depan. Kisah mereka menjadi bukti bahwa hubungan keluarga dapat kembali di temukan meskipun telah di pisahkan oleh waktu, jarak, dan perjalanan sejarah yang panjang.