Man United Vs Man City akan menyita perhatian pencinta sepak bola ketika dua rival sekota tersebut bertemu di Stadion Old Trafford, Minggu (13/9/2026). Duel pekan lanjutan Liga Inggris 2026-2027 itu sekaligus menandai pertemuan ke-199 kedua klub dalam sejarah derbi Manchester.

Kedua tim memasuki pertandingan dengan situasi yang berbeda. Manchester City mengawali Premier League secara meyakinkan, sedangkan Manchester United masih mencari kestabilan permainan. Meski begitu, faktor kandang serta catatan pertemuan terbaru membuat pertandingan kali ini tetap sulit diprediksi.

Selain gengsi kota Manchester, laga tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pelatih untuk mengukur perkembangan tim masing-masing pada awal musim.

Manchester United Punya Modal Kuat dari Old Trafford

Manchester United belum mencatat perjalanan mulus pada awal Premier League musim ini. Setan Merah sempat kalah dari Hull City sebelum meraih kemenangan atas Ipswich Town. Setelah itu, mereka kehilangan kesempatan mengamankan tiga poin karena Everton mencetak gol penyama kedudukan pada pengujung pertandingan.

Namun, tim asuhan Michael Carrick langsung memberikan respons positif di kompetisi Eropa. Manchester United menghajar Sabah FC dengan skor 4-0 dalam pertandingan pertama Liga Champions di Old Trafford, Kamis (10/9/2026).

Kemenangan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri Bruno Fernandes dan rekan-rekannya menjelang Man United vs Man City.

Terlebih lagi, Old Trafford memberikan keuntungan besar bagi United sejak Carrick kembali menangani klub pada Januari 2026. Dalam 10 pertandingan kandang Premier League sejak periode tersebut, United membukukan sembilan kemenangan dan hanya sekali kalah.

Menariknya, mereka selalu mencetak sedikitnya dua gol dalam sembilan kemenangan itu. United juga menyapu bersih tiga pertandingan kandang terakhir, walaupun lini pertahanan selalu memberikan dua gol kepada lawan dalam masing-masing laga tersebut.

Michael Carrick Mengejar Catatan Langka

Carrick mempunyai pengalaman menyenangkan ketika menghadapi Manchester City setelah kembali memimpin United. Pada pertemuan sebelumnya di Old Trafford, Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu masing-masing mencetak gol untuk membawa Setan Merah menang 2-0.

Karena itu, Carrick kini mempunyai peluang mencatat sejarah tersendiri. Jika United kembali mengalahkan City, ia akan menjadi pelatih ketiga Manchester United yang memenangkan dua pertandingan liga pertamanya melawan rival sekota tersebut.

A.H. Albut lebih dahulu melakukannya pada 1895. Kemudian, John Bentley mencatat pencapaian serupa pada 1913.

Meski demikian, Carrick masih menunggu perkembangan kondisi Luke Shaw. Bek kiri tersebut mendekati pertandingan ke-300 bersama Manchester United, tetapi masalah kebugaran membuat tim pelatih belum memastikan keterlibatannya dalam derbi.

Carrick sebelumnya memilih tidak mengambil risiko dengan kondisi Shaw saat United menghadapi Sabah FC. Tim medis dan staf pelatih akan terus mengevaluasi kebugarannya menjelang pertandingan melawan City.

Manchester City Mengejar Empat Kemenangan Beruntun

Berbeda dari rivalnya, Manchester City memasuki derbi dengan catatan sempurna di Premier League. City berhasil memenangkan tiga pertandingan pertama musim 2026-2027.

Mereka kemudian melanjutkan tren positif di Liga Champions. City menundukkan FC Porto 2-0 pada pertandingan pembuka fase liga kompetisi Eropa tersebut.

Kini, pasukan Enzo Maresca membidik kemenangan keempat secara beruntun di Premier League. Jika berhasil menaklukkan United, City akan mencatat start empat kemenangan untuk ketujuh kalinya dalam sejarah klub di kompetisi tersebut.

Walaupun demikian, start sempurna tidak selalu berakhir dengan gelar juara. Dari enam kesempatan sebelumnya saat City membuka musim melalui empat kemenangan, mereka hanya dua kali mengakhiri kompetisi sebagai juara, yaitu pada 2011-2012 dan 2023-2024.

Pertandingan di Old Trafford juga akan memberikan pengalaman baru bagi Maresca. Pelatih asal Italia tersebut akan menjalani derbi Manchester pertamanya sebagai juru taktik City.

Man United vs Man City

Antoine Semenyo (kiri) dibayangi Luke Shaw (kanan) dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United vs Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris.

Erling Haaland Jadi Ancaman Utama Pertahanan United

Manchester United tentu harus memberikan perhatian khusus kepada Erling Haaland. Striker asal Norwegia tersebut kembali memperlihatkan produktivitasnya pada awal musim.

Haaland mencetak gol dalam pertandingan liga terakhir City. Selanjutnya, ia menyumbangkan dua gol ketika timnya menghadapi Porto di Liga Champions.

Selain sedang produktif, Haaland mempunyai rekam jejak berbahaya saat menghadapi Manchester United. Ia telah mengoleksi delapan gol dari tujuh penampilan Premier League dalam derbi Manchester.

Catatan itu termasuk hat-trick yang ia bukukan dalam pertemuan pertamanya dengan United pada 2022.

Dalam sejarah Premier League, hanya Mohamed Salah dan Alan Shearer yang memiliki jumlah gol lebih banyak ke gawang Manchester United. Salah mengoleksi 13 gol, sedangkan Shearer mencatat 10 gol.

Namun, Haaland belum terlalu dominan ketika tampil di Old Trafford karena baru mencetak dua gol derbi di stadion tersebut. Kendati demikian, City selalu meraih kemenangan ketika Haaland berhasil membobol gawang United dalam pertandingan derbi.

Rekor Pertemuan Membuat Derbi Sulit Ditebak

Catatan kandang Manchester United dan performa awal musim Manchester City membuat Man United vs Man City menawarkan persaingan menarik.

United belum pernah memenangkan dua pertandingan kandang Premier League secara beruntun atas City sejak era Sir Alex Ferguson. Mereka terakhir kali mencatat tiga kemenangan kandang berturut-turut melawan rival sekotanya pada periode 2008-2009 hingga 2010-2011.

Namun, City juga tidak selalu dominan dalam beberapa pertemuan terbaru.

Dalam empat pertandingan Premier League terakhir melawan United, City hanya mengemas satu kemenangan. Sementara itu, United meraih dua kemenangan dan satu pertandingan lainnya berakhir imbang.

Bahkan, jika memperluas catatan ke enam pertemuan terakhir di berbagai kesempatan yang disebutkan, City hanya meraih satu kemenangan atas rival sekotanya.

Derbi kali ini juga menghadirkan perubahan besar di sisi teknis Manchester City. Untuk pertama kalinya sejak Maret 2016 atau dalam rentang 28 derbi, Pep Guardiola tidak memimpin City dari pinggir lapangan.

Selama masa kepemimpinannya, Guardiola pernah membawa City mencatat tujuh kemenangan di Old Trafford. Kini, Maresca menghadapi tugas mempertahankan daya saing tim dalam salah satu pertandingan dengan tensi tertinggi di Inggris.

Derbi Manchester Jadi Tolok Ukur Perkembangan Kedua Tim

Mantan gelandang Manchester United, Paul Ince, melihat pertandingan ini sebagai ujian penting bagi perkembangan Setan Merah.

Menurutnya, Manchester City memiliki kualitas kuat di lini tengah sekaligus ancaman besar melalui Haaland. Selain itu, Phil Foden mulai menunjukkan peningkatan performa sehingga membuat lini serang City semakin berbahaya.

Di sisi lain, United mempunyai kesempatan membuktikan perkembangan mereka di bawah Carrick. Kemenangan atas Sabah FC memberikan tambahan kepercayaan diri, sementara performa kandang mereka sepanjang 2026 menawarkan alasan untuk optimistis.

Namun, derbi Manchester kerap menghadirkan dinamika berbeda dibandingkan pertandingan biasa. Catatan performa sebelum pertandingan tidak selalu menentukan hasil ketika kedua rival bertemu.

Karena itu, duel ke-199 ini bukan hanya menjadi pertarungan memperebutkan tiga poin. Manchester United ingin mempertegas kebangkitan mereka di Old Trafford, sedangkan Manchester City berusaha menjaga start sempurna sekaligus membuktikan kekuatan mereka pada era baru bersama Maresca.

Dengan Haaland yang sedang produktif, rekor kandang United yang impresif, serta rivalitas panjang kedua klub, Old Trafford berpotensi kembali menjadi panggung pertandingan sengit pada Man United vs Man City.