Perpustakaan – Nasional Republik Indonesia bersama Goethe-Institut Indonesia resmi memulai kerja sama baru di bidang perpustakaan yang berfokus pada peningkatan literasi budaya dan perluasan akses pengetahuan antara Indonesia dan Jerman. Kedua lembaga ini menempatkan perpustakaan sebagai pusat interaksi pengetahuan global, bukan hanya tempat penyimpanan buku.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Gedung Perpusnas, Jakarta, dengan kehadiran Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso dan Direktur Goethe-Institut wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Constanze Michel. Momentum ini menandai awal kolaborasi jangka panjang yang menghubungkan dua negara melalui jalur literasi dan budaya.
Perpustakaan Berubah Menjadi Ruang Dialog Global
Joko Santoso menekankan bahwa perpustakaan modern harus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan kini berperan sebagai ruang dialog, tempat pembelajaran sepanjang hayat, serta pusat kolaborasi antarbangsa.
Ia juga menyoroti pentingnya akses pengetahuan dalam membangun pemahaman lintas budaya. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Jerman membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal literatur, sejarah, seni, dan perkembangan sosial kedua negara.
Perpusnas terus mendorong transformasi layanan perpustakaan agar masyarakat dapat menikmati akses informasi yang lebih terbuka. Program kerja sama ini memperkuat arah tersebut dengan menghadirkan pertukaran pengetahuan yang lebih intensif.
Program Kolaboratif untuk Penguatan Literasi
Kedua lembaga sepakat menjalankan berbagai program bersama yang mencakup pengembangan koleksi literatur Jerman, penyelenggaraan seminar, lokakarya, konferensi, serta pameran budaya. Program ini juga membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan edukasi yang melibatkan pustakawan dan masyarakat umum.
Selain itu, Perpusnas dan Goethe-Institut merancang program peningkatan kapasitas pustakawan melalui pelatihan dan pertukaran pengalaman. Para pustakawan akan mempelajari metode pengelolaan perpustakaan modern yang lebih interaktif dan berbasis kebutuhan pengguna.
Kolaborasi ini juga mendorong penguatan jaringan perpustakaan antara Indonesia dan Jerman. Kedua pihak ingin membangun ekosistem pengetahuan yang lebih terbuka dan berkelanjutan.

Goethe-Institut Indonesia menyerahkan 287 judul koleksi untuk memperkaya German Corner di lantai 20 Perpusnas, Jakarta Pusat, sebagai langkah penguatan literasi kebudayaan Indonesia-Jerman pada Selasa (26/5/2026).
Koleksi Baru Perkaya German Corner Perpusnas
Sebagai langkah awal kerja sama, Goethe-Institut Indonesia menyerahkan 287 judul koleksi buku untuk memperkaya German Corner di lantai 20 Gedung Perpusnas. Koleksi ini menghadirkan berbagai topik seperti sastra anak, arsitektur, sejarah, novel, perjalanan, hingga kajian migrasi.
Perpusnas menempatkan koleksi tersebut sebagai sumber penting untuk memperluas wawasan masyarakat Indonesia tentang Jerman. Koleksi ini juga membuka kesempatan bagi pembaca untuk memahami perkembangan budaya dan sosial Jerman secara lebih mendalam.
Goethe-Institut berencana memperbarui koleksi tersebut selama lima tahun ke depan. Setelah periode tersebut, Perpusnas akan mengintegrasikan koleksi ke layanan literatur mancanegara agar masyarakat dapat mengaksesnya secara lebih luas.
Diplomasi Budaya dan Penguatan Kapasitas SDM
Ralf Beste, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada buku. Ia melihat penguatan sumber daya manusia di bidang perpustakaan sebagai elemen penting dalam kolaborasi ini.
Ia menjelaskan bahwa program pelatihan, pengembangan kompetensi, dan pertukaran pengetahuan akan membantu membangun ekosistem perpustakaan yang lebih profesional. Menurutnya, pengetahuan berperan penting dalam mendorong kemajuan masyarakat modern.
Kolaborasi ini juga memperkuat hubungan diplomasi budaya antara Indonesia dan Jerman melalui jalur pendidikan dan literasi. Kedua negara melihat perpustakaan sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat lintas budaya.
Goethe-Institut Dorong Akses Informasi Jerman
Constanze Michel menjelaskan bahwa Goethe-Institut memiliki misi utama untuk menghadirkan informasi tentang Jerman secara lengkap, relevan, dan mudah diakses oleh masyarakat global.
Ia menilai perpustakaan menjadi tempat ideal untuk menjalankan misi tersebut karena menghadirkan ruang belajar, diskusi, dan pertukaran gagasan. Perpustakaan juga memberi ruang bagi masyarakat untuk mengeksplorasi pengetahuan baru secara mandiri.
Melalui kerja sama dengan Perpusnas, Goethe-Institut ingin memperluas jangkauan informasi tentang Jerman ke seluruh Indonesia. Masyarakat dapat mengakses literatur yang mencakup budaya, sejarah, seni, hingga isu kontemporer.
Penguatan Hubungan Indonesia–Jerman Melalui Literasi
Kolaborasi ini memperlihatkan komitmen Indonesia dan Jerman dalam memperkuat hubungan budaya melalui literasi. Kedua negara menempatkan perpustakaan sebagai pusat pertukaran pengetahuan yang mendukung pemahaman lintas budaya.
Perpusnas dan Goethe-Institut terus membangun kerja sama jangka panjang yang fokus pada pengembangan literasi global. Program ini mendorong masyarakat untuk lebih terbuka terhadap informasi dan budaya internasional.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, perpustakaan di Indonesia bergerak menuju sistem yang lebih modern, inklusif, dan terhubung dengan jaringan pengetahuan dunia. Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan berkembang melalui akses informasi yang lebih luas.