Di Kebun Binatang – Guadalajara, Meksiko, terdapat kisah menarik sekaligus menyentuh tentang seekor bayi monyet patas bernama Yuji. Primata kecil ini menjadi perhatian publik karena harus menjalani kehidupan awalnya tanpa pengasuhan induk secara alami. Dalam dunia konservasi satwa, kasus seperti ini bukan hal yang sepenuhnya langka, namun tetap menjadi sorotan karena menyangkut kesejahteraan hewan dan etika pengasuhan di penangkaran.

Yuji kini berusia sekitar enam minggu dan menjadi salah satu contoh terbaru dari praktik pengasuhan buatan yang di lakukan oleh tim medis di pusat rehabilitasi satwa kebun binatang tersebut.

Kondisi Kelahiran dan Penolakan Induk

Yuji lahir pada 3 Maret 2026 dengan berat hanya sekitar 443 gram. Sejak awal, kondisi kelahirannya sudah menunjukkan adanya tantangan serius. Induknya, Kamaria, yang baru pertama kali menjadi ibu, mengalami kesulitan dalam merawat dan memegang bayinya dengan benar. Akibatnya, bayi monyet tersebut tidak dapat menempel atau berinteraksi secara normal dengan induknya seperti yang terjadi pada primata di alam liar.

Melihat kondisi tersebut, tim dokter hewan segera mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan nyawa Yuji. Ia kemudian di pisahkan dari induknya dan di pindahkan ke inkubator di fasilitas CIMBA (Pusat Komprehensif Kedokteran dan Kesejahteraan Hewan) untuk menjaga suhu tubuh dan kondisi kesehatannya tetap stabil.

Proses Perawatan Intensif di CIMBA

Sejak di pindahkan ke perawatan intensif, Yuji berada di bawah pengawasan ketat sekitar 12 dokter hewan dan ahli biologi. Ia mendapatkan perawatan selama 24 jam penuh pada minggu-minggu awal kehidupannya. Nutrisi utamanya berasal dari susu formula khusus yang di sesuaikan untuk kebutuhan bayi primata.

Proses ini dikenal sebagai pengasuhan buatan, yaitu metode yang di gunakan dalam konservasi satwa untuk menggantikan peran induk ketika tidak mampu menjalankan fungsi pengasuhan. Tujuannya adalah memberikan kesempatan hidup terbaik bagi hewan yang rentan, terutama dalam fase awal perkembangan yang sangat kritis.

Kisah Yuji

Bayi monyet bernama Yuji (Erythrocebus patas) diberi susu botol oleh para perawatnya sambil memeluk boneka anjing di Kebun Binatang Guadalajara, Jalisco, Meksiko, pada 16 April 2026.

Peran Boneka sebagai Pengganti Induk

Salah satu aspek paling unik dari perawatan Yuji adalah penggunaan boneka binatang sebagai pengganti figur induk. Bayi monyet ini diketahui selalu berpegangan pada boneka anjing yang diberikan oleh tim perawat. Boneka tersebut berfungsi sebagai sumber rasa aman dan kenyamanan emosional bagi Yuji.

Untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi, tim perawatan secara bergantian menyediakan beberapa boneka, termasuk boneka beruang dan monyet. Sistem rotasi ini memastikan bahwa Yuji selalu memiliki objek yang bersih untuk dipeluk, sekaligus memberikan stimulasi emosional yang konsisten.

Perkembangan Fisik dan Jadwal Perawatan Harian

Seiring bertambahnya usia, kondisi Yuji menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Berat badannya kini meningkat menjadi sekitar 673 gram. Ia juga mulai memiliki pola tidur yang lebih stabil serta respons yang lebih aktif terhadap lingkungan sekitarnya.

Jadwal perawatan Yuji di atur secara ketat, termasuk pemberian susu sebanyak empat kali sehari. Botol susu pertama di berikan pada pukul 07.00 pagi. Selain itu, kandangnya juga dilengkapi dengan fasilitas seperti ayunan kecil dan tali untuk membantu stimulasi motorik serta perkembangan fisiknya.

Para pengasuh terus menyesuaikan rutinitas ini sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan Yuji, termasuk penambahan variasi aktivitas agar ia tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga secara perilaku.

Rencana Reintroduksi ke Kelompok Sosial

Saat ini, belum ada jadwal pasti kapan Yuji akan di pindahkan ke habitat yang lebih luas bersama kelompok monyet patas lainnya. Di kebun binatang tersebut terdapat sekitar 12 monyet patas dewasa dan beberapa bayi lain yang hidup dalam kelompok sosial.

Menurut tim dokter hewan, proses pemindahan ini sangat bergantung pada perkembangan kemampuan Yuji dalam mengonsumsi makanan padat dan proses penyapihan dari susu formula. Perkiraan awal menunjukkan bahwa hal ini dapat terjadi ketika Yuji berusia sekitar enam bulan.

Kontroversi Pengasuhan Buatan dan Perspektif Aktivis

Meskipun kisah Yuji mendapatkan banyak perhatian positif dari publik, praktik pengasuhan buatan ini tidak lepas dari kritik. Sebagian aktivis hak hewan berpendapat bahwa tidak ada pengganti yang benar-benar setara dengan induk dan habitat alami.

Mereka menekankan bahwa setiap hewan seharusnya memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan alaminya. Menurut pandangan ini, intervensi manusia, meskipun bertujuan baik, tetap tidak dapat menggantikan peran ekosistem asli.

Namun, pihak kebun binatang menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, intervensi seperti ini merupakan satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa hewan yang tidak dapat bertahan hidup sendiri. Tanpa bantuan manusia, Yuji di perkirakan tidak akan mampu bertahan dalam kondisi awal kehidupannya.

Kesimpulan

Kisah Yuji menggambarkan dilema antara konservasi modern dan etika perlindungan hewan. Di satu sisi, pengasuhan buatan memberikan kesempatan hidup bagi individu yang rentan. Di sisi lain, muncul pertanyaan tentang sejauh mana manusia seharusnya campur tangan dalam proses alami kehidupan satwa liar.

Dengan perawatan intensif di Kebun Binatang Guadalajara, Yuji kini memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang. Namun, perjalanan hidupnya masih panjang, dan keberhasilannya akan sangat bergantung pada proses adaptasi di masa mendatang.