Peristiwa Banjir – Kembali melanda wilayah Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak sore hari pada Sabtu (18/4/2026) menyebabkan sejumlah aliran sungai di wilayah tersebut meluap dan menggenangi permukiman warga. Bencana ini berdampak cukup luas, dengan ratusan rumah warga terendam air hingga malam hari.

Kondisi ini menambah daftar wilayah rawan banjir di Kabupaten Bogor yang memang memiliki topografi dan aliran sungai yang rentan meluap saat curah hujan tinggi terjadi secara terus-menerus.

Kronologi Terjadinya Banjir di Cigudeg

Berdasarkan informasi dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, genangan air mulai muncul sekitar pukul 19.00 WIB. Sebelumnya, hujan deras telah mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari tanpa jeda, sehingga menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan pada beberapa sungai utama.

Tiga aliran sungai yang mengalami peningkatan volume air cukup drastis adalah Kali Cisuda, Kali Cidangdeur, dan Kali Cibungur. Ketiga sungai ini kemudian meluap dan mengalir ke wilayah permukiman yang berada di dataran rendah serta bantaran sungai.

Air yang meluap tersebut dengan cepat memasuki area pemukiman warga, terutama di kampung-kampung yang letaknya berdekatan dengan aliran sungai.

Wilayah Terdampak dan Dampak terhadap Warga

Sejumlah wilayah yang terdampak banjir di antaranya adalah Kampung Lebak Wangi Pasar, Lebak Wangi Girang, Pasir Sereh, serta Kampung Kadaung. Dari beberapa lokasi tersebut, Kampung Kadaung menjadi area yang mengalami dampak paling signifikan.

Di wilayah tersebut tercatat sebanyak 199 rumah warga terdampak banjir. Rumah-rumah tersebut di huni oleh 199 kepala keluarga atau sekitar 658 jiwa. Meskipun tidak di laporkan adanya kerusakan struktural yang berat, kondisi rumah yang terendam air bercampur lumpur membuat aktivitas warga terganggu secara signifikan.

Selain permukiman, fasilitas pendidikan berbasis keagamaan berupa pondok pesantren di wilayah Lebak Wangi Hilir dan Pasir Sereh juga ikut terdampak genangan air. Hal ini menyebabkan aktivitas belajar mengajar sementara di hentikan demi keselamatan para santri.

Banjir di Bogor

Banjir di Bogor

Respons BPBD dan Proses Evakuasi Warga

Pihak BPBD Kabupaten Bogor segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat begitu laporan banjir di terima. Petugas melakukan pemantauan, pendataan, serta membantu proses evakuasi warga di beberapa titik terdampak.

Beberapa warga yang rumahnya mengalami genangan cukup parah memilih untuk mengungsi secara mandiri. Tercatat sekitar enam kepala keluarga atau 23 jiwa dari Kampung Lebak Wangi Pasar harus meninggalkan rumah mereka sementara waktu dan mengungsi ke Masjid Al-Kautsar yang di jadikan sebagai lokasi penampungan darurat.

Evakuasi ini di lakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir susulan serta kondisi rumah yang masih dipenuhi lumpur dan air.

Kondisi Terkini dan Kebutuhan Mendesak Warga

Seiring berjalannya waktu, genangan air di beberapa titik mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Namun, meskipun air telah berangsur turun, dampak sisa banjir masih dirasakan oleh masyarakat. Lumpur tebal yang tertinggal di dalam rumah membuat warga membutuhkan waktu untuk membersihkan tempat tinggal mereka.

BPBD Kabupaten Bogor mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang saat ini di perlukan oleh warga terdampak, antara lain kasur, pakaian layak pakai, serta bantuan logistik tanggap darurat. Kebutuhan ini penting untuk menunjang aktivitas sementara warga yang masih berada dalam kondisi pemulihan pasca-banjir.

Petugas di lapangan juga masih terus melakukan distribusi bantuan serta membantu warga dalam proses pembersihan lingkungan.

Upaya Penanganan dan Mitigasi Bencana

Peristiwa banjir ini kembali menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan banjir seperti Cigudeg. Kondisi geografis yang berada di sekitar aliran sungai menjadikan kawasan ini rentan terhadap luapan air ketika curah hujan meningkat.

Ke depan, di perlukan upaya yang lebih terstruktur dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), peningkatan sistem peringatan dini, serta penataan permukiman di bantaran sungai. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko korban dan kerugian.

Kesimpulan

Banjir yang terjadi di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa cuaca ekstrem masih menjadi ancaman serius bagi wilayah permukiman di sekitar sungai. Ratusan rumah terdampak, sejumlah warga harus mengungsi, dan aktivitas masyarakat terganggu akibat genangan air yang cukup luas.

Meskipun kondisi mulai membaik, penanganan pasca-banjir dan pemenuhan kebutuhan dasar warga tetap menjadi prioritas utama. Kejadian ini di harapkan dapat menjadi evaluasi bersama dalam memperkuat sistem mitigasi bencana agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.