Tradisi mudik – Selalu menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran di Indonesia. Setiap tahun, jutaan masyarakat melakukan perjalanan menuju kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, keselamatan selama perjalanan menjadi perhatian utama berbagai pihak, terutama aparat keamanan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan masyarakat agar selalu memprioritaskan keselamatan selama perjalanan mudik. Ia menegaskan bahwa setiap pemudik perlu menjaga kondisi fisik, mematuhi aturan lalu lintas, serta menghindari perilaku berkendara yang berisiko.
Imbauan tersebut ia sampaikan setelah mengikuti kegiatan Safari Ramadan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan berbagai langkah yang telah disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Selain itu, kepolisian bersama berbagai pihak terkait telah mengerahkan personel di sejumlah titik strategis. Langkah ini bertujuan untuk memberikan pelayanan serta memastikan keamanan masyarakat selama masa mudik.
Operasi Ketupat 2026 untuk Mengawal Arus Mudik Nasional
Dalam rangka menghadapi mobilitas masyarakat yang sangat besar, kepolisian menggelar Operasi Ketupat 2026 sebagai bentuk pengamanan terpadu selama periode Lebaran. Melalui operasi ini, aparat keamanan melakukan pengaturan lalu lintas, pengawasan jalur transportasi, serta memberikan layanan bagi para pemudik.
Polri juga melibatkan berbagai instansi terkait untuk memastikan koordinasi berjalan dengan baik. Sinergi antar lembaga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan selama masa mudik.
Kapolri juga mengingatkan para pemudik agar tidak memaksakan diri saat berkendara. Jika kondisi tubuh mulai lelah, pemudik sebaiknya berhenti sejenak dan memanfaatkan fasilitas istirahat yang tersedia di sepanjang jalur perjalanan.
Dengan pendekatan tersebut, kepolisian berharap para pemudik dapat mencapai tujuan dengan aman tanpa menghadapi risiko kecelakaan akibat kelelahan.

Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mapolda Jawa Timur.
Prediksi Pergerakan 143,9 Juta Pemudik
Pada tahun ini, pemerintah memperkirakan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka tersebut menunjukkan besarnya mobilitas masyarakat selama musim Lebaran.
Untuk mengantisipasi tingginya pergerakan tersebut, kepolisian menyiapkan ribuan posko di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, terdapat 2.746 posko yang berfungsi mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.
Posko tersebut terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan yang bertugas mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan di titik-titik strategis. Selain itu, kepolisian juga menyediakan 779 Pos Pelayanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat selama perjalanan.
Sementara itu, 343 Pos Terpadu berperan sebagai pusat koordinasi operasional yang mengintegrasikan berbagai layanan bagi pemudik.
Pengamanan Ribuan Objek Penting Selama Lebaran
Selain mengatur arus lalu lintas, aparat keamanan juga mengawasi berbagai objek penting yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat selama Lebaran. Total terdapat 185.608 objek pengamanan yang menjadi fokus perhatian selama periode tersebut.
Objek tersebut meliputi 121.803 masjid atau tempat pelaksanaan salat Idulfitri, 4.666 lokasi wisata, serta 2.966 pusat perbelanjaan. Selain itu, pengamanan juga mencakup berbagai fasilitas transportasi seperti terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, serta bandara.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga keamanan masyarakat yang melakukan aktivitas keagamaan, wisata, maupun perjalanan selama libur Lebaran.
Penyediaan Rest Area dan Fasilitas Istirahat
Selama perjalanan mudik, pemudik membutuhkan fasilitas istirahat yang memadai agar dapat menjaga kondisi fisik. Oleh karena itu, pemerintah bersama kepolisian menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di sepanjang jalur perjalanan.
Sebanyak 62 rest area di jalur tol telah dilengkapi berbagai fasilitas penting seperti stasiun pengisian bahan bakar serta stasiun pengisian kendaraan listrik. Kehadiran fasilitas ini memudahkan pemudik dalam memenuhi kebutuhan perjalanan mereka.
Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan 48 unit pelaksana penimbangan kendaraan atau jembatan timbang sebagai lokasi istirahat bagi pemudik di jalur arteri. Dengan adanya tambahan lokasi istirahat tersebut, pemudik memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk berhenti sejenak dan memulihkan kondisi.
Layanan Kepolisian dan Pengamanan Rumah Warga
Kapolri juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian jika menghadapi kendala selama perjalanan. Masyarakat dapat menghubungi nomor layanan darurat 110 untuk mendapatkan bantuan secara cepat.
Melalui layanan tersebut, petugas kepolisian dapat merespons berbagai laporan masyarakat yang berkaitan dengan kondisi perjalanan maupun situasi keamanan.
Selain itu, kepolisian juga memberikan solusi bagi masyarakat yang meninggalkan rumah dalam keadaan kosong selama mudik. Warga dapat melaporkan kondisi tersebut ke kantor polisi terdekat agar petugas dapat membantu melakukan pengawasan terhadap properti yang ditinggalkan.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah tindak kejahatan yang sering terjadi pada rumah kosong selama masa libur panjang.
Dengan berbagai upaya tersebut, kepolisian berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, tertib, serta penuh rasa nyaman hingga kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.