Kebakaran Desa Adat Sade mengundang kepedulian dari berbagai pihak, termasuk wisatawan mancanegara yang sedang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah turis asing mendatangi posko terpadu untuk menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah tersebut.

Para wisatawan membawa berbagai kebutuhan sehari-hari yang dapat membantu masyarakat selama menjalani masa pemulihan. Mereka menyerahkan bantuan langsung ke posko terpadu yang berada tidak jauh dari kawasan Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah.

Aksi kemanusiaan tersebut menunjukkan perhatian wisatawan asing terhadap masyarakat lokal yang tengah menghadapi situasi sulit. Bantuan datang bersama dukungan dari berbagai instansi, perusahaan swasta, hingga figur publik dari Jakarta.

Turis Spanyol Datangi Desa Adat Sade

Salah satu wisatawan yang ikut membantu korban kebakaran Desa Adat Sade ialah Ivan. Turis asal Spanyol tersebut mengetahui kabar mengenai musibah itu melalui media sosial Instagram.

Ketika kebakaran terjadi, Ivan sedang tinggal di kawasan Kuta Mandalika. Informasi yang beredar di media sosial kemudian mendorongnya mendatangi Desa Sade untuk melihat langsung kondisi warga setelah api melanda permukiman mereka.

Ivan tidak datang seorang diri. Ia bersama komunitasnya mengumpulkan berbagai kebutuhan pokok untuk membantu masyarakat terdampak. Mereka kemudian membawa beras, mi, air mineral, serta kopi menuju lokasi pengumpulan bantuan.

Ivan menjelaskan bahwa komunitas warga Spanyol yang tinggal di kawasan tersebut ingin ikut meringankan beban masyarakat Desa Sade. Karena itu, mereka memilih beberapa kebutuhan yang dapat langsung warga manfaatkan selama menghadapi kondisi darurat.

Pada Minggu, 23 Agustus 2026, Ivan menyampaikan bahwa kelompoknya membawa berbagai kebutuhan tersebut sebagai bentuk bantuan bagi masyarakat setempat.

Kebakaran Desa Adat Sade

Sejumlah turis asing ikut salurkan bantuan untuk korban kebakaran Desa Adat Sade.

Bantuan untuk Korban Kebakaran Terus Berdatangan

Kepedulian terhadap korban kebakaran Desa Adat Sade tidak hanya datang dari wisatawan mancanegara. Sejumlah instansi, pihak swasta, serta artis dari ibu kota juga ikut mengirimkan bantuan.

Beragam kebutuhan pokok telah memenuhi posko terpadu di sekitar lokasi. Bantuan tersebut antara lain mencakup sembako dan air mineral. Selain itu, masyarakat menerima selimut serta matras tidur untuk mendukung kebutuhan selama mereka belum dapat kembali ke rumah.

Keberadaan berbagai bantuan menjadi penting karena kebakaran membuat sejumlah warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat membutuhkan kebutuhan dasar untuk menjalani aktivitas sehari-hari sambil menunggu proses pemulihan.

Petugas dan pihak terkait juga membuka posko kesehatan di sekitar kawasan terdampak. Posko tersebut mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat setelah kebakaran melanda desa adat yang juga terkenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Lombok tersebut.

Warga Sade Mengungsi ke Rumah Kerabat

Setelah kebakaran, warga terdampak memilih tinggal sementara di rumah keluarga dan kerabat yang berada di sekitar Desa Sade. Langkah tersebut menjadi solusi sementara karena mereka belum dapat menempati kembali rumah yang terdampak musibah.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tempat tinggal masyarakat. Kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga yang selama ini berkaitan erat dengan sektor pariwisata.

Desa Adat Sade memiliki keterkaitan kuat dengan tradisi masyarakat setempat, termasuk aktivitas pembuatan dan penjualan kain tenun. Wisatawan yang berkunjung biasanya dapat melihat kehidupan masyarakat sekaligus membeli produk tenun sebagai buah tangan.

Karena itu, pemulihan kawasan menjadi harapan besar bagi warga. Mereka ingin segera mempunyai tempat tinggal yang layak sehingga kehidupan sehari-hari dapat kembali berjalan.

Warga Berharap Desa Adat Sade Segera Pulih

Masyarakat berharap berbagai pihak dapat membantu mempercepat pembangunan kembali kawasan yang terdampak kebakaran. Pemulihan rumah menjadi salah satu kebutuhan utama agar warga dapat meninggalkan tempat pengungsian sementara dan kembali menjalani kehidupan di lingkungan mereka sendiri.

Selain membutuhkan rumah, masyarakat juga berharap dapat memulihkan aktivitas ekonomi. Warga ingin kembali menjual kain tenun kepada wisatawan yang datang mengunjungi Desa Adat Sade.

Harapan tersebut memiliki arti penting karena pariwisata menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Kehadiran wisatawan tidak hanya mengenalkan budaya lokal kepada pengunjung, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga untuk memperoleh penghasilan dari berbagai produk tradisional.

Di tengah proses pemulihan, bantuan dari wisatawan asing seperti Ivan dan komunitasnya menambah dukungan bagi masyarakat terdampak. Kepedulian juga terus mengalir dari instansi, sektor swasta, figur publik, serta berbagai kelompok lainnya.

Kini, masyarakat Desa Adat Sade menantikan proses pemulihan agar mereka dapat kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas seperti sebelumnya. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat membantu warga melewati masa sulit sekaligus menghidupkan kembali kegiatan ekonomi dan pariwisata di desa adat tersebut.