PT Perusahaan Gas Negara (PGN) – masih menghentikan sementara distribusi gas ke kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, menyusul insiden ledakan yang di duga di picu oleh kebocoran pipa gas bawah tanah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan warga sekaligus mendukung proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Hingga kini, tim teknis PGN bersama aparat kepolisian terus melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan sumber kebocoran. Selain itu, berbagai metode simulasi di terapkan agar proses investigasi dapat berjalan lebih akurat tanpa mengabaikan aspek keamanan di lingkungan sekitar.
PGN Hentikan Sementara Distribusi Gas Demi Keselamatan
General Manager Regional I PGN, Andi Sangga, menjelaskan bahwa penghentian aliran gas di lakukan sebagai langkah preventif selama proses investigasi berlangsung. Menurutnya, keputusan tersebut di ambil untuk meminimalkan risiko yang dapat membahayakan masyarakat maupun petugas di lapangan.
Ia menuturkan bahwa pada prinsipnya PGN telah menyiapkan skema untuk melakukan pengujian ulang terhadap jaringan distribusi gas. Namun, proses tersebut belum dapat dilakukan secara penuh karena perusahaan masih mengutamakan faktor keselamatan hingga penyelidikan selesai.
Dengan demikian, seluruh pelanggan di kawasan Grand Polonia masih belum dapat menikmati layanan gas seperti biasa. PGN meminta masyarakat bersabar hingga kondisi di nyatakan aman oleh tim investigasi dan pihak berwenang.
Simulasi Distribusi Gas Dilakukan untuk Menemukan Titik Kebocoran
Dalam proses pencarian sumber kebocoran, PGN bekerja sama dengan kepolisian menggunakan beberapa metode teknis. Salah satu langkah yang di tempuh ialah menghadirkan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung sebagai media simulasi distribusi gas.
Melalui metode tersebut, gas di injeksikan langsung ke jaringan rumah warga sehingga petugas dapat merekonstruksi kondisi saat aliran gas normal berlangsung. Pendekatan ini di harapkan mampu membantu tim mengidentifikasi lokasi kebocoran secara lebih presisi.
Selain itu, simulasi tersebut juga menjadi bagian dari proses reka ulang yang di lakukan berdasarkan arahan penyidik kepolisian. Dengan cara ini, setiap kemungkinan penyebab ledakan dapat di analisis secara menyeluruh sebelum di ambil kesimpulan akhir mengenai penyebab insiden.
PGN menegaskan bahwa setiap tahapan investigasi di lakukan dengan prosedur keselamatan yang ketat. Oleh karena itu, perusahaan belum membuka kembali pasokan gas hingga seluruh proses pemeriksaan di nyatakan selesai.

Petugas mengoperasikan alat berat usai ledakan di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026)
Ledakan di Grand Polonia Menewaskan Tiga Orang
Peristiwa ledakan terjadi di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan dugaan awal, insiden tersebut berkaitan dengan kebocoran pipa gas yang berada di bawah kawasan permukiman.
Akibat ledakan itu, sebanyak tujuh orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, tiga orang di laporkan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.
Seluruh korban telah di evakuasi oleh tim gabungan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di sisi lain, aparat kepolisian bersama PGN masih mengumpulkan berbagai data dan bukti di lokasi kejadian guna memastikan penyebab utama ledakan.
Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk evaluasi terhadap sistem distribusi gas di kawasan tersebut. Sementara itu, masyarakat di minta tetap mematuhi arahan petugas dan tidak mendekati area yang masih berada dalam proses pemeriksaan.
Kesimpulan
Penghentian sementara distribusi gas di Perumahan Grand Polonia merupakan langkah yang di ambil PGN untuk memastikan keselamatan masyarakat selama investigasi berlangsung. Bersama kepolisian, perusahaan terus melakukan simulasi distribusi gas dan pemeriksaan jaringan guna menemukan titik kebocoran yang di duga menjadi penyebab ledakan.
Seiring berjalannya proses penyelidikan, di harapkan penyebab pasti insiden dapat segera terungkap sehingga langkah perbaikan dapat di lakukan. Dengan demikian, layanan distribusi gas dapat kembali beroperasi setelah seluruh aspek keamanan di pastikan memenuhi standar yang berlaku.