Banjir Bandang Dan Longsor – Yang melanda Kabupaten Pidie Jaya meninggalkan dampak berat bagi masyarakat. Lumpur tebal menimbun rumah-rumah warga dan memaksa ratusan orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Hingga kini, warga masih berharap bantuan nyata untuk membersihkan rumah yang tertutup lumpur karena mereka tidak sanggup bekerja sendiri.
Kondisi ini tidak hanya menyulitkan aktivitas harian, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan keluarga. Oleh karena itu, warga terus menyuarakan kebutuhan akan bantuan alat berat, peralatan kebersihan, serta relawan agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Warga Tidak Mampu Membersihkan Rumah Secara Mandiri
Kepala Desa Blang Cut, Muhammad Jamin, menjelaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembersihan rumah warga. Menurutnya, lumpur yang masuk ke rumah memiliki ketebalan cukup tinggi sehingga warga tidak sanggup membersihkannya hanya dengan tenaga sendiri.
Selain rumah warga, lumpur juga menutup sejumlah ruas jalan desa. Akibatnya, akses transportasi sempat terhambat. Saat ini, berbagai pihak mulai melakukan pembersihan jalan dengan mengerahkan alat berat. Namun demikian, pembersihan area permukiman masih membutuhkan perhatian lebih serius.

Endapan lumpur di salah satu wilayah di Pidie Jaya (Dok: Antara)
Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi
Akibat rumah yang tidak dapat ditempati, sebanyak 435 jiwa dari Desa Blang Cut terpaksa mengungsi. Pada malam hari, warga memilih bermalam di Komplek Kantor Bupati Pidie Jaya. Sementara itu, pada pagi hingga sore hari, mereka kembali ke kampung untuk melihat kondisi rumah dan mengerjakan hal-hal yang masih memungkinkan.
Situasi ini menimbulkan kelelahan fisik dan mental bagi warga. Namun demikian, warga tetap berusaha bertahan sambil berharap adanya percepatan penanganan dari berbagai pihak. Mereka ingin kembali tinggal di rumah sendiri meskipun dalam kondisi terbatas.
Kebutuhan Alat Berat dan Peralatan Manual
Selain alat berat untuk mengeruk lumpur di halaman rumah, warga juga membutuhkan peralatan manual seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong. Dengan alat-alat tersebut, warga dapat melanjutkan pembersihan bagian dalam rumah secara bertahap.
Muhammad Jamin juga berharap kehadiran relawan dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Menurutnya, kerja bersama akan sangat meringankan beban warga yang saat ini kehilangan hampir seluruh barang rumah tangga.
Harapan Rumah Bersih Sebelum Ramadan
Warga Pidie Jaya juga menyampaikan harapan agar proses pembersihan dapat selesai sebelum bulan Ramadan. Bagi mereka, Ramadan memiliki makna penting sehingga mereka ingin menjalankannya di rumah sendiri meskipun dengan segala keterbatasan.
Warga menyadari bahwa kondisi rumah belum sepenuhnya pulih. Namun, mereka tetap berharap dapat tinggal di rumah yang bersih dan aman saat Ramadan tiba. Oleh karena itu, mereka terus memohon percepatan pembersihan lumpur di lingkungan permukiman.
Suara Warga dari Gampong Manyang Cut
Hal serupa juga disampaikan Rohana, warga Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu. Ia dan keluarganya menghadapi kondisi yang tidak jauh berbeda. Lumpur menutup halaman rumah dengan ketinggian yang cukup signifikan.
Rohana bersama suaminya mencoba membersihkan rumah secara perlahan. Namun, lumpur setinggi sekitar 1,5 meter membuat pekerjaan tersebut sangat berat. Setiap kali hujan turun, air kembali masuk ke rumah karena permukaan tanah di luar lebih tinggi dibanding lantai rumah.
Keterbatasan Ekonomi Perparah Kondisi Warga
Rohana juga mengungkapkan keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi. Ia tidak memiliki cukup uang untuk membayar jasa pembersihan. Selain itu, hampir seluruh barang di rumah rusak dan tidak dapat digunakan lagi.
Kondisi ini membuat warga semakin bergantung pada bantuan pemerintah dan pihak lain. Tanpa alat berat dan bantuan tenaga, proses pembersihan akan berlangsung sangat lama dan berisiko menimbulkan masalah kesehatan.
Harapan Penambahan Alat Berat dan Dukungan Berkelanjutan
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat menambah jumlah alat berat untuk membersihkan wilayah yang paling parah terdampak lumpur. Mereka juga berharap adanya distribusi peralatan kebersihan secara merata agar semua warga dapat mulai membersihkan rumah masing-masing.
Dengan dukungan yang tepat, warga yakin dapat memulihkan lingkungan tempat tinggal mereka secara bertahap. Selain itu, bantuan yang cepat dan terkoordinasi akan membantu warga bangkit lebih cepat dari dampak bencana.
Pemulihan Lingkungan Jadi Kunci Bangkitnya Warga
Banjir bandang di Pidie Jaya tidak hanya merusak rumah dan lahan, tetapi juga mengguncang kehidupan sosial dan ekonomi warga. Oleh karena itu, pemulihan lingkungan menjadi langkah penting untuk mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi yang lebih stabil.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, warga Pidie Jaya berharap dapat segera membersihkan rumah, kembali menetap, dan menjalani kehidupan dengan lebih aman dan layak.