Pemerintah – Mengambil langkah kehati-hatian dalam agenda kenegaraan di wilayah Papua Pegunungan. Gibran Rakabuming menunda kunjungan kerjanya ke Yahukimo setelah aparat keamanan menyampaikan rekomendasi khusus. Keputusan ini muncul demi menjaga keselamatan Wakil Presiden beserta seluruh rombongan.

Penundaan tersebut terjadi setelah Panglima Kodam XVII/Cendrawasih sekaligus Komandan Satgas Pengamanan VVIP, Amrin Ibrahim, menerima laporan intelijen terbaru. Laporan itu menunjukkan adanya aktivitas kelompok tertentu yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Yahukimo. Oleh karena itu, aparat keamanan langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rencana kunjungan tersebut.

Rekomendasi Intelijen Jadi Dasar Penundaan

Berdasarkan hasil pemantauan intelijen, aparat keamanan menemukan pergerakan kelompok yang berisiko menimbulkan gangguan keamanan. Temuan ini mendorong Pangdam XVII/Cendrawasih untuk memberikan rekomendasi tegas kepada Wakil Presiden.

Mayjen TNI Amrin Ibrahim menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di Bandara Internasional Frans Kaisiepo. Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan di Yahukimo belum memungkinkan untuk kunjungan VVIP. Menurutnya, keselamatan kepala negara dan pejabat tinggi harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap agenda kenegaraan.

Kunjungan

Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming saat mengecek MBG di SMAN 1 Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026).(Sekretariat Wakil Presiden RI)

Agenda Kunjungan Sempat Masuk Jadwal Resmi

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran merencanakan kunjungan kerja ke Yahukimo setelah menyelesaikan agenda di Wamena. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyapa masyarakat secara langsung serta meninjau perkembangan pembangunan di daerah pegunungan Papua.

Namun demikian, perkembangan situasi keamanan hingga Rabu pagi mendorong perubahan rencana. Aparat keamanan terus memantau dinamika di lapangan dan menyampaikan hasil evaluasi secara berkala kepada pimpinan negara. Dengan pertimbangan tersebut, Wakil Presiden akhirnya menerima rekomendasi penundaan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Wapres Tetap Menunjukkan Perhatian Besar

Meski menunda kunjungan, Wakil Presiden Gibran tetap menunjukkan perhatian besar terhadap masyarakat Yahukimo. Pangdam XVII/Cendrawasih menyampaikan bahwa Wapres sangat ingin hadir langsung untuk berdialog dengan warga dan melihat hasil pembangunan yang telah berjalan.

Namun, dalam situasi seperti ini, keselamatan tetap memegang peranan utama. Oleh sebab itu, Komandan Satgas Pengamanan VVIP menyarankan agar kunjungan tersebut menunggu waktu yang lebih kondusif. Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat memastikan keamanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Penjadwalan Ulang Menjadi Opsi Terbaik

Selain penundaan, aparat keamanan juga menyarankan penjadwalan ulang kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo. Rekomendasi ini muncul agar masyarakat setempat tetap memiliki kesempatan bertemu langsung dengan Wakil Presiden di kemudian hari.

Menurut Amrin Ibrahim, pemerintah tidak mengurangi perhatian terhadap wilayah Yahukimo. Justru sebaliknya, pemerintah ingin memastikan setiap kunjungan berlangsung aman, tertib, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, penjadwalan ulang akan menyesuaikan kondisi keamanan yang lebih stabil.

Rombongan Wapres Kembali ke Jakarta

Setelah menerima rekomendasi resmi dari Satgas Pengamanan VVIP, Wakil Presiden Gibran dan rombongan langsung kembali ke Jakarta. Pesawat yang membawa rombongan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14.28 WIB.

Kepulangan ini menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kerja di Papua Pegunungan untuk sementara waktu. Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan keamanan di Yahukimo dan wilayah sekitarnya.

Keamanan Jadi Prioritas dalam Agenda Kenegaraan

Peristiwa ini menegaskan bahwa faktor keamanan selalu menjadi dasar utama dalam pelaksanaan agenda kenegaraan. Pemerintah memilih langkah preventif untuk menghindari potensi gangguan, sekaligus menjaga keselamatan pejabat negara dan masyarakat.

Ke depan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan intelijen sebelum menetapkan kembali jadwal kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap seluruh agenda dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan aspek keselamatan.