Awal Tahun 2026 – Menghadirkan perubahan besar dalam dunia horologi. Tren jam tangan menunjukkan pergeseran estetika yang semakin berani dan glamor. Para kolektor tidak lagi menempatkan fungsi sebagai prioritas utama. Sebaliknya, mereka mengejar pernyataan status yang kuat melalui kilauan berlian dan material mewah. Fenomena ini menandai kembalinya era bling yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir.

Perubahan selera ini muncul secara konsisten di berbagai pameran jam tangan mewah. Salah satu ajang yang menegaskan tren tersebut berlangsung di Jakarta Watch Exchange yang di gelar di Gandaria City. Pameran ini menghadirkan koleksi jam tangan yang menonjolkan kemewahan ekstrem sekaligus nilai investasi tinggi.

Jam Tangan Berlian Jadi Simbol Status dan Investasi

Nike April, Event Director Jakarta Watch Exchange, menjelaskan bahwa tren jam tangan tahun ini mengarah pada model bertabur berlian secara menyeluruh. Menurutnya, kolektor mencari jam tangan yang mampu menarik perhatian sekaligus menyimpan nilai aset jangka panjang. Oleh karena itu, jam tangan full diamond menjadi incaran utama pasar kelas atas.

Lebih lanjut, pameran ini menampilkan koleksi yang sangat langka. Salah satu sorotan utama datang dari jam tangan dengan total 27 karat berlian yang hanya tersedia satu unit di Indonesia. Koleksi ini memiliki kemiripan dengan jam tangan yang di kenakan istri Cristiano Ronaldo, sehingga menambah daya tariknya di mata kolektor.

Koleksi seperti Chopard L’Heure du Diamant membuktikan bahwa batu mulia bukan sekadar elemen estetika. Berlian berfungsi sebagai simbol eksklusivitas yang mendorong harga jam tangan mencapai miliaran rupiah. Dengan demikian, tren bling di prediksi akan terus mendominasi sepanjang 2026.

Jam Tangan

Koleksi jam yang langka di JWX. (dok. Liputan6.com/Salsa Nur Fadillah)

Pasar Horologi Bergerak Dinamis dan Sulit Diprediksi

Dunia jam tangan mewah memiliki karakter pasar yang sangat dinamis. Harga jam tangan terus bergerak mengikuti kondisi global, kebijakan produsen, serta keterbatasan pasokan. Nike April menilai industri jam tangan berada dalam fase yang sulit di tebak. Ia menyoroti pengalaman masa pandemi yang membatasi akses belanja langsung ke luar negeri dan mendorong lonjakan harga di pasar sekunder.

Selain itu, produsen jam tangan mewah juga berperan besar dalam pergerakan harga. Nike menyebut Rolex sebagai contoh merek yang rutin menaikkan harga resmi. Bahkan, Rolex merencanakan kenaikan harga sekitar 7 persen di awal 2026. Kebijakan ini memberi keuntungan bagi kolektor dan pedagang yang telah menyimpan stok lama.

Model Sport Tetap Jadi Favorit Kolektor

Meskipun tren bling menguat, jam tangan sport tetap mempertahankan daya tariknya. Model seperti Rolex Batman, Root Beer, dan Smurf terus menjadi incaran karena nilainya yang stabil dan cenderung meningkat. Para kolektor melihat model sport sebagai kombinasi ideal antara likuiditas tinggi dan potensi kenaikan harga.

Dengan kondisi tersebut, investasi jam tangan mewah kini melampaui sekadar hobi. Banyak kolektor menyusun strategi finansial dengan mempertimbangkan momentum pasar, kelangkaan produk, serta reputasi merek.

Pasar Sekunder Tumbuh Profesional dan Fleksibel

Pasar sekunder jam tangan mewah di Indonesia berkembang pesat dan semakin profesional. Istilah “barang bekas” bergeser menjadi “pre-owned” atau “pre-loved” demi menjaga citra eksklusif. Pameran seperti Jakarta Watch Exchange memberikan fleksibilitas transaksi yang tidak tersedia di butik resmi.

Di ajang ini, pembeli dapat membeli satu jam tangan tanpa syarat bundling atau pembelian tambahan. Fleksibilitas ini mendorong pertumbuhan komunitas watch enthusiast secara signifikan. Selain itu, metode titip jual menjadi pilihan utama bagi kolektor. Metode ini memungkinkan pemilik jam tangan mendapatkan harga sesuai pasar ketika barang terjual.

Segmentasi Pasar dan Koleksi Ultra-Langka

Target pasar jam tangan mewah pada 2026 masih di dominasi kalangan mapan. Meskipun minat dari generasi usia 25–34 tahun meningkat, kemampuan membeli secara mandiri biasanya muncul di atas usia 34 tahun. Segmentasi ini menciptakan perbedaan jelas antara kolektor pemula dan kolektor kelas berat.

Harga koleksi yang di tawarkan pun sangat beragam. Beberapa model vintage tersedia di bawah Rp10 juta, sementara koleksi paling mewah mencapai Rp11,5 miliar. Jam tangan buatan tangan seperti Patek Philippe menjadi simbol kasta tertinggi dalam dunia horologi.

Kesimpulan

Tren jam tangan 2026 menegaskan kebangkitan era bling yang memadukan kemewahan dan strategi investasi. Kilauan berlian, keterbatasan pasokan, serta dinamika pasar global mendorong jam tangan mewah menjadi aset bernilai tinggi. Dengan target transaksi besar dan antusiasme kolektor yang terus meningkat, industri jam tangan mewah siap menjadikan 2026 sebagai tahun penuh kilau dan peluang investasi.