Pasar Tanah Abang – Jakarta Pusat, kembali menunjukkan denyut perdagangan menjelang hari raya Idulfitri. Sejak awal tahun, pembeli sudah berdatangan untuk mencari baju Lebaran dalam jumlah besar. Aktivitas ini terjadi lebih cepat dari kebiasaan sebelumnya. Oleh karena itu, para pedagang merasakan peningkatan penjualan secara nyata. Dengan kondisi tersebut, kawasan pusat grosir ini menjadi tujuan utama pelaku usaha fesyen dari berbagai daerah.
Transaksi Lebaran Terjadi Lebih Awal
Lonjakan pembelian baju Lebaran mulai terlihat beberapa bulan sebelum Ramadan. Pertama, pembeli datang untuk survei harga. Kedua, pembeli memilih motif favorit. Ketiga, pembeli langsung melakukan pemesanan grosir. Jadi, suasana pasar tampak padat dan sibuk. Meskipun Lebaran masih dalam hitungan bulan, minat terhadap pakaian hari raya terus tumbuh dengan cepat. Selanjutnya, perputaran uang di Tanah Abang meningkat karena transaksi bernilai besar.
Salah satu pedagang bernama Bella, berusia 30 tahun, mengungkapkan keramaian di tokonya. Menurut Bella, pembeli utama berasal dari kalangan pedagang grosir luar Jakarta. Mereka datang dari berbagai kota untuk memenuhi stok jualan Lebaran. Bahkan, beberapa pelanggan membawa dana besar untuk belanja produk fesyen sekaligus. Dengan demikian, toko Bella menerima banyak pesanan sejak awal tahun.
Bella menjelaskan bahwa satu pelanggan dapat memesan barang hingga puluhan juta rupiah. Biasanya, pembelian terjadi dalam partai besar seperti sekodi atau lebih. Rata-rata, satu jenis motif gamis mendapat pesanan sekitar 50 potong. Akibatnya, stok di toko cepat habis karena tingginya permintaan. Oleh sebab itu, Bella memusatkan target pasar kepada pelanggan grosiran besar dari daerah.

Baju gamis rompi lepas dijual pedagang Pasar Tanah Abang. (Rachma Indira/detikcom)
Pedagang Daerah Mendominasi Pembelian
Keramaian Pasar Tanah Abang tidak lepas dari kehadiran pembeli luar daerah. Pertama-tama, pedagang besar mulai datang secara bergelombang. Lalu, mereka membeli produk untuk kebutuhan toko masing-masing. Setelah itu, mereka mengirim barang ke kota asal untuk jual kembali. Jadi, Bella melihat dominasi kuat dari pelaku usaha daerah sebagai sumber utama penjualan.
Menurut Bella, para pedagang daerah biasanya berbelanja dengan target jelas. Mereka menentukan kebutuhan berdasarkan tren pasar lokal. Kemudian, mereka memilih model pakaian sesuai selera konsumen di daerah. Oleh karena itu, transaksi di Tanah Abang sering mencapai nilai di atas Rp50 juta untuk satu orang pembeli. Dengan kondisi tersebut, Bella dan pedagang lain mendapat keuntungan lebih besar dari sistem penjualan grosir.
Tren Gamis Rompi Lepas Menjadi Daya Tarik
Selain faktor waktu, tren produk baru juga menjadi magnet utama pembeli. Sekarang, gamis rompi lepas dengan konsep multifungsi menjadi tren baju Lebaran 2026. Sebelumnya, model gamis standar mendominasi pasar. Akan tetapi, inovasi dua fungsi dalam satu set pakaian menarik minat lebih luas. Oleh sebab itu, pelanggan Bella berebut produk tersebut karena desain lebih fleksibel dan modern.
Bella mengaku sebagai salah satu pelopor tren gamis rompi lepas. Pertama, gamis bagian dalam hadir dengan motif menarik. Kemudian, rompi bagian luar menggunakan bahan brokat elegan atau kain bermotif senada. Lalu, konsep 2 in 1 memungkinkan pemakaian dalam dua gaya berbeda. Dengan begitu, pembeli dapat mengkreasikan tampilan sesuai kebutuhan acara.
Nuansa warna pastel juga menjadi ciri khas utama produk tersebut. Warna lembut seperti krem, peach, mint, dan lilac menjadi favorit pembeli. Selanjutnya, Bella menyediakan pilihan kerudung dengan warna senada untuk melengkapi satu set busana. Jadi, pembeli mendapatkan paket lengkap tanpa perlu mencari aksesori tambahan di toko lain.
Harga Grosir Lebih Kompetitif
Aspek harga juga memainkan peran penting dalam keputusan pembelian. Untuk pembelian grosir, Bella menjual gamis rompi lepas pada kisaran Rp260 ribu hingga Rp350 ribu per potong. Selanjutnya, untuk pembelian eceran, harga berada pada rentang Rp350 ribu hingga Rp500 ribu. Oleh sebab itu, pedagang daerah lebih memilih sistem grosir karena harga jauh lebih murah dan menguntungkan.
Bella menjelaskan bahwa selisih harga ini memberi daya tarik kuat bagi pelanggan. Pertama-tama, pembeli grosir memperoleh potongan harga lebih besar. Lalu, mereka dapat menjual kembali dengan margin keuntungan lebih tinggi. Setelah itu, transaksi dalam jumlah banyak membuat perputaran barang lebih cepat. Jadi, sistem harga bertingkat ini berjalan efektif di Tanah Abang.
Pelayanan Menjadi Kunci Keberhasilan
Selain tren dan harga, Bella juga menekankan pentingnya pelayanan kepada pelanggan. Pertama, Bella menjaga ketersediaan stok secara konsisten. Kedua, Bella menyediakan motif dan warna beragam. Ketiga, Bella membantu pembeli memilih produk sesuai target pasar. Oleh sebab itu, pelanggan merasa puas dan kembali melakukan pemesanan berikutnya.
Dengan persiapan matang, Bella optimistis menghadapi musim penjualan Lebaran tahun depan. Para pedagang di Pasar Tanah Abang juga melakukan langkah serupa. Mereka memperbanyak variasi produk dan mengikuti perkembangan tren fesyen nasional. Jadi, kawasan ini tetap menjadi pusat grosir terbesar dan terlengkap di Indonesia.
Tanah Abang Tetap Menjadi Tujuan Utama
Secara keseluruhan, Pasar Tanah Abang kembali menjadi destinasi favorit pembeli baju Lebaran. Pertama, pembelian terjadi lebih awal. Kedua, tren gamis rompi lepas menarik minat luas. Ketiga, harga grosir memberikan keuntungan besar. Dengan demikian, aktivitas perdagangan di kawasan ini memberi kontribusi penting bagi perekonomian nasional.
Ke depan, para pedagang Tanah Abang terus mempersiapkan strategi lebih baik. Dengan langkah tersebut, mereka berharap keramaian pasar dapat terus meningkat hingga puncak musim Lebaran. Jadi, pusat grosir ini tetap menjadi barometer tren fesyen dan kekuatan perdagangan pakaian Indonesia. Jumlah pembeli terus bertambah, transaksi semakin besar, dan Pasar Tanah Abang kembali membuktikan peran strategisnya setiap tahun.