Train Street di Hanoi – Dulunya hanyalah gang sempit yang di lewati kereta api. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini berubah menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Vietnam. Saat ini, wisatawan berdatangan untuk menikmati kafe Instagrammable, mengambil foto unik, dan merasakan sensasi kereta yang melintas sangat dekat. Bahkan, media internasional menyorot jalan ini sebagai salah satu lokasi paling berbahaya bagi pejalan kaki.

Saat kereta mendekati lorong yang di hiasi lentera bergaya Tiongkok, pengunjung berdiri dekat rel dan berpose untuk foto. Beberapa detik sebelum kereta melewati mereka, wisatawan segera mundur ke sisi aman. Pengalaman menegangkan ini menambah daya tarik Train Street dan membuat pengunjung kembali lagi. Selain itu, suasana kawasan yang sempit dan ramai membuat setiap foto tampak dramatis, sehingga foto-foto tersebut mudah viral di media sosial.

Perjalanan Train Street dari Kumuh ke Populer

Sejak 2017, Train Street muncul di berbagai platform media sosial. Akibatnya, jumlah wisatawan meningkat pesat. Pemerintah Vietnam mencoba menertibkan kawasan ini karena risiko kecelakaan. Mereka menutup gang ini pada 2019 dan 2022, dan kembali mengawasi secara ketat pada 2025 setelah seorang turis hampir terseret kereta saat selfie. Polisi memasang barikade sementara dan memberi peringatan kepada pemilik kafe serta operator tur.

Kereta Api Utara-Selatan, yang di bangun pasukan kolonialis Prancis pada 1902, menghubungkan Hanoi dengan Kota Ho Chi Minh. Pada 1956, pemerintah mendirikan bangunan rendah di sepanjang jalur untuk menampung pegawai. Pada 1970-an, warga setempat sering terbangun karena suara gemuruh kereta. Saat itu, kawasan ini dianggap kumuh, dan sebagian besar orang tinggal dengan sederhana di sekitar rel.

Train Street Hanoi

Train Street di Hanoi, Vietnam kembali dibuka untuk turis.

Kehidupan Warga Sebelum Populer

Minh Anh, penduduk lokal yang bekerja di penyulingan wiski, menceritakan, “Dulu jalan ini biasa saja. Kami tidak pernah menyangka orang-orang akan datang dari jauh hanya untuk melihat kereta lewat.” Nhi Nguyn, pemandu wisata dari A Taste of Hanoi, menambahkan, “Dulu skuter di parkir dekat rel, pakaian dijemur di luar rumah, dan warga memasak di atas kompor gas. Suasana itu terasa sangat otentik dan sederhana.”

Namun, perubahan mulai terlihat ketika pengusaha lokal membuka kedai kopi dan menjual minuman ringan pada 2017. Para wisatawan berhenti untuk menyaksikan kereta lewat, dan warga menyadari potensi ekonomi dari fenomena ini. Akibatnya, kafe dan bar bermunculan, serta gang sempit berubah menjadi Phố Đường Tàu, atau Train Street, lengkap dengan lentera warna-warni dan lampu dekoratif.

Media Sosial dan Sensasi yang Menggoda

Media sosial memainkan peran penting dalam popularitas Train Street. Colm Pierce dan Alex Sheal, pendiri Vietnam in Focus, meluncurkan tur “Hanoi on the Tracks” pada 2013 untuk memperlihatkan kehidupan warga di sekitar rel. Kemunculan Instagram dan liputan Travel Channel pada 2014 mendorong lebih banyak wisatawan datang. Michael Stanbury, Direktur Kreatif Vietnam in Focus, menegaskan, “Media sosial membuat Train Street seperti sekarang. Wisatawan datang untuk merasakan adrenalin kereta lewat sambil menikmati kopi lokal.”

Julia Husum, mahasiswa asal Norwegia, menuturkan, “Kami menaruh tutup botol di rel, dan kereta meratakannya. Itu menjadi suvenir unik yang hanya bisa ditemukan di sini.” Selain itu, kombinasi risiko, budaya lokal, dan dekorasi yang menarik membuat wisatawan merasa terhibur sekaligus terkesan.

Risiko dan Daya Tarik Unik

Penduduk lokal menentang rencana pemerintah menghentikan kereta penumpang. Setiap kali pemerintah menutup akses, wisatawan tetap memanjat barikade untuk menikmati pengalaman unik. Kini, lebih dari 100.000 unggahan Instagram menandai Train Street, membuktikan popularitasnya.

Charlotte Russell, pendiri The Travel Psychologist, menjelaskan, manusia cenderung meniru pengalaman orang lain. Ketika melihat banyak orang menikmati suatu tempat, kita ingin merasakan hal yang sama. Selain itu, elemen risiko membuat Train Street lebih menarik. Di negara-negara seperti Inggris, masyarakat terbiasa dengan banyak peraturan dan pagar pengaman. Namun, di sini wisatawan merasakan pengalaman berbeda dan menyadari norma yang berbeda. Hal itu menimbulkan sensasi unik dan menguatkan daya tarik kawasan.

Kesimpulan

Train Street telah menunjukkan bagaimana media sosial, peluang ekonomi, dan keinginan manusia untuk pengalaman unik dapat mengubah kota kecil menjadi destinasi global. Dengan kombinasi risiko, kehidupan lokal yang autentik, dan dekorasi visual menarik, Train Street terus memikat wisatawan dari seluruh dunia. Saat pengunjung berdatangan, mereka tidak hanya menikmati kopi atau mengambil foto, tetapi juga merasakan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.