Mengawali Tahun 2026 – Dengan penuh optimisme, atlet sepeda gunung Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi, langsung menunjukkan performa terbaiknya di level internasional. Atlet asal Bali tersebut sukses meraih medali emas Thailand Mountain Bike Cup Cross-Country Olympic (XCO) yang berlangsung pada 14 Januari 2026. Kemenangan ini sekaligus menegaskan ambisinya untuk menembus prestasi tertinggi di Asian Games 2026 Aichi–Nagoya hingga Olimpiade Los Angeles 2028.
Melalui pencapaian tersebut, Sayu tidak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi juga membuka jalur penting menuju persaingan global yang lebih ketat. Oleh karena itu, awal musim 2026 menjadi momentum strategis dalam perjalanan kariernya sebagai atlet elite.
Dominasi Sayu Bella di Kelas Women Elite
Dalam ajang Thailand Mountain Bike Cup XCO, Sayu tampil sangat konsisten sejak awal lomba. Ia langsung menguasai ritme balapan di kelas Women Elite dan menyelesaikan lintasan dengan catatan waktu 1 jam 6 menit 49,706 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi teratas, sekaligus mengungguli pembalap Jepang, Yui Ishida, yang finis di posisi kedua dengan waktu 1 jam 10 menit 08,813 detik.
Kemenangan ini terasa semakin spesial karena Sayu menghadapi persaingan yang lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan edisi terdahulu, Sayu hanya turun di kelas elite tanpa mengikuti kategori Under-23. Dengan demikian, ia langsung berhadapan dengan atlet-atlet senior dari Jepang, Malaysia, hingga Filipina.

Atlet sepeda gunung Indonesia Sayu Bella Sukma Dewi (tengah) saat naik podium dalam Thailand Mountain Bike Cup Cross-Country Olympic (XCO) di Thailand, Rabu (14/1/2026).
Ajang UCI C1 dan Pentingnya Poin Dunia
Thailand Mountain Bike Cup XCO memiliki status Union Cycliste Internationale (UCI) C1 atau Continental Series. Oleh sebab itu, setiap atlet yang tampil berpeluang mengumpulkan poin peringkat dunia. Poin tersebut berperan penting dalam menentukan kesempatan tampil di kejuaraan internasional besar, termasuk jalur kualifikasi Olimpiade.
Melalui kemenangan ini, Sayu memperkuat posisinya dalam peringkat dunia sekaligus memperbesar peluang tampil di ajang multievent bergengsi. Selain itu, hasil ini juga memberikan kepercayaan diri tambahan untuk menghadapi kalender kompetisi yang semakin padat sepanjang 2026.
Tantangan Lintasan dan Strategi Balapan
Meski meraih kemenangan, Sayu tetap menghadapi tantangan teknis di lintasan Thailand. Karakter trek yang dominan datar dengan banyak tikungan memaksa atlet untuk menjaga konsentrasi tinggi sepanjang balapan. Setiap kesalahan kecil berpotensi mengganggu kecepatan dan ritme.
Sayu mengakui bahwa sektor datar dengan tikungan rapat menyulitkan pengembangan kecepatan maksimal. Namun demikian, ia tetap mampu mengatur strategi dengan baik. Ia memilih menjaga konsistensi tempo, mengontrol jalur, serta memanfaatkan setiap peluang untuk menekan lawan.
Persiapan Intensif Menuju Musim 2026
Menatap musim 2026, Sayu menjalani program latihan yang terstruktur dan intensif. Ia mempersiapkan diri selama sekitar satu bulan sepuluh hari di Lumajang, Jawa Timur, yang dikenal memiliki karakter lintasan menantang dan sesuai untuk latihan sepeda gunung.
Selain fokus pada fisik dan teknik, Sayu juga memberi perhatian khusus pada kesiapan mental. Ia menargetkan peningkatan ketenangan dan kesabaran dalam setiap balapan. Menurutnya, kemampuan mengelola emosi menjadi faktor krusial untuk bersaing di level Asia dan dunia.
Dalam setiap kompetisi, Sayu juga mengandalkan sepeda Polygon Syncline DR yang ia beri julukan “Simba”. Ia memastikan kondisi sepeda selalu optimal agar mampu menunjang performa maksimal di lintasan.
Ambisi Asian Games dan Olimpiade Los Angeles
Melalui pernyataan resminya, Sayu menyampaikan harapan besar pada tahun 2026. Ia ingin berkembang sebagai atlet yang lebih matang, baik secara teknis maupun mental. Dengan fondasi tersebut, ia bertekad mempersiapkan diri menuju Asian Games 2026 dan melanjutkan perjalanan ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Ia menyadari bahwa persaingan di level tersebut akan semakin ketat. Namun, ia tetap memilih fokus pada proses, peningkatan kualitas diri, serta konsistensi latihan dan kompetisi.
Prestasi Balap Sepeda Indonesia di Level Internasional
Di sisi lain, prestasi balap sepeda Indonesia juga tercermin melalui kiprah pabrikan Polygon di ajang internasional. Sepeda Polygon kembali mencuri perhatian saat digunakan Terengganu Cycling Team (TSG) dalam pembuka musim 2026 di India.
Setelah memperkenalkan skuad dan sepeda Polygon Helios terbaru di Malaysia, tim tersebut langsung mencatatkan hasil gemilang. Pembalap Australia Fergus Browning meraih gelar juara umum, kemenangan Individual Time Trial, serta Points Classification. Selain itu, pembalap Malaysia Nur Aiman Rosli sukses mengamankan gelar Best Asian Rider Classification.
Kesuksesan tersebut menunjukkan kontribusi Indonesia dalam perkembangan balap sepeda internasional. Bersamaan dengan prestasi Sayu Bella Sukma Dewi, capaian ini memperkuat optimisme bahwa atlet dan industri sepeda nasional mampu bersaing di level tertinggi dunia.