Samsung – Baru-baru ini merilis One UI 8.5 beta yang menghadirkan sejumlah penyesuaian tampilan. Namun, meski ada perubahan visual, kenyamanan penggunaan satu tangan, yang menjadi ciri khas One UI sejak awal, masih menjadi sorotan. Bahkan beberapa pengguna menilai pembaruan ini belum menyentuh aspek paling penting dari antarmuka tersebut.
Ketika pertama kali di luncurkan pada akhir 2018, One UI menggantikan antarmuka lama yang berat dan kurang responsif. Desain baru ini menekankan kesederhanaan, visual yang lebih ringan, dan yang paling penting, kemampuan pengguna mengoperasikan ponsel besar hanya dengan satu tangan. Tidak mengherankan jika pendekatan ini mendapatkan respons positif dari pengguna Android yang menginginkan keseimbangan antara fungsi dan kenyamanan.
Evolusi Identitas One UI
Seiring waktu, One UI telah berkembang melalui berbagai versi, namun beberapa elemen awal kini mulai berubah. Misalnya, posisi konten utama yang awalnya mudah di jangkau oleh ibu jari kini mulai tersebar di layar, sehingga pengguna perlu menyesuaikan genggaman tangan. Desain awal yang membuat One UI berbeda dari antarmuka Android lain kini tidak lagi konsisten di semua aplikasi.
Selain itu, beberapa tombol dan menu yang sebelumnya berada di bagian atas layar justru di pindahkan ke bawah, sementara beberapa tetap di posisi lama. Akibatnya, pengguna sering harus menyesuaikan diri saat berpindah antar-aplikasi. Meskipun One UI tetap mempertahankan konsep dasar, kenyamanan satu tangan yang dulu menjadi daya tarik utama belum sepenuhnya optimal.

One UI 8.5 Galaxy S25 Ultra dilaporkan akan luncurkan uji coba pertamanya 8 Desember. (Doc. Sam Mobile).
Penyesuaian Terbaru di One UI 8.5
Dalam versi beta 8.5, Samsung memperkenalkan perubahan seperti memindahkan fitur pencarian di aplikasi Pengaturan ke bagian bawah layar. Langkah ini selaras dengan filosofi awal One UI, tetapi sayangnya, perubahan tersebut belum di terapkan secara konsisten pada aplikasi Samsung lain. Misalnya, tombol pencarian di Telepon, Kalender, dan Galeri masih berada di bagian atas, sehingga pengguna tetap harus merogoh layar dengan ibu jari.
Selain itu, beberapa aplikasi memiliki ruang kosong di bagian bawah layar yang bisa di manfaatkan untuk navigasi tambahan. Jika Samsung mengoptimalkan area ini, pengalaman satu tangan bisa meningkat secara signifikan. Sebaliknya, ketidakkonsistenan tata letak membuat pengguna harus terus menyesuaikan kebiasaan, terutama bagi mereka yang sering berpindah aplikasi.
Quick Settings: Masih Perlu Penyempurnaan
Samsung juga merombak panel Quick Settings agar lebih fleksibel. Pengguna kini bisa menata ulang ikon, mengubah ukuran tombol, dan mengatur tampilan slide sesuai kebutuhan. Namun, tombol penting seperti menu daya dan pengaturan masih tetap berada di bagian atas panel, yang sulit dijangkau dengan satu tangan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan: mengapa Samsung memungkinkan banyak tombol fleksibel, tetapi tidak untuk tombol yang paling sering digunakan? Terlepas dari peningkatan fleksibilitas, kenyamanan penggunaan harian masih terganggu.
Tantangan Layar Besar dan Pentingnya Filosofi Satu Tangan
Seiring tren layar ponsel yang semakin besar, kebutuhan akan antarmuka yang ramah satu tangan semakin mendesak. Justru pada titik inilah filosofi One UI harus diperkuat. Jika Samsung tidak mengedepankan prinsip ini, keunggulan yang membedakan One UI dari antarmuka Android lain berisiko hilang.
Banyak pengguna berharap perusahaan kembali fokus pada kenyamanan penggunaan sehari-hari, bukan hanya mempercantik tampilan atau menambahkan fitur minor yang tidak berdampak besar. Dengan langkah tersebut, One UI dapat tetap relevan di tengah persaingan antarmuka Android yang semakin ketat.
Beta Terbaru dan Persiapan Galaxy S26
Samsung menyiapkan One UI 8.5 Beta 3, dengan Galaxy S25 sebagai perangkat pertama yang mendapatkannya. Pembaruan ini di jadwalkan awal Januari 2026, dua pekan setelah beta kedua rilis. Program beta ini memberi peluang bagi pengguna untuk menguji antarmuka dan memberikan masukan.
Meskipun belum muncul fitur baru yang signifikan, versi beta ketiga difokuskan pada stabilitas sistem dan perbaikan bug. One UI 8.5 berbasis Android 16 QPR2 membawa banyak perubahan di balik layar, sehingga pembaruan berkala tetap penting. Selain Galaxy S25, Samsung juga menargetkan perangkat lain seperti S25+, dan S25 Ultra.
Dengan jadwal rilis yang padat, Samsung menunjukkan komitmen untuk mempersiapkan Galaxy S26 agar siap bersaing di pasar global. Selain itu, langkah ini memastikan pengguna merasakan pengalaman One UI yang lebih konsisten, nyaman, dan responsif.