PSSI – Manajer Persikaba Blora, Muhammad Imfron, mengungkapkan bahwa pemainnya, Rizal Dimas Agesta, mengalami cedera serius akibat tendangan tinggi yang di lakukan oleh kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, saat pertandingan Liga 4 Jawa Tengah pada Rabu (22/1). Imfron menyatakan bahwa Rizal langsung di bawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
“Saat ini Rizal masih berada di IGD,” ucap Imfron. Ia menambahkan bahwa cedera tersebut terlihat jelas di dada Rizal akibat kontak langsung dengan kaki kiper lawan. Kondisi ini membuat seluruh pihak di Persikaba Blora merasa prihatin dan khawatir terhadap kesehatan pemain mereka.
Kronologi Insiden Tendangan Brutal
Menurut Imfron, insiden bermula saat Persikaba mendapatkan kesempatan melakukan tendangan bebas. Rizal Dimas Agesta bergerak cepat untuk menyambut bola yang di lepaskan dari tendangan bebas tersebut. Sementara itu, kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, mencoba menangkap bola.
Namun, kaki kiper terlalu tinggi dan langsung mengenai dada Rizal. Pemain Persikaba itu pun terjatuh di kotak penalti. Rekaman video insiden tersebut yang di unggah di akun Instagram resmi klub @persikabaofficial memperlihatkan bekas tendangan yang cukup serius di dada Rizal. Dengan melihat video ini, masyarakat dapat memahami seberapa berisiko situasi tersebut.
Selain itu, insiden ini memicu sorotan publik terkait keselamatan pemain di Liga 4 Jawa Tengah. Banyak pihak menekankan perlunya penegakan aturan tegas agar tindakan berbahaya seperti ini tidak terjadi lagi di lapangan.

Kiper PSIR Rembang melakukan tendangan brutal ke pemain Persikaba Blora di Liga 4 Jawa Tengah. (Tangkapan Layar Instagram Persikaba Blora)
Reaksi Klub dan Langkah Disiplin
Imfron, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, menegaskan bahwa klub menyayangkan tindakan kiper PSIR. Ia menyatakan bahwa perilaku tersebut sangat berisiko dan tidak sesuai dengan sportivitas yang di harapkan.
“Oleh karena itu, klub melaporkan kejadian ini ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI agar pihak berwenang memberikan tindakan tegas, termasuk kemungkinan sanksi seumur hidup bagi pelaku,” jelas Imfron. Selain itu, klub akan memastikan semua laporan dan bukti, termasuk video rekaman, di serahkan agar proses evaluasi berjalan transparan.
Selain melaporkan, manajemen Persikaba juga mengedukasi seluruh pemain mengenai aturan keselamatan di lapangan. Dengan begitu, mereka tetap waspada dan mengetahui batas-batas fisik yang aman selama pertandingan.
Dampak Cedera dan Penanganan Medis
Cedera yang di alami Rizal membuat tim medis harus bekerja cepat untuk menstabilkan kondisinya. Mereka memantau setiap tanda vital dan memastikan tidak terjadi komplikasi serius akibat benturan di dada. Selain itu, manajemen klub terus memantau perkembangan kondisi Rizal dan berkoordinasi dengan tim medis agar proses pemulihan berjalan optimal.
Imfron menambahkan bahwa cedera ini menjadi peringatan bagi seluruh pemain Liga 4 agar selalu menjaga keselamatan diri dan teman satu tim saat bertanding. Ia juga menekankan bahwa di siplin di lapangan sangat penting untuk menghindari insiden serupa.
Kesimpulan
Insiden tendangan tinggi yang di lakukan kiper PSIR Rembang menyebabkan Rizal Dimas Agesta dilarikan ke rumah sakit. Klub Persikaba menindaklanjuti kasus ini dengan melaporkannya ke Komdis PSSI untuk memastikan tindakan tegas di jatuhkan. Selain itu, klub dan tim medis bekerja sama untuk memberikan perawatan optimal agar Rizal segera pulih.
Langkah-langkah ini menunjukkan bagaimana klub menjaga kesehatan pemain, sekaligus menegaskan komitmen terhadap sportivitas di lapangan. Selain itu, laporan resmi ke Komdis PSSI berfungsi sebagai peringatan bagi pelaku lain agar tidak melakukan tindakan berbahaya. Dengan koordinasi yang tepat antara manajemen klub, tim medis, dan otoritas sepak bola, insiden serupa dapat di minimalkan di masa mendatang.
Dengan begitu, seluruh pihak di Liga 4 Jawa Tengah dapat menekankan disiplin, keselamatan, dan profesionalisme sebagai prioritas utama selama bertanding. Klub berharap insiden ini menjadi pelajaran penting bagi semua pemain, pelatih, dan ofisial pertandingan.