Piala Dunia 2026 – Perjalanan tim nasional Qatar di ajang Piala Dunia FIFA 2026 harus berakhir lebih cepat dari yang di harapkan. Tim yang tergabung di Grup B ini gagal mengamankan tiket ke babak 32 besar setelah hanya mampu mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan yang di jalani selama fase grup.

Berdasarkan hasil resmi turnamen, Qatar bersaing dengan Swiss, Kanada, serta Bosnia dan Herzegovina. Namun, sepanjang kompetisi mereka tidak mampu menunjukkan performa yang cukup kompetitif untuk bersaing memperebutkan posisi lolos. Hasil tersebut membuat Qatar mengakhiri fase grup sebagai penghuni dasar klasemen sekaligus di pastikan tersingkir dari turnamen.

Kegagalan Qatar tidak hanya di pengaruhi oleh hasil pertandingan di lapangan, tetapi juga berkaitan dengan penerapan format baru Piala Dunia 2026 yang membuat persaingan menuju fase gugur semakin ketat.

Performa Qatar Belum Mampu Bersaing di Fase Grup

Selama menjalani tiga pertandingan di Grup B, Qatar belum berhasil mencatatkan kemenangan. Tim tersebut hanya mampu meraih satu hasil imbang, sementara dua pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Raihan satu poin tentu tidak cukup untuk bersaing dengan tim lain di grup yang mampu mengoleksi poin lebih banyak. Selain minim kemenangan, Qatar juga menghadapi persoalan serius pada keseimbangan permainan.

Di sektor pertahanan, mereka tampil kurang solid. Sepanjang fase grup, gawang Qatar harus kebobolan sebanyak 10 gol. Jumlah tersebut menjadi salah satu catatan pertahanan terburuk di grup dan menunjukkan masih adanya kelemahan dalam mengantisipasi serangan lawan.

Di sisi lain, produktivitas lini depan juga belum mampu mengimbangi banyaknya gol yang bersarang ke gawang sendiri. Dari tiga pertandingan, Qatar hanya mampu mencetak dua gol.

Akibatnya, mereka menutup penyisihan grup dengan selisih gol minus delapan. Statistik tersebut menggambarkan bahwa Qatar mengalami kesulitan, baik ketika membangun serangan maupun saat mempertahankan wilayah pertahanan.

Kurangnya efektivitas di kedua aspek tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Qatar gagal mengumpulkan poin maksimal selama babak penyisihan.

Format Baru Piala Dunia 2026 Membuat Persaingan Semakin Ketat

Selain faktor performa di lapangan, sistem kompetisi yang di terapkan FIFA pada Piala Dunia 2026 juga turut menentukan nasib Qatar.

Turnamen edisi kali ini menggunakan format baru dengan melibatkan 48 negara peserta. Seluruh tim di bagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat negara.

Dalam regulasi tersebut, dua tim yang finis di posisi teratas setiap grup secara otomatis memperoleh tiket menuju babak 32 besar. Sementara itu, delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup juga berhak melanjutkan perjalanan mereka ke fase gugur.

Sistem ini memberikan peluang tambahan bagi tim yang finis di posisi ketiga. Namun, kesempatan tersebut sama sekali tidak berlaku bagi tim yang berada di dasar klasemen grup.

Karena hanya mengoleksi satu poin, Qatar harus puas menempati posisi keempat Grup B. Mereka berada di bawah Swiss yang memimpin klasemen dengan tujuh poin, sedangkan Kanada dan Bosnia dan Herzegovina sama-sama mengumpulkan empat poin.

Dengan posisi tersebut, Qatar otomatis kehilangan peluang untuk bersaing memperebutkan tiket sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Ekspresi kecewa para pemain Timnas Qatar usai dipastikan gagal lolos dari fase grup Piala Dunia FIFA 2026.

Pemain Timnas Qatar Sultan Albrake dalam laga Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026

Aturan FIFA Menutup Peluang Qatar Bertahan

Dalam regulasi resmi FIFA, tim yang menempati posisi terakhir di setiap grup langsung di nyatakan gugur setelah fase penyisihan selesai.

Oleh karena itu, Qatar tidak lagi memiliki kesempatan untuk masuk dalam perhitungan perebutan tiket tambahan menuju babak berikutnya.

Bahkan berbagai kriteria penentuan peringkat, seperti selisih gol, jumlah gol yang di cetak, hingga poin fair play, tidak lagi memberikan pengaruh bagi Qatar. Pasalnya, jumlah poin yang mereka raih sudah terpaut cukup jauh di bandingkan para pesaing di Grup B.

Kondisi tersebut membuat seluruh skenario penyelamatan menjadi tertutup sejak mereka di pastikan finis di posisi juru kunci.

Qatar Akhiri Kiprah Lebih Awal di Piala Dunia 2026

Hasil yang di peroleh Qatar di fase grup menunjukkan bahwa kombinasi antara performa yang belum maksimal dan ketatnya regulasi kompetisi menjadi penyebab utama kegagalan mereka melangkah ke babak berikutnya.

Dengan hanya satu poin, produktivitas gol yang rendah, serta pertahanan yang rapuh, Qatar tidak mampu bersaing dengan tiga tim lainnya di Grup B.

Akhirnya, mereka harus mengakhiri kiprah di Piala Dunia FIFA 2026 lebih cepat dan menjadi salah satu tim yang tersingkir pada fase grup, menyusul Turki dan Haiti yang lebih dahulu di pastikan gagal melanjutkan perjalanan di turnamen tersebut.