Keberadaan Ikan Sapu-Sapu – Di aliran Kali Cideng, tepatnya di depan kawasan Plaza Indonesia dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat, masih menunjukkan jumlah yang sangat dominan. Meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan operasi penangkapan sebelumnya, populasi ikan invasif ini tetap terlihat dalam jumlah besar di lokasi tersebut.

Berdasarkan pengamatan di lapangan pada Senin pagi (13 April 2026), area di sekitar South Lobby Plaza Indonesia memperlihatkan aktivitas ikan sapu-sapu yang cukup padat. Ikan-ikan tersebut tersebar di sepanjang aliran kali dengan kondisi air yang keruh dan cenderung gelap.

Di dasar sungai yang berlumpur, ikan sapu-sapu bergerak secara bergerombol. Sebagian lainnya berenang perlahan mengikuti arus air yang tidak terlalu deras. Kondisi ini membuat ikan mudah terlihat dari permukaan, terutama di area yang memiliki kedalaman dangkal.

Sebaran Ikan Sapu-Sapu Masih Merata di Sepanjang Aliran

Populasi ikan sapu-sapu tidak hanya terkonsentrasi di satu titik, tetapi juga tersebar di beberapa bagian Kali Cideng. Dalam satu pandangan, terlihat beberapa ekor ikan berada dalam kelompok kecil di area yang sama.

Ukuran ikan yang ditemukan juga bervariasi. Sebagian berukuran kecil, sementara lainnya sudah tumbuh lebih besar. Bahkan, ikan berukuran sangat kecil terlihat menempel pada dinding beton sungai, yang menunjukkan adanya proses reproduksi aktif di ekosistem tersebut.

Dasar kali yang dipenuhi lumpur dan sisa dedaunan turut menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan ikan sapu-sapu. Air yang mengalir lambat juga memperkuat visibilitas ikan dari atas permukaan.

Operasi Penanganan Masih Belum Berlanjut

Hingga laporan ini di susun, belum terlihat adanya kegiatan lanjutan dari operasi pembersihan ikan sapu-sapu di Kali Cideng. Aktivitas penanganan yang sebelumnya di lakukan belum kembali berjalan di lokasi tersebut.

Hasudungan A. Sidabalok menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih melakukan konsolidasi terkait langkah lanjutan penanganan ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa jadwal perluasan operasi pembersihan belum dapat di pastikan. Pemerintah masih menyusun strategi agar proses pengendalian populasi ikan invasif tersebut berjalan lebih efektif.

Ikan Sapu-Sapu

Populasi ikan sapu-sapu di Kali Cideng sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat (Jakpus) masih terlihat mendominasi kali.

Operasi Sebelumnya Berhasil Tangkap Puluhan Ikan Sapu-Sapu

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan operasi pembersihan di Kali Cideng pada Jumat, 10 April 2026. Sekitar 100 personel gabungan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Tim yang terdiri dari Dinas KPKP, Satpol PP, PPSU, dan petugas Gulkarmat DKI Jakarta berhasil menangkap 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar. Setelah proses penangkapan, ikan tersebut dibawa ke fasilitas pengelolaan perikanan untuk dimusnahkan.

Upaya ini menjadi langkah awal dalam mengurangi populasi ikan invasif yang berkembang di wilayah perairan perkotaan Jakarta.

Gubernur DKI Dorong Perluasan Operasi ke Seluruh Wilayah

Pramono Anung mendorong agar operasi penanganan ikan sapu-sapu tidak hanya berfokus di satu wilayah saja. Ia meminta agar pemerintah memperluas kegiatan tersebut ke seluruh titik di Jakarta yang memiliki populasi ikan sapu-sapu tinggi.

Ia menekankan bahwa penanganan harus dilakukan secara menyeluruh agar dampak lingkungan dapat di minimalkan. Menurutnya, pengendalian populasi ikan invasif ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ekosistem perairan kota.

Dampak Lingkungan dari Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu

Pemerintah daerah menilai bahwa pertumbuhan populasi ikan sapu-sapu yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Ikan ini berpotensi merusak ekosistem sungai, terutama pada struktur dasar perairan dan kualitas habitat ikan lokal.

Selain itu, keberadaan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air perkotaan. Kondisi ini juga dapat mempercepat penurunan kualitas lingkungan sungai jika tidak segera di tangani secara berkelanjutan.

Pemerintah menilai bahwa pengendalian populasi harus di lakukan secara rutin dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut.

Kolaborasi Antarinstansi dalam Penanganan Lingkungan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melibatkan berbagai instansi dalam upaya pengendalian ikan sapu-sapu. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan mempercepat proses penanganan di lapangan.

Kegiatan ini juga menunjukkan pendekatan terpadu dalam menjaga kebersihan dan kesehatan ekosistem sungai di wilayah perkotaan. Setiap instansi memiliki peran masing-masing dalam mendukung proses pembersihan dan pengawasan lingkungan.

Kesimpulan

Populasi ikan sapu-sapu di Kali Cideng masih menunjukkan dominasi meski pemerintah telah melakukan operasi penangkapan sebelumnya. Kondisi lingkungan yang mendukung serta belum berlanjutnya operasi membuat ikan ini tetap berkembang di kawasan tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menyiapkan langkah lanjutan melalui koordinasi lintas instansi. Dengan strategi yang lebih luas dan terencana, pemerintah berharap pengendalian ikan invasif ini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi ekosistem perairan Jakarta.