Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) – Tim SAR gabungan memperpanjang operasi pencarian korban kapal tenggelam KM Putri Sakinah selama dua hari setelah memasuki hari ke-13 pada Rabu (7/1/2026). Tiga dari empat korban yang hilang telah di temukan, namun satu korban masih dalam pencarian. Keputusan untuk memperpanjang operasi ini muncul setelah adanya permintaan resmi dari Kedutaan Besar (Kedubes) Spanyol, mengingat salah satu korban merupakan warga negara asing.
Kedubes Spanyol Minta Perpanjangan Pencarian
Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kepala Bidang Humas Polda NTT, mengonfirmasi bahwa Kedubes Spanyol mengajukan permintaan untuk memperpanjang pencarian korban yang hilang. Setelah melakukan evaluasi dengan Kapolres Manggarai Barat dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, pihak berwenang memutuskan untuk menambah dua hari pencarian. “Evaluasi bersama tim SAR menghasilkan keputusan untuk memperpanjang waktu pencarian dari Kamis (8/1/2026) hingga Jumat (9/1/2026),” ujar Henry, mengutip informasi dari Antara.
Perpanjangan pencarian ini mencakup penyisiran ulang di titik-titik yang di duga menjadi lokasi tenggelamnya kapal. Tim SAR gabungan akan fokus di daerah-daerah tersebut dengan harapan menemukan satu korban yang masih hilang.

Jenazah anak pelatih Valencia tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Selasa (6/1/2026) sore.
Tiga Korban Ditemukan, Satu Korban Masih Dicari
Operasi pencarian selama 13 hari akhirnya menghasilkan temuan tiga korban, yang terdiri dari seorang anak perempuan berusia 12 tahun, seorang pelatih asal Valencia, dan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. Meskipun tim SAR sudah menemukan sebagian besar korban, mereka belum menemukan satu korban lagi, yang merupakan warga negara asing.
Henry menyampaikan bahwa meskipun tim sudah menemukan sebagian besar korban, mereka tetap optimistis bisa menemukan korban terakhir. “Kami berharap dengan perpanjangan waktu pencarian ini, tim SAR dapat segera menemukan korban yang masih hilang,” ungkapnya.
Kecelakaan Laut di Perairan Selat Pulau Padar
Kecelakaan kapal KM Putri Sakinah terjadi di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo. Kapal ini mengangkut 11 orang, terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat kru kapal. Kapal tenggelam mendadak, mengakibatkan beberapa penumpang hilang dan menyebabkan korban tewas.
Sebanyak tujuh orang berhasil di selamatkan, sementara empat lainnya di nyatakan hilang. Tim SAR terus bekerja untuk menemukan korban yang masih hilang dan mendalami penyebab kecelakaan.
Pencarian Diharapkan Berhasil dalam Dua Hari Ke Depan
Meski telah bekerja keras selama dua minggu, tim SAR tetap berkomitmen untuk menemukan korban terakhir yang hilang. Dalam dua hari perpanjangan waktu pencarian, tim SAR akan melanjutkan penyisiran dengan lebih terfokus dan menggunakan strategi baru yang lebih efektif. Koordinasi antara berbagai instansi, termasuk pihak Kedubes Spanyol, memperkuat upaya pencarian ini.
Tim SAR juga terus memantau kondisi cuaca dan keadaan laut untuk memastikan pencarian tetap aman dan optimal. “Kami akan terus memantau kondisi cuaca dan memperbaharui strategi agar pencarian dapat berjalan lebih maksimal,” tambah Henry.
Kerjasama Internasional dalam Pencarian Korban
Pencarian kapal KM Putri Sakinah menunjukkan pentingnya kerjasama antara pihak berwenang di tingkat lokal dan internasional. Dukungan dari Kedubes Spanyol serta koordinasi yang solid antara SAR, Polri, dan Basarnas menjadi faktor penting dalam memperbesar peluang menemukan korban yang hilang.
Walaupun pencarian sudah berlangsung lebih dari dua minggu, keluarga korban tetap berharap korban yang hilang dapat ditemukan. Tim SAR terus bekerja keras dan mengoptimalkan pencarian dengan harapan dapat memberikan kabar baik bagi keluarga korban. Dengan adanya perpanjangan waktu pencarian ini, tim SAR memperbesar peluang untuk menyelesaikan misi pencarian dengan sukses.