Dunia mixed martial arts – kembali menyoroti kualitas petarung asal Dagestan yang mendominasi ajang UFC. Kali ini, perhatian tertuju pada perbandingan antara juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, dan sang mentor sekaligus legenda hidup, Khabib Nurmagomedov. Meskipun Khabib telah mengukir sejarah sebagai salah satu petarung terbaik sepanjang masa, sejumlah pengamat melihat keunggulan teknis tertentu pada Makhachev.

Pandangan tersebut memicu diskusi luas di kalangan penggemar dan analis MMA. Selain itu, perbandingan ini juga membuka ruang evaluasi tentang evolusi teknik bertarung petarung Dagestan dari generasi ke generasi.

Joe Rogan Menyoroti Keunggulan Islam Makhachev

Komentator UFC sekaligus podcaster ternama, Joe Rogan, secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai perbedaan mendasar antara Khabib dan Islam. Rogan menegaskan bahwa Khabib tetap berada dalam jajaran petarung terhebat sepanjang sejarah MMA. Namun, Rogan juga menilai bahwa Islam Makhachev memiliki keunggulan teknis yang tidak dimiliki mentornya.

Menurut Rogan, perbedaan paling mencolok muncul pada kemampuan pertarungan berdiri atau striking. Islam menunjukkan variasi serangan yang lebih luas dan efektif, terutama saat menghadapi lawan kelas dunia. Pandangan ini memperkuat narasi bahwa Makhachev membawa dimensi baru dalam gaya bertarung khas Dagestan.

Khabib Nurmagomedov

Khabib Nurmagomedov kini melatih Islam Makhachev. (USA TODAY Sports/Craig Kidwell)

Keunggulan Striking Menjadi Pembeda Utama

Joe Rogan menekankan bahwa Khabib memiliki kemampuan striking yang solid dan terstruktur. Namun, Islam Makhachev melampaui standar tersebut dengan kemampuan menyerang yang lebih eksplosif dan tidak terduga. Salah satu contoh paling jelas muncul ketika Makhachev mengalahkan Alexander Volkanovski melalui tendangan kepala.

Aksi tersebut menunjukkan tingkat keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi dalam pertarungan berdiri. Selain itu, teknik tersebut juga mencerminkan adaptasi modern dalam strategi bertarung Makhachev. Rogan menilai bahwa pencapaian seperti ini tidak pernah muncul dalam catatan pertandingan Khabib, sehingga memberikan nilai tambah tersendiri bagi Islam.

Akar Dagestan dan Dominasi Grappling

Khabib dan Islam berasal dari wilayah yang sama, yaitu Dagestan, serta menimba ilmu dari sasana dan tradisi bela diri yang serupa. Petarung Dagestan dikenal luas karena kemampuan grappling dan ground fighting yang luar biasa. Mereka sering mengendalikan lawan di atas matras dan mengakhiri duel melalui kuncian atau dominasi posisi.

Islam Makhachev tetap mempertahankan identitas tersebut. Namun, ia juga mengembangkan kemampuan tambahan yang memperkaya gaya bertarungnya. Dengan demikian, Makhachev tidak hanya mengandalkan grappling, tetapi juga mengombinasikan teknik striking modern secara efektif.

Fleksibilitas Bertarung Mengangkat Level Islam Makhachev

Joe Rogan menilai bahwa Islam berada satu tingkat di atas banyak petarung elite lainnya. Ia menyoroti fleksibilitas Makhachev yang mampu mengalahkan lawan dalam berbagai skenario pertarungan. Islam dapat mendominasi duel berdiri, mengontrol pertarungan di atas matras, serta mengeksekusi kuncian dengan presisi tinggi.

Selain itu, Rogan juga menyoroti postur tubuh Islam yang besar untuk kelasnya. Keunggulan fisik tersebut memberikan keuntungan tambahan, terutama di kelas ringan 155 pon. Lawan sering kali harus menghadapi dilema taktis, karena ancaman grappling selalu membayangi setiap serangan pukulan yang mereka lepaskan.

Peran Khabib sebagai Mentor Strategis

Saat ini, Islam Makhachev berada langsung di bawah bimbingan Khabib Nurmagomedov. Hubungan mentor dan murid ini memainkan peran penting dalam perkembangan karier Islam. Sebelumnya, mendiang Abdulmanap Nurmagomedov membentuk fondasi teknik dan mental Islam sejak awal karier profesionalnya.

Khabib kemudian melanjutkan warisan tersebut dengan pendekatan strategis yang lebih matang. Ia membantu Islam menyempurnakan aspek teknis, pengambilan keputusan di dalam oktagon, serta kesiapan mental menghadapi tekanan laga besar.

Evolusi Petarung Dagestan dalam Lanskap MMA Modern

Perbandingan antara Islam Makhachev dan Khabib Nurmagomedov mencerminkan evolusi gaya bertarung petarung Dagestan. Khabib membawa dominasi grappling murni yang nyaris tak terbendung. Sementara itu, Islam mengembangkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan menambahkan striking tingkat tinggi ke dalam arsenalnya.

Dengan kombinasi tersebut, Islam Makhachev merepresentasikan generasi baru petarung Dagestan yang lebih adaptif terhadap tuntutan MMA modern. Oleh karena itu, banyak pengamat melihat Islam bukan hanya sebagai penerus Khabib, tetapi juga sebagai evolusi dari filosofi bertarung yang telah mendominasi UFC selama satu dekade terakhir.