Sesi Kualifikasi – Balapan Chinese Grand Prix 2026 menghadirkan persaingan sengit antar pebalap papan atas. Lintasan Shanghai International Circuit menjadi saksi performa impresif pebalap muda Mercedes, Kimi Antonelli.
Pebalap asal Italia tersebut menunjukkan konsistensi tinggi sepanjang sesi kualifikasi. Ia berhasil mencatatkan waktu tercepat sekaligus mengamankan posisi pole position untuk balapan utama. Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Antonelli karena ia mampu mengungguli sejumlah pebalap berpengalaman di grid.
Selain itu, performa kuat Antonelli juga memperkuat posisi Mercedes-AMG Petronas Formula One Team dalam persaingan musim ini. Dominasi pada sesi kualifikasi memberikan peluang besar bagi tim untuk meraih hasil maksimal pada balapan utama.
Persaingan Ketat pada Sesi Kualifikasi Pertama
Persaingan pada sesi kualifikasi pertama langsung menghadirkan drama sejak awal. Beberapa tim besar mencoba mencari setelan mobil terbaik untuk mendapatkan waktu lap optimal.
Pebalap Ferrari, Charles Leclerc, tampil sangat kompetitif pada fase awal tersebut. Ia berhasil mencatatkan waktu terbaik dengan torehan 1 menit 33,175 detik. Catatan waktu tersebut menempatkannya di posisi teratas pada sesi pertama.
Hasil tersebut juga menunjukkan kekuatan mobil milik Scuderia Ferrari di lintasan Shanghai. Namun demikian, beberapa pebalap lain mulai meningkatkan performa mereka saat sesi kualifikasi memasuki tahap berikutnya.
Antonelli Mengambil Alih Dominasi di Sesi Kedua
Memasuki sesi kualifikasi kedua, Antonelli mulai menunjukkan kemampuan sebenarnya. Ia langsung mencatatkan waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan para pesaingnya.
Pada fase ini, Antonelli mencatatkan waktu 1 menit 32,443 detik. Catatan tersebut langsung menempatkannya di posisi teratas sekaligus memberi tekanan besar kepada para rivalnya.
Selain itu, performa stabil yang ia tampilkan menunjukkan bahwa Mercedes telah menemukan pengaturan mobil yang tepat untuk lintasan Shanghai. Strategi tim juga berjalan efektif sehingga Antonelli mampu memaksimalkan potensi mobilnya.
Dengan catatan waktu tersebut, Antonelli berhasil melangkah ke sesi kualifikasi terakhir dengan kepercayaan diri tinggi.

Antonelli meraih pole position GP China 2026. Foto: Formula 1 via Getty Images/Mario Renzi – Formula 1
Penentuan Pole Position pada Sesi Kualifikasi Terakhir
Sesi kualifikasi ketiga atau Q3 menjadi penentuan utama pole position. Pada fase ini, setiap pebalap berusaha mencatatkan waktu terbaik dalam beberapa lap terakhir.
Antonelli kembali menunjukkan performa luar biasa. Ia berhasil mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 32,064 detik. Catatan tersebut tidak mampu disalip oleh para pesaing hingga sesi kualifikasi berakhir.
Keberhasilan ini menempatkan Antonelli di posisi start terdepan pada balapan utama. Posisi tersebut memberikan keuntungan strategis karena ia dapat mengontrol jalannya balapan sejak awal.
Persaingan Ketat di Barisan Depan Grid
Rekan setim Antonelli di Mercedes, George Russell, juga menunjukkan performa solid selama sesi kualifikasi. Ia mencatatkan waktu 1 menit 32,286 detik sehingga menempati posisi kedua pada grid start.
Sementara itu, juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton dari Ferrari mengamankan posisi ketiga. Hamilton mencatatkan waktu yang hanya terpaut tipis dari Russell.
Leclerc kemudian menempati posisi keempat setelah selisih waktunya hanya 0,013 detik di belakang Hamilton. Persaingan ketat di empat posisi teratas menunjukkan bahwa balapan utama kemungkinan akan berlangsung sangat kompetitif.
McLaren dan Alpine Mengisi Posisi Tengah
Selain tim-tim besar tersebut, para pebalap dari tim lain juga menampilkan performa kompetitif. Duo McLaren, yaitu Oscar Piastri dan juara bertahan Lando Norris, menempati posisi kelima dan keenam.
Keduanya berhasil menjaga posisi di dalam sepuluh besar sekaligus memberikan peluang bagi tim McLaren untuk meraih poin penting pada balapan utama.
Sementara itu, pebalap Alpine F1 Team, Pierre Gasly, mengamankan posisi ketujuh dengan catatan waktu 1 menit 32,873 detik.
Verstappen dan Red Bull Menghadapi Tantangan
Hasil kualifikasi kali ini juga menghadirkan tantangan bagi Max Verstappen dari Red Bull Racing. Juara dunia tersebut menempati posisi kedelapan setelah mencatatkan waktu 1 menit 33,002 detik.
Rekan setimnya, Isack Hadjar, berada tepat di belakangnya pada posisi kesembilan. Selisih waktu Hadjar dengan Verstappen hanya sekitar 0,119 detik.
Sementara itu, posisi sepuluh besar ditutup oleh pebalap Haas F1 Team, Oliver Bearman, yang mencatatkan waktu 1 menit 33,292 detik.
Peluang Antonelli pada Balapan Utama
Pole position yang diraih Antonelli memberikan keuntungan besar bagi Mercedes menjelang balapan utama. Posisi start terdepan memungkinkan Antonelli mengendalikan ritme balapan sejak lap pertama.
Namun demikian, persaingan di belakangnya tetap sangat ketat. Russell, Hamilton, serta Leclerc memiliki peluang besar untuk menantang posisi terdepan jika terjadi kesalahan strategi atau insiden di awal balapan.
Oleh karena itu, balapan Formula One World Championship di Shanghai diperkirakan akan menghadirkan pertarungan sengit. Konsistensi, strategi pit stop, serta manajemen ban akan menjadi faktor kunci yang menentukan hasil akhir perlombaan.