Grup Musik – Akulturasi religi asal Yogyakarta, Ki Ageng Ganjur, memperluas jangkauan diplomasi budaya Indonesia dengan melakukan roadshow internasional ke Uzbekistan pada 27 April hingga 5 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tashkent sebagai bagian dari strategi promosi budaya di tingkat global.

Selain itu, program ini juga menjadi sarana penting untuk memperkenalkan kekayaan seni Indonesia kepada masyarakat internasional. Dengan demikian, Ki Ageng Ganjur tidak hanya tampil sebagai grup musik, tetapi juga sebagai duta budaya yang membawa pesan perdamaian dan dialog antarbangsa.

Partisipasi dalam Festival Budaya Internasional di Uzbekistan

Selama berada di Uzbekistan, Ki Ageng Ganjur di jadwalkan tampil dalam dua agenda utama yang memiliki skala internasional. Pertama, mereka akan tampil pada 29 April 2026 di Eternal City, Silk Road Complex, Samarkand dalam rangka promosi budaya Indonesia.

Selanjutnya, mereka juga akan berpartisipasi dalam International Folklore Festival “Boysun Bukhori” yang di selenggarakan di Distrik Boysun, wilayah Surkhandarya. Festival ini di kenal sebagai salah satu ajang budaya internasional yang rutin menghadirkan ratusan komunitas seni dari berbagai negara.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Ruhaini Dzuhayatin, menjelaskan bahwa festival tersebut menjadi ruang penting untuk memperkenalkan budaya berbagai negara kepada publik dunia. Selain itu, ia menegaskan bahwa lebih dari 200 komunitas folklor internasional akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan seni tradisional masing-masing.

Dengan demikian, kehadiran Indonesia dalam festival ini memperkuat posisi budaya Nusantara di kancah global.

Musik sebagai Media Dialog Antarbudaya

Pimpinan Ki Ageng Ganjur, Al-Zastrouw, menekankan bahwa roadshow ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik, tetapi juga pada upaya membangun dialog lintas budaya dan lintas iman. Oleh karena itu, musik di gunakan sebagai medium utama untuk mempererat hubungan antarbangsa.

Selain itu, Ki Ageng Ganjur juga membawa pesan perdamaian melalui karya-karya musik yang mereka tampilkan. Dengan pendekatan tersebut, mereka berupaya menjadikan musik sebagai jembatan komunikasi antarbudaya yang lebih inklusif.

Ki Ageng Ganjur

Grup musik akulturasi religi asal Yogyakarta, Ki Ageng Ganjur.

Perpaduan Musik Tradisional dan Modern dalam Penampilan

Dalam setiap penampilannya, Ki Ageng Ganjur membawakan komposisi musik yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. Beberapa karya yang akan ditampilkan antara lain “Pasar Klewer”, “Night at Murcia”, “Spirit of Peace”, dan “Oriental Jazz”.

Tidak hanya itu, mereka juga membawakan lagu-lagu internasional yang sudah di kenal luas seperti “Heal the World”, “Sweet Child O’ Mine”, “Imagine”, dan “Wind of Change”. Selain lagu internasional, mereka juga menampilkan lagu daerah Nusantara sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Selanjutnya, seluruh aransemen musik di perkaya dengan perpaduan instrumen tradisional Indonesia seperti gamelan, suling, kendang, dan siter yang dikombinasikan dengan instrumen modern lintas genre. Dengan kombinasi tersebut, pertunjukan Ki Ageng Ganjur menghadirkan warna musik yang unik dan berbeda dari penampilan musik pada umumnya.

Ziarah Budaya dan Eksplorasi Sejarah Uzbekistan

Selain tampil dalam konser dan festival, Ki Ageng Ganjur juga melakukan ziarah budaya ke berbagai lokasi bersejarah di Uzbekistan. Kegiatan ini mencakup kunjungan ke kompleks makam Imam Bukhari di Samarkand yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi.

Selain itu, mereka juga mengunjungi sejumlah museum serta pusat kebudayaan yang tersebar di wilayah Samarkand, Boysun, Termez, dan Tashkent. Melalui kunjungan ini, mereka memperdalam pemahaman terhadap sejarah dan budaya lokal Uzbekistan.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan seni, tetapi juga pada proses pembelajaran lintas budaya yang lebih mendalam.

Penguatan Hubungan Budaya Indonesia–Uzbekistan

Secara keseluruhan, roadshow Ki Ageng Ganjur ke Uzbekistan menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Uzbekistan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang lebih luas bagi promosi seni budaya Indonesia di tingkat internasional.

Melalui kolaborasi diplomasi budaya, partisipasi dalam festival global, serta pertunjukan musik lintas genre, Indonesia berhasil memperluas jangkauan pengaruh budayanya. Dengan demikian, Ki Ageng Ganjur tidak hanya membawa musik, tetapi juga membawa pesan persaudaraan, perdamaian, dan kerja sama antarbangsa.