Hari Desa Nasional 2026 – Berlangsung meriah di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojongsongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Acara ini mengusung tema Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia. Melalui tema tersebut, pemerintah menegaskan kembali posisi desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Oleh karena itu, peringatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan juga menjadi ruang kolaborasi antara desa, pemerintah, dan masyarakat luas.

Sejak pagi hari, ribuan peserta memadati lokasi acara. Suasana semakin hidup ketika tarian Topeng Ireng khas Boyolali membuka rangkaian kegiatan. Selain itu, panitia juga mengawali acara dengan doa bersama sebagai bentuk solidaritas bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera. Dengan langkah ini, peringatan Hari Desa Nasional tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menguatkan nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Deklarasi Boyolali dan Seruan Persatuan Desa

Memasuki agenda utama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama jajaran menteri dan tamu undangan melepas burung merpati sebagai simbol Deklarasi Boyolali. Momen ini menandai komitmen bersama untuk memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan. Selanjutnya, Menteri Desa menyampaikan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk menyatukan energi positif demi kemajuan desa.

Dalam sambutannya, Menteri Desa menekankan bahwa pembangunan desa tidak dapat berjalan secara sektoral. Dengan jumlah desa di Indonesia yang mencapai puluhan ribu, kerja sama lintas kementerian, lembaga, dan masyarakat menjadi keharusan. Oleh sebab itu, Hari Desa Nasional harus menjadi momentum untuk menumbuhkan kekompakan, memperkuat persatuan, dan menghilangkan prasangka yang menghambat kemajuan.

Lebih lanjut, ia juga mengaitkan pembangunan desa dengan visi nasional melalui Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah. Dengan pendekatan ini, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih merata sekaligus menekan angka kemiskinan.

Budaya Nasional

Foto: 20detik

Program Strategis dan Target Desa Ekspor

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa memaparkan program strategis bertajuk 12 Aksi Bangun Desa. Program ini mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari ketahanan pangan, pencegahan stunting, penguatan BUMDes, hingga pengembangan peran pemuda desa. Selain itu, Kementerian Desa juga menggagas Festival Bangun Desa sebagai wadah apresiasi dan inovasi desa.

Salah satu fokus utama terletak pada program Desa Ekspor. Pemerintah menargetkan pembentukan 5.000 Desa Ekspor guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. Selama periode kepemimpinan saat ini, berbagai ekspor perdana telah berjalan, mulai dari komoditas kopi, kemiri, ikan, hingga kentang. Dengan langkah ini, desa tidak lagi hanya menjadi konsumen, melainkan juga produsen yang berkontribusi pada ekonomi nasional.

Apresiasi Pemerintah Daerah dan Antusiasme Peserta

Penyelenggaraan Hari Desa Nasional 2026 menuai apresiasi dari pemerintah daerah. Gubernur Jawa Tengah menyampaikan rasa bangga atas penunjukan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Menurutnya, acara ini memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi desa, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia juga menyoroti besarnya jumlah UMKM mikro di Jawa Tengah yang mencapai jutaan unit usaha. Mayoritas UMKM tersebut berada di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, peringatan Hari Desa Nasional dinilai mampu menjadi pengungkit ekonomi lokal sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk desa.

Antusiasme juga terlihat jelas dari para peserta. Kepala desa, perangkat desa, hingga anggota Badan Permusyawaratan Desa berangkat sejak dini hari dari berbagai wilayah. Semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap agenda nasional ini tampak kuat di antara para peserta.

Bazar UMKM dan Hiburan Budaya Meriahkan Acara

Selain agenda resmi, Hari Desa Nasional 2026 juga menghadirkan bazar UMKM dari berbagai desa. Beragam produk kuliner khas Boyolali tampil di stan BUMDes, mulai dari jajanan tradisional hingga olahan susu. Setiap stan menampilkan keunikan lokal yang mencerminkan kreativitas dan potensi ekonomi desa.

Di sisi lain, panggung hiburan menampilkan tarian tradisional, permainan rakyat, serta pertunjukan musik. Kehadiran musisi nasional semakin menambah semarak suasana. Dengan kombinasi budaya dan ekonomi kreatif, acara ini berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.

Penghargaan dan Partisipasi Nasional

Pada puncak acara, Kementerian Desa juga menyerahkan berbagai penghargaan kepada desa dan BUMDes berprestasi. Penghargaan tersebut mencakup kategori BUMDes inspiratif, festival film desa, YouTuber desa, desa digital, desa ekspor, hingga desa migran. Melalui apresiasi ini, pemerintah mendorong desa untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Puluhan ribu peserta menghadiri peringatan ini, yang terdiri dari kepala desa se-Jawa Tengah, asosiasi desa, OPD, Forkopimda, hingga perwakilan kementerian. Dengan dukungan berbagai pihak, Hari Desa Nasional 2026 berhasil menegaskan bahwa desa memegang peran kunci dalam pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.