AS Roma – Mencatatkan kemenangan penting dengan skor 2-0 saat menghadapi Torino pada pekan ke-21 Serie A. Pertandingan berlangsung di Stadion Olimpico di Torino, Turin, pada Minggu waktu setempat. Hasil ini memperlihatkan efektivitas Roma dalam memanfaatkan peluang sekaligus menjaga konsistensi permainan sepanjang laga.
Selain itu, kemenangan ini juga menghadirkan sorotan khusus pada penyerang anyar Roma. Donyell Malen, yang Roma pinjam dari Aston Villa, langsung mencatatkan gol debut bersama Giallorossi. Kontribusi tersebut menegaskan dampak instan Malen dalam skema serangan tim ibu kota.
Roma Menguasai Inisiatif Sejak Awal Pertandingan
Sejak menit awal, AS Roma langsung mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan Gian Piero Gasperini berusaha mengendalikan tempo permainan melalui penguasaan bola dan pergerakan cepat di lini tengah.
Pada fase awal laga, Roma menciptakan ancaman pertama melalui sepakan Paulo Dybala. Meski peluang tersebut belum mengarah tepat ke gawang, Roma terus meningkatkan intensitas serangan. Tekanan berkelanjutan ini akhirnya membuka ruang di lini pertahanan Torino.

Penyerang AS Roma Donyell Malen merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Torino pada pertandingan Liga Italia di Stadion Olimpico di Torino, Turin, Minggu (18/1/2026) waktu setempat. (asroma.com)
Gol Debut Donyell Malen Membuka Keunggulan
Momentum penting terjadi pada menit ke-23. Paulo Dybala mengirimkan umpan terukur ke area berbahaya. Donyell Malen kemudian memaksimalkan peluang tersebut melalui penyelesaian akurat. Gol ini tidak hanya membawa Roma unggul 1-0, tetapi juga menandai awal yang menjanjikan bagi Malen bersama klub barunya.
Setelah gol pembuka, Roma tetap mempertahankan pendekatan menyerang. Tim tamu berusaha menambah keunggulan melalui kombinasi cepat dan pergerakan tanpa bola. Namun demikian, pertahanan Torino masih mampu meredam beberapa peluang tambahan hingga jeda babak pertama tiba.
Tekanan Berlanjut pada Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Roma kembali meningkatkan intensitas permainan. Lini serang Roma terus menekan area pertahanan Torino dengan variasi serangan dari sisi sayap dan tengah. Meskipun demikian, penyelesaian akhir masih belum menemui hasil pada menit-menit awal paruh kedua.
Sementara itu, Torino mencoba merespons tekanan dengan memperbaiki organisasi permainan. Namun, Roma tetap menunjukkan kedisiplinan dalam menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Pendekatan ini membuat Torino kesulitan mengembangkan permainan secara konsisten.
Paulo Dybala Menggandakan Keunggulan Roma
Roma akhirnya memperbesar keunggulan pada menit ke-72. Kali ini, Devyne Rensch mengirimkan umpan matang dari sisi kanan. Paulo Dybala menyambut bola tersebut dengan tembakan akurat yang mengarah ke gawang Torino. Gol ini memastikan Roma unggul 2-0 dan semakin mengendalikan jalannya pertandingan.
Setelah gol kedua, Roma mengatur tempo permainan dengan lebih tenang. Tim tamu fokus menjaga penguasaan bola dan menutup ruang bagi Torino untuk bangkit. Strategi ini terbukti efektif dalam meredam agresivitas lawan.
Upaya Torino Tidak Mengubah Hasil Akhir
Dalam kondisi tertinggal, Torino meningkatkan intensitas serangan. Che Adams sempat menciptakan dua peluang berbahaya. Namun, lini pertahanan Roma tetap tampil solid dan disiplin. Setiap upaya Torino selalu menemui hambatan sebelum mencapai hasil maksimal.
Hingga peluit akhir berbunyi, Torino terus berusaha memperkecil ketertinggalan. Akan tetapi, Roma mampu menjaga keunggulan tanpa kehilangan fokus. Skor 2-0 pun bertahan hingga pertandingan berakhir.
Dampak Kemenangan bagi Klasemen Serie A
Kemenangan ini membawa Roma kembali ke peringkat keempat klasemen sementara Serie A dengan raihan 42 poin dari 21 pertandingan. Roma kini hanya terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan. Posisi ini membuka peluang besar bagi Roma untuk terus bersaing di papan atas.
Sebaliknya, kekalahan membuat Torino tetap berada di peringkat ke-13 dengan 23 poin dari 21 laga. Meskipun Torino masih unggul enam poin dari zona degradasi, konsistensi hasil akan menjadi faktor penting dalam menjaga posisi aman.
Kesimpulan
AS Roma menunjukkan efektivitas permainan melalui kombinasi agresivitas serangan dan disiplin taktik. Gol debut Donyell Malen serta kontribusi Paulo Dybala menjadi faktor penentu kemenangan. Dengan performa seperti ini, Roma memiliki modal kuat untuk menghadapi tantangan Serie A selanjutnya dan menjaga ambisi bersaing di papan atas klasemen.