Gangguan Listrik – Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Sukabumi pada 8 Juni 2026 berubah menjadi pengalaman pahit bagi peserta dan pihak sekolah. Listrik padam secara tiba-tiba saat ujian berbasis komputer berlangsung, sehingga seluruh sistem ujian berhenti total. Kejadian ini memicu kekacauan, mengganggu konsentrasi siswa, dan menimbulkan kekecewaan mendalam, terutama bagi peserta yang sedang berada pada performa terbaiknya.

Salah satu peserta, Nadya Putrinda Paramitha dari SD Negeri Gandasoli Kecamatan Cireunghas, mengalami dampak paling berat. Ia menargetkan hasil maksimal dalam kompetisi akademik tersebut setelah berlatih selama berbulan-bulan. Namun, gangguan listrik merusak semua persiapan yang ia bangun dengan disiplin dan kerja keras.

Kronologi Ujian OSN Berubah Menjadi Kekacauan Teknis

Panitia memulai sesi ketiga OSN SD dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sesuai jadwal. Para siswa duduk di depan komputer dan mulai mengerjakan soal dengan tenang. Nadya dan peserta lain fokus menjawab satu per satu soal yang muncul di layar.

Masalah muncul ketika beberapa komputer mulai mengalami gangguan. Layar mendadak tidak merespons, lalu sistem keluar sendiri dan meminta login ulang. Para peserta mulai merasa terganggu, namun mereka tetap mencoba melanjutkan ujian.

Situasi berubah drastis ketika listrik utama langsung padam. Seluruh komputer mati serentak, dan ruangan ujian langsung gelap. Lampu sekolah ikut mati, sehingga suasana tenang berubah menjadi panik. Para peserta kehilangan akses ke soal yang sedang mereka kerjakan, sementara waktu ujian tetap berjalan tanpa kontrol.

Upaya Panitia Menghadapi Situasi Darurat

Panitia OSN segera mengumpulkan peserta di ruang ujian dan mencoba menenangkan suasana. Mereka meminta siswa tetap bertahan sambil menunggu listrik kembali menyala. Panitia juga berusaha menjaga ketertiban agar peserta tidak meninggalkan ruangan.

Panitia kemudian memberikan tambahan waktu pengerjaan untuk memberi kesempatan jika listrik kembali normal. Namun, gangguan tidak juga berakhir. Waktu terus berjalan, sementara sistem ujian tetap tidak bisa digunakan.

Setelah menunggu cukup lama tanpa hasil, panitia akhirnya menghentikan ujian secara terpaksa. Mereka menyampaikan keputusan itu karena kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan proses evaluasi secara adil dan stabil.

Kekecewaan Peserta yang Gagal Menyelesaikan Soal

Nadya mengalami tekanan emosional yang sangat besar akibat kejadian tersebut. Ia sudah menyelesaikan sekitar 40 dari 60 soal sebelum sistem mulai bermasalah. Ia merasa percaya diri karena berhasil menjawab sebagian besar soal dengan baik.

Namun, ketika komputer berhenti berfungsi, ia kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pengerjaan. Ia melihat waktu terus berjalan tanpa bisa mengakses soal yang tersisa. Situasi itu membuatnya panik dan kehilangan fokus.

Ketika panitia mengumumkan waktu habis, Nadya meninggalkan ruang ujian dengan kondisi tertekan. Ia tidak bisa menahan air mata karena merasa kesempatan meraih prestasi hilang begitu saja akibat gangguan teknis yang tidak ia sebabkan.

Gangguan Listrik

Pilu Ujian OSN Siswi SD di Sukabumi Gagal Total, Imbas Listrik Padam Tanpa Pemberitahuan

Keluhan Sekolah Terkait Minimnya Informasi Pemadaman

Pihak sekolah menyampaikan kekecewaan karena tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai pemadaman listrik. Pengawas ujian menjelaskan bahwa sekolah tidak mendapat surat resmi atau informasi apa pun dari pihak penyedia listrik sebelum ujian berlangsung.

Ketiadaan informasi tersebut membuat pihak sekolah tidak dapat melakukan persiapan tambahan seperti penyediaan genset atau sistem cadangan daya. Kondisi ini memperburuk dampak gangguan yang terjadi di tengah pelaksanaan OSN.

Harapan Peserta untuk Ujian Susulan yang Adil

Nadya dan beberapa peserta lain yang terdampak berharap panitia memberikan solusi yang adil. Mereka menginginkan ujian susulan agar mereka dapat menunjukkan kemampuan secara penuh tanpa gangguan teknis.

Nadya menyampaikan harapan agar pihak penyelenggara mempertimbangkan kondisi yang terjadi. Ia menilai ujian ulang dapat memberikan kesempatan yang lebih adil karena gangguan listrik mengganggu konsentrasi dan merusak alur pengerjaan soal.

Namun, ia juga menerima kemungkinan keputusan akhir dari panitia, meskipun harapannya tetap tertuju pada pelaksanaan ulang.

Evaluasi Penting untuk Pelaksanaan Ujian Digital

Peristiwa ini menunjukkan bahwa pelaksanaan ujian berbasis komputer membutuhkan infrastruktur yang sangat stabil. Gangguan listrik kecil saja mampu menghentikan seluruh sistem dan mempengaruhi hasil ujian secara langsung.

Pihak penyelenggara perlu meningkatkan koordinasi dengan penyedia listrik agar kejadian serupa tidak terulang. Sekolah juga perlu menyiapkan sistem cadangan seperti genset atau UPS untuk menjaga kelancaran ujian.

Selain itu, panitia perlu menyiapkan protokol darurat yang lebih jelas agar peserta tetap mendapat perlakuan adil ketika kondisi teknis gagal mendukung pelaksanaan ujian.

Penutup

Insiden pemadaman listrik saat OSN SD di Sukabumi meninggalkan pelajaran penting tentang pentingnya kesiapan teknis dalam ujian digital. Peristiwa ini tidak hanya mengganggu jalannya ujian, tetapi juga mempengaruhi mental dan motivasi peserta yang telah berjuang keras.

Ke depan, semua pihak perlu bekerja lebih serius dalam memastikan kelancaran infrastruktur agar kegiatan akademik berskala nasional dapat berjalan tanpa hambatan dan tetap menjunjung asas keadilan bagi seluruh peserta.