Dreame – Produsen perangkat rumah tangga asal Tiongkok yang di kenal dengan produk penyedot debu pintar, melakukan langkah strategis dengan memasuki industri otomotif berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, perusahaan ini juga memperluas portofolionya dengan mengembangkan kendaraan listrik berperforma tinggi yang menggabungkan teknologi AI dan sistem mobilitas masa depan.

Langkah ekspansi ini menandai transformasi besar Dreame dari perusahaan elektronik konsumen menjadi pemain baru di sektor kendaraan pintar global. Dengan demikian, Dreame menargetkan posisi kompetitif dalam industri otomotif yang semakin mengandalkan teknologi otonom.

Peluncuran Mobil Konsep Nebula Next 01

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Dreame memperkenalkan mobil listrik pertamanya bernama Nebula Next 01. Kendaraan ini hadir dalam bentuk sedan empat pintu dengan spesifikasi performa tinggi yang mencolok.

Mobil ini mampu menghasilkan tenaga hingga 1.903 horsepower dan mencatat akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 1,8 detik. Oleh karena itu, Nebula Next 01 menempatkan dirinya dalam kategori kendaraan listrik berperforma ekstrem yang menantang standar industri saat ini.

Selain itu, Dreame juga mengembangkan beberapa lini konsep kendaraan lain seperti Kosmera, Star Motor, dan Nebula. Ketiga seri ini menunjukkan ambisi perusahaan dalam menciptakan ekosistem mobil pintar yang beragam dan futuristik.

Kolaborasi Riset dengan University of California, Berkeley

Dalam upaya memperkuat pengembangan teknologi kendaraan otonom, Dreame menjalin kerja sama dengan University of California, Berkeley. Universitas ini di kenal sebagai salah satu pusat riset teknologi terkemuka di dunia dengan sejarah panjang sejak tahun 1868.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak menggabungkan sumber daya penelitian untuk mempercepat pengembangan sistem kontrol kendaraan berbasis AI. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pengembangan teknologi transportasi cerdas yang lebih adaptif dan efisien.

Dreame menargetkan pengembangan sistem AI yang mampu mengendalikan seluruh aspek kendaraan. Sistem tersebut mencakup persepsi lingkungan, pengambilan keputusan, hingga kontrol sasis dan sistem penggerak.

Dreame

Produk robot dan mobil Dreame Nebula Next 01 yang dibagikan di akun resmi X Dreame, 16 Maret 2026.

Pengembangan Teknologi AI dan Sistem Otonom

Dalam tahap pengembangannya, Dreame fokus pada beberapa teknologi inti seperti pembelajaran berkelanjutan, arsitektur multi-agen, dan platform komputasi terintegrasi. Dengan pendekatan ini, perusahaan berupaya menciptakan sistem kendaraan yang dapat belajar dan beradaptasi secara mandiri.

Selain itu, Dreame juga mengadakan sesi kolaboratif antara insinyur internal dan peneliti Berkeley. Pertemuan ini berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan serta integrasi teknologi dalam sistem transportasi masa depan.

Dengan demikian, Dreame memperkuat fondasi teknologi yang mendukung visi jangka panjangnya dalam industri otomotif berbasis AI.

Inovasi Crossover Nebula Next 01X dan Teknologi Canggih

Selain sedan Nebula Next 01, Dreame juga memperkenalkan Nebula Next 01X sebagai model crossover. Kendaraan ini di lengkapi dengan suspensi elektromagnetik serta opsi powertrain dengan jangkauan tambahan.

Lebih lanjut, mobil ini menggunakan dua chip komputasi dengan kemampuan hingga 2.000 TOPS, yang mendukung pemrosesan data dalam skala besar secara real-time. Selain itu, Dreame juga menyematkan sistem pengereman elektromekanis (EMB) untuk meningkatkan respons dan keselamatan kendaraan.

Perusahaan menargetkan produksi massal kendaraan ini pada tahun 2027. Dengan demikian, Dreame menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pengembangan kendaraan listrik cerdas.

Pengembangan Baterai Solid-State Generasi Baru

Dalam aspek energi, Dreame memperkenalkan teknologi baterai solid-state bernama “Starry Sky Crystal Core Power”. Baterai ini memiliki kapasitas sel sebesar 60 Ah dengan kepadatan energi di atas 450 Wh/kg.

Selain itu, efisiensi integrasi paket baterai ini mencapai 85 persen, sehingga meningkatkan performa dan efisiensi kendaraan secara keseluruhan. Dreame juga mengklaim bahwa baterai ini mampu mengisi daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 10 menit.

Meskipun demikian, waktu pengisian ini masih lebih lambat dibandingkan beberapa teknologi terbaru dari produsen lain seperti BYD, Geely, dan CATL. Namun demikian, inovasi ini tetap menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi penyimpanan energi.

Strategi Global dan Arah Masa Depan Dreame

Dreame berencana mengumumkan pembaruan teknologi dan produk terbarunya dalam acara di Silicon Valley pada 27 April. Acara tersebut akan menampilkan inovasi inti serta perkembangan terbaru dari proyek kendaraan AI mereka.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Dreame menunjukkan ambisi besar untuk bersaing dalam industri otomotif global. Selain itu, perusahaan juga berupaya membangun ekosistem kendaraan pintar yang terintegrasi dengan teknologi AI tingkat lanjut.

Kesimpulan

Ekspansi Dreame ke industri otomotif menandai perubahan signifikan dalam strategi bisnis perusahaan. Melalui pengembangan Nebula Next 01, kerja sama dengan University of California, Berkeley, serta inovasi baterai dan sistem AI, Dreame membangun fondasi kuat untuk masa depan kendaraan otonom.

Dengan demikian, Dreame tidak hanya bertransformasi dari produsen perangkat rumah tangga menjadi inovator otomotif, tetapi juga berpotensi menjadi pemain penting dalam revolusi mobilitas berbasis kecerdasan buatan.