Thailand – Menerapkan langkah keamanan baru untuk Festival Songkran 2026 dengan memperkenalkan 10 aturan utama demi menjaga keselamatan publik. Otoritas kepolisian menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku di berbagai wilayah, termasuk kawasan populer seperti Jalan Khao San di Bangkok.
Selain itu, pihak berwenang membatasi aktivitas bermain air di Jalan Khao San hanya pada 13 hingga 15 April 2026. Aktivitas di izinkan berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 22.00 waktu setempat. Polisi juga menempatkan titik pemeriksaan ketat untuk menyaring barang berbahaya yang masuk ke area festival.
Kolonel Polisi Niphon Nithikarunlert dari Kantor Polisi Chana Songkhram menyampaikan bahwa petugas akan menolak segala bentuk bubuk, kapur, dan senjata air bertekanan tinggi. Dengan demikian, pihak keamanan berupaya menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung.
Aturan Pakaian dan Etika Selama Festival
Selain pengawasan barang bawaan, pemerintah Thailand juga memperketat aturan terkait pakaian pengunjung. Wisatawan di minta mengenakan pakaian yang sopan dan menghindari busana terbuka.
Selanjutnya, otoritas menegaskan larangan perilaku tidak pantas di ruang publik. Kebijakan ini bertujuan menjaga citra Songkran sebagai festival budaya yang positif sekaligus ramah wisatawan.
Di sisi lain, penjualan alkohol tetap di perbolehkan, namun hanya dalam jam tertentu, yaitu pukul 11.00 hingga 24.00. Pemerintah juga melarang penjualan alkohol kepada anak di bawah umur untuk mencegah penyalahgunaan.

Orang-orang yang bersuka ria memercikkan air ke petugas polisi saat perayaan festival Songkran di Hong Kong, Minggu, 9 April 2023.
10 Aturan Utama Songkran 2026
Otoritas Thailand menetapkan 10 aturan utama yang wajib di patuhi masyarakat selama festival berlangsung:
Pertama, peserta tidak boleh menyiram orang yang tidak ikut bermain air. Pelanggaran aturan ini dapat di kenakan denda hingga 60.000 baht.
Kedua, penggunaan pakaian tidak pantas di ruang publik akan di kenai denda sekitar 5.000 baht.
Ketiga, tindakan pelecehan seksual seperti menyentuh atau mencium tanpa persetujuan mendapat hukuman berat hingga 200.000 baht.
Keempat, penggunaan bedak tanpa izin juga termasuk pelanggaran privasi dengan denda 5.000 baht.
Kelima, penggunaan senjata air bertekanan tinggi di larang karena dapat menyebabkan cedera dengan denda hingga 4.000 baht.
Keenam, pengendara yang mengemudi dalam keadaan mabuk menghadapi denda hingga 20.000 baht.
Ketujuh, pengendara dan penumpang wajib menggunakan helm dengan denda masing-masing 2.000 baht.
Kedelapan, penggunaan truk air dalam area terlarang dapat di kenakan denda hingga 50.000 baht.
Kesembilan, musik dengan volume tinggi yang mengganggu lingkungan akan dikenai denda 10.000 baht.
Kesepuluh, penjualan dan konsumsi alkohol di zona terlarang akan mendapatkan sanksi sesuai aturan lokal di setiap wilayah.
Tujuan Kebijakan Keamanan Festival
Pemerintah Thailand menegaskan bahwa seluruh aturan ini bertujuan menciptakan festival yang aman dan tertib. Oleh karena itu, aparat keamanan meminta masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.
Selain itu, pemerintah ingin memastikan Songkran tetap menjadi festival budaya yang menyenangkan tanpa mengganggu ketertiban umum. Dengan demikian, keseimbangan antara hiburan dan keamanan dapat terjaga selama perayaan berlangsung.
Tantangan Pariwisata di Tengah Kondisi Eksternal
Di sisi lain, sektor pariwisata Thailand menghadapi tantangan tambahan pada musim Songkran 2026. Pelaku industri pariwisata di wilayah utara memperkirakan penurunan kunjungan wisatawan akibat polusi udara yang meningkat.
Kota Chiang Mai bahkan sempat mencatat kualitas udara terburuk di dunia. Selain itu, beberapa provinsi lain seperti Mae Hong Son juga mengalami dampak kabut asap akibat kebakaran hutan.
Tidak hanya itu, kondisi ekonomi global yang tidak stabil turut memengaruhi daya beli wisatawan. Ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi ikut memberi tekanan pada sektor pariwisata.
Kesimpulan
Songkran 2026 di Thailand hadir dengan pendekatan baru yang lebih ketat terhadap keamanan dan ketertiban. Dengan penerapan 10 aturan utama, pemerintah berupaya menciptakan festival yang aman, tertib, dan tetap meriah.
Meskipun sektor pariwisata menghadapi tantangan dari faktor eksternal, pemerintah tetap berharap Songkran dapat berjalan lancar dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu festival budaya paling ikonik di dunia.