Anggota Komisi VII DPR – Samuel Wattimena, mendorong pengembangan kegiatan seni budaya yang terintegrasi dengan objek wisata Benteng Fort Willem Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa perpaduan antara acara budaya dan wisata akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pengunjung.
Dalam kesempatan mengikuti kirab budaya Doa Untuk Perdamaian Nusantara di Benteng Fort Willem Ambarawa pada Sabtu malam, Samuel menyampaikan bahwa kegiatan seni budaya harus relevan dengan tren kekinian. Menurutnya, penyelenggara perlu menghadirkan program yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga mampu menarik perhatian generasi muda.
Menghubungkan Seni Budaya dengan Pariwisata
Samuel menekankan bahwa Benteng Fort Willem Ambarawa bukan sekadar lokasi wisata sejarah, tetapi juga bisa menjadi panggung kegiatan budaya yang hidup. “Acara budaya bisa ‘nyambung’ dengan keberadaan objek wisata Benteng Fort Willem,” ujar Samuel. Pernyataan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sektor pariwisata dan kegiatan seni budaya untuk menciptakan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi pengunjung.
Ia menambahkan bahwa kegiatan budaya yang digelar perlu menyesuaikan diri dengan selera masyarakat saat ini. Dengan kata lain, acara yang tradisional saja tidak cukup; penyelenggara harus menambahkan sentuhan kreatif agar relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan ini akan memastikan acara tetap menarik sekaligus memberikan edukasi mengenai budaya lokal kepada wisatawan dan masyarakat luas.
Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya
Samuel juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni budaya. Ia mendorong para tokoh budaya di Kabupaten Semarang untuk menggandeng anak-anak muda dalam merancang dan melaksanakan acara. “Kepada para senior dan sesepuh, para generasi muda ini jangan dilepas,” katanya.
Kolaborasi lintas generasi ini memungkinkan lahirnya ekspresi budaya yang lebih dinamis dan kreatif. Generasi muda dapat menyuntikkan inovasi melalui seni pertunjukan, musik, tarian, hingga teknologi digital. Sementara itu, pengalaman dan pengetahuan para sesepuh akan menjaga keaslian dan nilai historis budaya tersebut. Kombinasi ini akan menciptakan pengalaman budaya yang autentik sekaligus modern.

wisata Benteng
Kirab Budaya dan Doa Untuk Perdamaian
Dalam rangkaian acara Doa Untuk Perdamaian Nusantara, ratusan pelaku seni budaya dan pemuka agama berkumpul di Benteng Fort Willem Ambarawa. Acara diawali dengan kirab budaya di sekitar area benteng, menampilkan pertunjukan tarian, musik tradisional, dan pakaian adat yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Para pemuka agama dan aliran kepercayaan secara bergantian menyampaikan doa untuk perdamaian nusantara. Mereka menyoroti pentingnya persatuan di tengah konflik global, termasuk yang terjadi di Timur Tengah. Acara ini tidak hanya menekankan nilai spiritual, tetapi juga mempromosikan budaya toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Seni Budaya sebagai Media Edukasi dan Penguatan Komunitas
Kolaborasi antara seni budaya, pendidikan, dan pariwisata memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat ganda. Selain memperkenalkan sejarah dan budaya lokal kepada wisatawan, kegiatan ini juga menguatkan identitas komunitas. Generasi muda yang terlibat belajar menghargai warisan budaya sambil mengembangkan kemampuan kreatif mereka.
Samuel menekankan bahwa melalui seni budaya, masyarakat bisa mengekspresikan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan perdamaian. Acara seperti Doa Untuk Perdamaian Nusantara memberikan contoh konkret bagaimana budaya lokal dapat menjadi sarana diplomasi sosial yang efektif.
Kesimpulan
Integrasi kegiatan seni budaya dengan objek wisata Benteng Fort Willem Ambarawa membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya di Kabupaten Semarang. Keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan tradisi, sementara kirab budaya dan doa lintas agama memperkuat nilai toleransi dan persatuan. Kolaborasi semacam ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya serta mempromosikan perdamaian.