AC Milan – Meraih kemenangan krusial saat menghadapi Cremonese dalam lanjutan Liga Italia Serie A 2025/2026, Minggu (1/3/2026) petang WIB. Bertanding di Stadion Giovanni Zini, Milan mengamankan tiga poin setelah menundukkan tuan rumah dengan skor 2-0 melalui gol-gol pada menit akhir pertandingan. Hasil ini memberikan dampak signifikan terhadap posisi klasemen sementara Serie A musim ini.
Tambahan tiga poin membawa Milan naik ke peringkat kedua klasemen dengan koleksi 57 poin. Sebaliknya, Cremonese tetap tertahan di posisi ke-17 dengan raihan 24 poin, sehingga tekanan zona degradasi semakin terasa bagi tim tuan rumah.
Cremonese Tampil Agresif di Awal Pertandingan
Sejak peluit awal berbunyi, Cremonese langsung mengambil inisiatif serangan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, mereka mencoba menekan pertahanan Milan melalui tempo cepat dan distribusi bola yang agresif. Dalam sepuluh menit pertama, beberapa peluang tercipta dari skema serangan terbuka. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal menghasilkan gol.
Milan tidak tinggal diam. Tim tamu mulai membangun ritme permainan secara perlahan dengan memanfaatkan kecepatan lini sayap. Pada menit ke-33, Rafael Leao berhasil lolos dari jebakan offside dan mendapatkan ruang tembak. Namun, ia gagal mengarahkan bola tepat ke gawang yang dijaga Emil Audero.
Dua menit kemudian, Cremonese hampir membuka keunggulan melalui Morten Thorsby. Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Mike Maignan menunjukkan refleks cepat dan menggagalkan peluang tersebut dengan penyelamatan krusial.
Menjelang turun minum, Christian Pulisic memperoleh kesempatan emas untuk membawa Milan unggul. Ia menerima umpan matang di dalam kotak penalti dan langsung melepaskan tembakan. Namun, Emil Audero menunjukkan konsentrasi tinggi dan mengamankan bola dengan sigap. Skor 0-0 pun bertahan hingga jeda babak pertama.

Duel sengit Cremonese vs AC Milan di Liga Italia (AFP)
Milan Tingkatkan Intensitas di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Milan meningkatkan intensitas permainan. Mereka menguasai penguasaan bola lebih dominan dan mulai menekan pertahanan Cremonese secara konsisten. Pada menit ke-72, Rafael Leao kembali mendapatkan peluang emas. Akan tetapi, penyelesaian akhirnya kembali kurang tajam sehingga Audero kembali menggagalkan peluang tersebut.
Meskipun peluang terus tercipta, Milan masih mengalami kebuntuan. Namun, mereka tidak kehilangan fokus. Stefano Pioli mendorong anak asuhnya untuk terus menekan hingga menit akhir. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Gol Menit Akhir Tentukan Kemenangan
Kebuntuan pecah pada menit ke-90. Strahinja Pavlovic memanfaatkan situasi bola mati dan mengubah arah sundulan Koni De Winter sehingga bola mengecoh Emil Audero. Gol tersebut langsung mengubah dinamika pertandingan dan mematahkan semangat tuan rumah.
Tak berhenti sampai di situ, Milan terus menyerang pada masa injury time. Serangan balik cepat yang digagas Christopher Nkunku membuka ruang di lini pertahanan Cremonese. Rafael Leao memanfaatkan peluang tersebut dengan baik dan menyelesaikan serangan secara klinis. Gol kedua ini memastikan kemenangan Milan dengan skor 2-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Dampak Kemenangan bagi Klasemen Serie A
Kemenangan ini memperkuat posisi Milan dalam persaingan papan atas Serie A 2025/2026. Mereka kini menempel ketat pemuncak klasemen dan menjaga peluang meraih gelar juara tetap terbuka. Konsistensi permainan serta efektivitas pada momen krusial menjadi kunci keberhasilan mereka dalam laga ini.
Sebaliknya, Cremonese menghadapi tantangan besar di sisa musim. Mereka perlu segera memperbaiki efektivitas serangan dan memperkuat lini pertahanan agar mampu keluar dari ancaman degradasi.
Kesimpulan
AC Milan menunjukkan mentalitas kuat dan determinasi tinggi saat menghadapi tekanan di kandang Cremonese. Meskipun menghadapi perlawanan sengit sepanjang pertandingan, Milan tetap fokus dan memanfaatkan peluang pada menit akhir. Gol dari Pavlovic dan Leao memastikan kemenangan penting yang menjaga ambisi mereka di papan atas klasemen Serie A.
Dengan performa seperti ini, Milan memperlihatkan kapasitas sebagai penantang serius gelar musim 2025/2026. Selain itu, kemenangan ini menjadi bukti bahwa konsistensi, kesabaran, dan ketajaman di momen penting menentukan hasil akhir sebuah pertandingan kompetitif.