Badai Salju – Yang melanda Pantai Timur Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu membawa dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat dan sektor transportasi. Berdasarkan laporan dari FlightAware.com, lebih dari 1.500 penerbangan dbatalkan akibat cuaca ekstrem ini. Penerbangan-penerbangan yang seharusnya melayani rute domestik maupun internasional terhenti, menyebabkan gangguan besar di bandara-bandara utama di AS.

Pembatalan Penerbangan yang Mengguncang Industri Penerbangan

Penerbangan yang dbatalkan pada hari Sabtu (24/1) mencapai angka yang mencengangkan, yaitu 1.459 penerbangan. Pembatalan ini merupakan akibat dari cuaca buruk yang melanda hampir seluruh wilayah Pantai Timur, dengan salju lebat dan angin kencang. Selain itu, pembatalan penerbangan dperkirakan akan terus bertambah. Bahkan, laporan terbaru menunjukkan bahwa pada Minggu (25/1), sebanyak 103 penerbangan lagi dbatalkan. Dengan situasi yang terus berkembang, jumlah pembatalan ini bisa lebih besar lagi dalam beberapa hari ke depan.

Badai Salju

Badai musim dingin yang dahsyat melanda kawasan tengah dan timur Amerika Serikat (AS) pada Senin (6/1/2025) pagi, menutupi sejumlah negara bagian dengan salju dan es, menciptakan kondisi perjalanan yang berbahaya, pemadaman listrik meluas, serta pembatalan penerbangan saat badai bergerak menuju Pantai Timur.

Status Darurat di 11 Negara Bagian

Tidak hanya di sektor penerbangan, badai salju ini juga menyebabkan gangguan besar di kehidupan masyarakat. Sebanyak 11 negara bagian di AS menetapkan status darurat untuk menghadapi cuaca ekstrem ini. Negara bagian yang terdampak meliputi Alabama, Arkansas, Georgia, Louisiana, Mississippi, Missouri, North Carolina, South Carolina, Tennessee, Texas, dan Virginia. Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan dan mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah demi keselamatan.

Badai salju ini membawa salju tebal, hujan es, dan hujan beku yang meluas ke banyak wilayah. Salju yang turun dengan intensitas tinggi menyebabkan banyak jalan tertutup, yang memperburuk kondisi bagi pengendara dan pejalan kaki. Selain itu, cuaca dingin yang ekstrem juga menambah kesulitan bagi banyak keluarga yang terdampak.

Dampak Luas yang Dirasakan Masyarakat

Badan Cuaca Nasional AS (National Weather Service) memperingatkan bahwa badai ini akan menjadi salah satu yang terluas dalam beberapa tahun terakhir. Diperkirakan sekitar 205 juta orang akan merasakan dampak dari peringatan cuaca musim dingin. Salju tebal dan es yang melanda dperkirakan akan mengganggu berbagai aktivitas di puluhan kota besar, seperti New York, Washington, Boston, dan Dallas. Bahkan di beberapa daerah, ketebalan salju bisa mencapai hingga 20 inci atau sekitar 51 cm.

Namun, selain gangguan terhadap transportasi dan aktivitas sehari-hari, badai ini juga mengancam infrastruktur. Banyak pohon yang tumbang dan merusak jaringan listrik, yang mengarah pada pemadaman listrik yang meluas. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terdampak di sarankan untuk mempersiapkan peralatan darurat, seperti senter, makanan kaleng, dan bahan bakar cadangan, untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Kota-Kota yang Paling Terdampak

Kota-kota besar seperti New York, Washington, Boston, dan Dallas di perkirakan akan merasakan dampak yang paling signifikan dari badai salju ini. Salju tebal dan angin kencang di prediksi akan mengganggu hampir seluruh aspek kehidupan kota-kota ini. Di New York, misalnya, ketebalan salju bisa mencapai 20 inci, yang tentunya akan mengganggu mobilitas penduduk dan menyebabkan kemacetan di banyak jalan utama. Di Washington dan Boston, kondisi cuaca ekstrem ini juga di perkirakan akan mempengaruhi kegiatan perkantoran, sekolah, dan layanan publik lainnya.

Kesimpulan

Badai salju yang terjadi pada akhir pekan lalu memberikan dampak besar di Pantai Timur Amerika Serikat. Dengan pembatalan lebih dari 1.500 penerbangan dan status darurat yang di berlakukan di 11 negara bagian, situasi cuaca ekstrem ini menciptakan kesulitan yang luar biasa bagi warga yang terdampak. Selain itu, badai ini juga mengancam infrastruktur, mempengaruhi transportasi, dan menyebabkan kerusakan yang luas pada jaringan listrik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat di wilayah yang terdampak untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang agar dapat melindungi diri mereka dari risiko yang lebih besar.