Jepang – Mencatat jumlah wisatawan asing terbanyak sepanjang sejarah pada 2025, dengan total kunjungan mencapai 42,7 juta orang. Lonjakan ini menegaskan posisi Jepang sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan global. Menteri Pariwisata Jepang, Yasushi Kaneko, mengungkapkan bahwa tren ini membuat Jepang semakin optimistis dalam mencapai target 60 juta wisatawan pada tahun 2030.

Kenaikan jumlah wisatawan ini menandai tahun kedua berturut-turut Jepang menyambut gelombang besar pengunjung mancanegara. Pada 2024, Negeri Sakura menerima sekitar 36,87 juta wisatawan. Kemudian pada 2025, jumlah kunjungan meningkat drastis menjadi 42,7 juta, menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam industri pariwisata Jepang.

Dampak Ekonomi dari Lonjakan Wisatawan

Lonjakan wisatawan berdampak langsung pada pendapatan sektor pariwisata. Data resmi menunjukkan bahwa turis asing menghasilkan pendapatan hingga 9,5 triliun yen atau sekitar Rp1 kuadriliun sepanjang 2025. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencatat 8,1 triliun yen. Dengan kata lain, wisatawan mancanegara tidak hanya menambah angka kunjungan, tetapi juga memperkuat perekonomian Jepang secara keseluruhan.

Lonjakan tersebut terjadi meski Jepang menghadapi penurunan jumlah wisatawan dari China, yang biasanya menjadi pasar terbesar. Pada Desember 2025, kunjungan wisatawan China anjlok hingga 45 persen. Penurunan ini muncul setelah China mengeluarkan travel warning bagi warganya untuk tidak bepergian ke Jepang, yang menjadi konsekuensi dari ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Jepang

Ginza, Tokyo, Jepang. (dok. Instagram @retnopinasti/https://www.instagram.com/p/BKxBMmrj0Wv/Asnida Riani)

Ketegangan Diplomatik dan Pengaruhnya

Ketegangan muncul setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan kemungkinan Jepang ikut campur dalam konflik antara China dan Taiwan. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari Beijing yang kemudian melarang warganya melakukan perjalanan ke Jepang. Menteri Kaneko menjelaskan bahwa Jepang memperkirakan tren penurunan wisatawan China akan berlanjut hingga Februari 2026, terutama selama periode Tahun Baru Imlek.

Meski demikian, Jepang berhasil mengimbangi penurunan ini dengan menarik wisatawan dari negara lain. Kaneko menekankan bahwa pihaknya terus bekerja untuk memastikan wisatawan China kembali secepat mungkin, sambil memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pasar pariwisata Jepang ke wilayah lain di dunia.

Tantangan Overtourism dan Penataan Pariwisata

Selain mencatat rekor, Jepang menghadapi tantangan overtourism atau wisata berlebihan. Beberapa perilaku wisatawan yang tidak sesuai budaya lokal memicu gesekan dengan masyarakat setempat. Masalah yang muncul termasuk kemacetan lalu lintas, antrean panjang di destinasi populer, dan gangguan aktivitas sehari-hari warga.

Sebagai respons, pemerintah Jepang mendorong wisatawan untuk mengunjungi daerah lain agar tidak menumpuk di lokasi tertentu. Strategi ini sekaligus bertujuan menggerakkan ekonomi daerah pedesaan dan menciptakan pengalaman wisata yang lebih merata. Selain itu, pihak berwenang membentuk badan khusus untuk menangani isu pariwisata, mengatur arus pengunjung, dan mengedukasi wisatawan mengenai etika serta budaya lokal.

Prospek Pariwisata Jepang ke Depan

Dengan lonjakan wisatawan dan langkah-langkah penataan yang matang, Jepang berpeluang menjaga pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus meminimalkan dampak negatif bagi masyarakat lokal. Negara ini menunjukkan bahwa pengelolaan wisata yang strategis dapat mendorong pendapatan ekonomi, meningkatkan pengalaman wisatawan, dan tetap menghormati budaya setempat.

Kaneko optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut, apalagi dengan promosi destinasi baru dan peningkatan fasilitas pariwisata di seluruh Jepang. Jepang tidak hanya fokus pada kota besar, tetapi juga mengembangkan atraksi di daerah pedesaan untuk menarik wisatawan global. Strategi ini diprediksi akan memperkuat posisi Jepang sebagai destinasi wisata utama di Asia hingga dekade mendatang.

Dengan demikian, Jepang menghadapi kombinasi peluang dan tantangan: meningkatkan kunjungan wisatawan, mengoptimalkan pendapatan pariwisata, dan tetap menjaga harmoni dengan masyarakat lokal. Langkah-langkah strategis ini diharapkan membawa industri pariwisata Jepang ke level yang lebih tinggi pada 2026 dan seterusnya.