Sektor pariwisata – Di Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan kinerja yang sangat impresif sepanjang tahun 2025. Selama periode tersebut, jumlah kunjungan wisatawan menembus angka 500.008 orang. Capaian ini mencakup seluruh destinasi yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan serta Balai Taman Nasional Komodo.
Pencapaian ini menandai tonggak penting dalam perkembangan pariwisata daerah. Selain itu, angka tersebut juga memperlihatkan peningkatan kepercayaan wisatawan terhadap kualitas destinasi dan layanan di Manggarai Barat. Oleh karena itu, pemerintah daerah menilai tahun 2025 sebagai periode strategis dalam penguatan posisi Manggarai Barat di peta pariwisata nasional dan internasional.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Dorong Pertumbuhan Wisata
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, menyampaikan apresiasi atas hasil yang diraih. Ia menilai keberhasilan ini lahir dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, serta pengelola kawasan wisata.
Menurutnya, lonjakan jumlah kunjungan menunjukkan bahwa strategi promosi, peningkatan fasilitas, dan perbaikan layanan berjalan searah. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan budaya lokal juga berperan besar dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas.

Desember jadi puncak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Manggarai Barat, NTT. (detikcom foto)
Balai Taman Nasional Komodo Jadi Kontributor Utama
Dari total 500.008 kunjungan, kawasan yang di kelola oleh Balai Taman Nasional Komodo memberikan kontribusi paling dominan. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat 432.022 kunjungan wisatawan.
Dari jumlah tersebut, wisatawan mancanegara mendominasi dengan angka 309.712 orang. Sementara itu, wisatawan nusantara mencapai 122.310 orang. Data ini menunjukkan bahwa Taman Nasional Komodo tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan asing yang mencari pengalaman alam kelas dunia.
Destinasi Daerah Tetap Menarik Minat Wisatawan
Selain kawasan Taman Nasional Komodo, destinasi yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah juga menunjukkan performa positif. Selama tahun 2025, destinasi ini mencatat 67.986 kunjungan.
Rinciannya, wisatawan mancanegara berjumlah 32.243 orang, sedangkan wisatawan nusantara mencapai 35.743 orang. Angka ini memperlihatkan keseimbangan minat antara pasar domestik dan internasional terhadap destinasi yang di kelola daerah.
Secara keseluruhan, Manggarai Barat mencatat kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 341.955 orang. Jumlah ini jauh melampaui wisatawan nusantara yang tercatat sebanyak 158.053 orang. Kondisi ini sekaligus menegaskan daya saing Manggarai Barat di tingkat global.
Bulan Desember Menjadi Puncak Kunjungan Wisata
Sepanjang 2025, tren kunjungan wisatawan menunjukkan fluktuasi yang di pengaruhi musim liburan. Bulan Desember mencatat puncak tertinggi dengan total 243.988 kunjungan. Dari jumlah tersebut, kawasan Taman Nasional Komodo menyumbang 217.144 kunjungan, sementara destinasi daerah mencatat 26.844 kunjungan.
Sebelumnya, bulan April juga memperlihatkan peningkatan signifikan dengan total 44.676 kunjungan. Pada periode ini, Taman Nasional Komodo menarik 38.794 wisatawan. Selain itu, bulan Juli dan Agustus juga menjadi periode sibuk dengan masing-masing 73.275 dan 68.912 kunjungan.
Menurut Stefanus, lonjakan kunjungan pada bulan-bulan tersebut berkaitan erat dengan libur sekolah dan promosi yang tepat sasaran. Ia menambahkan bahwa pada Juli, Taman Nasional Komodo menerima lebih dari 62 ribu kunjungan, sementara destinasi daerah mencatat lebih dari 10 ribu wisatawan.
Destinasi Unggulan Perkuat Daya Tarik Wisata
Beragam destinasi unggulan turut menopang pertumbuhan pariwisata Manggarai Barat. Pemerintah daerah mengelola sejumlah lokasi favorit seperti Gua Batu Cermin, Gua Ranyako, Air Terjun Cunca Wulang, serta Puncak Waringin. Selain itu, aktivitas snorkeling dan diving di perairan Manggarai Barat juga menarik minat wisatawan pencinta bahari.
Di sisi lain, desa wisata seperti Wae Lolos yang dikenal sebagai desa seribu air terjun turut memperkaya pilihan wisata. Kehadiran desa wisata ini tidak hanya menambah variasi destinasi, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Manggarai Barat Menuju Destinasi Kelas Dunia
Capaian kunjungan sepanjang 2025 menunjukkan bahwa Manggarai Barat telah melangkah menuju destinasi pariwisata berstandar internasional. Dengan dukungan fasilitas yang terus berkembang, pelayanan yang semakin profesional, serta komitmen menjaga kelestarian alam dan budaya, Manggarai Barat memiliki fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Ke depan, pemerintah daerah berencana terus meningkatkan kualitas destinasi dan memperluas promosi. Dengan langkah ini, Manggarai Barat diharapkan mampu mempertahankan tren positif dan memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.