Modifikasi Wuling Aira EV menjadi cara Reindy Riupassa dari BTX Concept untuk menghadirkan karakter berbeda pada mobil listrik mungil tersebut. Ia memanfaatkan desain bodi Aira EV yang membulat sebagai dasar untuk membangun konsep retro sederhana tetapi tetap mencuri perhatian.
Sejak hadir di Indonesia, Wuling Aira EV menarik perhatian berkat dimensinya yang kompak dan harga yang relatif terjangkau. Bentuk eksteriornya juga membuka banyak peluang bagi pemilik yang ingin melakukan personalisasi. Reindy melihat potensi tersebut dan memilih gaya klasik sebagai identitas utama mobil miliknya.
Alih-alih melakukan perubahan ekstrem, ia mengutamakan permainan warna, detail interior, pelek, ban, serta penyesuaian suspensi. Seluruh elemen tersebut kemudian berpadu untuk memberikan karakter retro yang lebih kuat tanpa menghilangkan ciri khas Aira EV.
Tertarik Wuling Aira EV Sejak GIIAS 2026
Ketertarikan Reindy terhadap Aira EV bermula ketika Wuling memperkenalkan mobil listrik tersebut di GIIAS 2026. Saat itu, harga yang mulai dari Rp155 juta menjadi salah satu faktor yang membuatnya memutuskan membeli kendaraan tersebut.
Sebelum memiliki Aira EV, Reindy sudah menggunakan Wuling Air EV sebagai kendaraan sehari-hari. Pengalaman tersebut membuatnya memahami kepraktisan mobil listrik berdimensi kompak untuk menunjang berbagai aktivitas.
Aira EV kemudian menawarkan kelebihan lain yang sesuai dengan kebutuhannya. Kehadiran empat pintu memberikan akses kabin yang lebih praktis, terutama ketika ia menggunakan mobil untuk kebutuhan keluarga seperti mengantar anak.
Meski sudah memenuhi kebutuhan mobilitas harian, kondisi standar Aira EV belum sepenuhnya memuaskan Reindy sebagai seorang pencinta otomotif. Karena alasan itulah ia mulai merancang konsep modifikasi yang mampu memberikan identitas lebih personal.
Modifikasi Wuling Aira EV Mengusung Konsep Retro
Bentuk Aira EV yang kecil dengan banyak garis membulat menjadi inspirasi utama dalam menentukan arah modifikasi. Reindy menilai karakter tersebut memiliki kecocokan dengan gaya retro yang identik dengan tampilan sederhana tetapi memiliki detail khas.
Untuk tahap awal, ia tidak memilih modifikasi yang terlalu kompleks. Reindy justru berfokus pada sejumlah perubahan visual yang mampu memberikan perbedaan signifikan dibandingkan tampilan bawaan pabrik.
Salah satu perubahan paling menonjol terlihat pada kombinasi warna eksterior. Reindy memilih skema two tone dengan memadukan pink salem dan krem. Perpaduan tersebut menghasilkan penampilan yang lebih cerah sekaligus memperkuat kesan klasik.
Ia kemudian menambahkan stripping bergaya retro dengan kombinasi hijau dan krem. Detail tersebut membuat konsep modifikasi semakin konsisten sekaligus memberikan aksen tambahan pada bodi mungil Aira EV.
Untuk menggarap bagian eksterior, Reindy menggunakan material stiker Maxdecal dan mempercayakan proses pemasangannya kepada Gading Auto Wrap. Tim pengerjaan melepas beberapa komponen mobil selama proses pemasangan agar stiker dapat terpasang secara rapi dan presisi.

Modifikasi Wuling Aira EV bergaya retro.
Kabin Mendapat Nuansa Klasik
Konsep modifikasi Wuling Aira EV tidak berhenti pada bagian eksterior. Reindy turut mengubah interior supaya atmosfer kabin selaras dengan tampilan luar mobil.
Aira EV versi standar menggunakan material fabric pada beberapa bagian interior. Reindy kemudian mengganti material tersebut menggunakan Lederlux berwarna tan. Warna ini memberikan nuansa hangat yang cocok dengan tema klasik yang ia pilih.
AGJok BSD menangani pengerjaan bagian interior tersebut. Selain mengubah material dan warna jok, Reindy memasukkan aksen kain tartan sebagai salah satu detail tambahan.
Motif tartan memberikan sentuhan visual yang erat dengan karakter retro. Kehadirannya juga membuat interior tidak hanya mengikuti warna eksterior, tetapi memiliki identitas klasik tersendiri.
Pelek Ring 14 dan Whitewall Perkuat Gaya Retro
Reindy turut memberikan perhatian pada sektor kaki-kaki karena bagian ini memiliki pengaruh besar terhadap proporsi kendaraan. Ia menggunakan pelek JF Luxury berdiameter 14 inci dan memasangkannya dengan ban berukuran 175/65 R14.
Untuk mempertajam kesan klasik, Reindy memberikan aksen whitewall pada ban. Detail semacam ini kerap menjadi salah satu ciri visual kendaraan bergaya lawas sehingga cocok dengan konsep yang ia terapkan pada Aira EV.
Tidak hanya mengganti pelek dan memberikan aksen pada ban, ia juga melakukan penyesuaian terhadap suspensi. Reindy menggunakan per custom untuk memperoleh posisi roda dan bodi yang lebih proporsional.
Pengaturan tersebut membuat fitment roda terlihat lebih sesuai dengan karakter mobil. Pada saat yang sama, perubahan tinggi kendaraan membantu menghasilkan tampilan yang lebih menarik tanpa harus menerapkan modifikasi kaki-kaki secara berlebihan.
Proses Modifikasi Selesai Sekitar Satu Minggu
Reindy membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu untuk menyelesaikan seluruh proses modifikasi Wuling Aira EV tersebut. Durasi itu mencakup pengerjaan eksterior, interior hingga penyesuaian pada sektor kaki-kaki.
Walaupun masih mengusung konsep yang relatif sederhana, sejumlah perubahan tersebut berhasil memberikan identitas baru pada Aira EV. Kombinasi pink salem dan krem menjadi daya tarik utama, sementara stripping, interior tan dengan tartan, serta whitewall pada ban mempertegas nuansa retro.
Konsep tersebut juga menunjukkan bahwa pemilik mobil listrik tidak selalu membutuhkan perubahan ekstrem untuk menghasilkan kendaraan yang tampil berbeda. Pemilihan detail yang tepat dapat memberikan karakter kuat sekaligus mempertahankan bentuk asli kendaraan.
Reindy pun belum menganggap proyek ini benar-benar selesai. Ia berencana menambahkan beberapa aksesori pada tahap berikutnya. Tambahan tersebut nantinya akan ia pilih untuk semakin memperkuat karakter retro yang sudah menjadi tema utama mobil listrik mungil miliknya.
Dengan pendekatan tersebut, modifikasi Wuling Aira EV karya Reindy Riupassa menghadirkan perpaduan antara kendaraan listrik modern dan estetika klasik. Desain bodi membulat menjadi modal utama, sedangkan permainan warna, interior, pelek serta detail whitewall membuat tampilannya semakin personal dan mudah dikenali.