Kuliner Di Yogyakarta menjadi salah satu daya tarik yang sayang dilewatkan ketika menghabiskan waktu liburan di Kota Gudeg. Selain menawarkan destinasi wisata sejarah, budaya, dan alam, Yogyakarta juga menyimpan beragam tempat makan dengan cita rasa yang khas.

Wisatawan bisa menjelajahi kuliner tradisional dengan karakter yang berbeda-beda. Ada hidangan yang terinspirasi dari sajian Keraton Yogyakarta, ayam goreng yang sudah bertahan selama puluhan tahun, hingga sate klathak yang identik dengan penggunaan tusuk besi.

Pilihan makanan manis juga tersedia bagi pengunjung yang ingin menikmati sarapan ringan. Sementara itu, pencinta gudeg dapat mencoba salah satu kuliner yang sudah lama melekat dengan identitas Yogyakarta.

Harga yang ditawarkan setiap tempat makan pun cukup beragam. Dengan demikian, wisatawan dapat menentukan pilihan berdasarkan selera maupun anggaran selama berlibur.

Berikut lima rekomendasi tempat kuliner di Yogyakarta yang dapat masuk dalam daftar perjalanan.

1. Bale Raos Resto, Menikmati Sajian Khas Keraton

Bale Raos Resto menawarkan pengalaman kuliner yang cukup berbeda karena mengangkat berbagai hidangan khas Keraton Yogyakarta. Restoran ini berada di Jalan Magangan Kulon Nomor 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Konsep tersebut membuat Bale Raos menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal kekayaan kuliner Keraton melalui makanan. Pengunjung dapat memilih sejumlah hidangan tradisional dengan karakter rasa yang beragam.

Beberapa menu yang tersedia antara lain bistik Jawa, bebek suwar-suwir, bestik lidah, semur piyik, serta gudeg manggar. Harga makanannya berada pada kisaran Rp17.000 sampai Rp90.000.

Bale Raos Resto melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Lokasinya di kawasan Kraton juga membuat restoran ini cocok menjadi tujuan bersantap setelah wisatawan menjelajahi kawasan bersejarah Yogyakarta.

2. Ayam Goreng Bu Tini, Kuliner Legendaris Sejak 1967

Pencinta ayam goreng dapat memasukkan Ayam Goreng Bu Tini ke dalam agenda wisata kuliner di Yogyakarta. Tempat makan yang berdiri sejak 1967 tersebut menjadi salah satu pilihan kuliner legendaris di kota ini.

Ayam Goreng Bu Tini beralamat di Jalan Sultan Agung Nomor 17, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pengunjung dapat memesan Ayam Goreng Komplet maupun memilih bagian ayam sesuai selera. Warung ini menyediakan paha, kepala, ati, hingga rempela.

Harga menu cukup bervariasi, mulai sekitar Rp2.000 hingga Rp150.000. Sementara itu, tempat makan ini melayani pelanggan setiap hari pada pukul 08.30-21.00 WIB.

Usianya yang sudah lebih dari setengah abad membuat Ayam Goreng Bu Tini menarik bagi wisatawan yang ingin mencicipi salah satu tempat makan yang telah lama hadir dalam perjalanan kuliner Yogyakarta.

3. Sate Klathak Mak Adi, Pilihan untuk Pencinta Olahan Kambing

Sate klathak menjadi salah satu hidangan yang identik dengan wisata kuliner di Yogyakarta. Berbeda dari sate pada umumnya, sajian ini menggunakan tusuk besi yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Wisatawan yang ingin mencobanya dapat mendatangi Sate Klathak Mak Adi di Jalan Imogiri Timur Nomor 9, Jati, Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pilihan makanan di tempat ini tidak terbatas pada sate klathak. Pengunjung juga dapat menikmati sate kecap, tongseng daging, sate goreng, gulai, tengkleng iga, hingga kronyos.

Kisaran harga makanannya mulai Rp16.000 sampai Rp30.000. Sate Klathak Mak Adi buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 01.00 WIB. Jam operasional yang panjang membuat tempat ini dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin berburu makanan hingga malam hari.

kuliner di Yogyakarta

Resto Ayam Goreng Bu Tini.

4. Jenang Yu Jumilah untuk Sarapan Ringan

Jika ingin mencari menu sarapan yang tidak terlalu berat, wisatawan dapat mempertimbangkan Jenang Yu Jumilah. Penjual jenang ini berada di Pasar Ngasem, Jalan Polowijan Nomor 11, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Jenang Yu Jumilah menawarkan sajian dengan sembilan macam isian. Penjual kemudian melengkapi jenang tersebut menggunakan kuah santan sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang khas.

Pengunjung yang menyantap jenang langsung di lokasi perlu menyiapkan sekitar Rp11.000. Sementara itu, harga untuk pesanan yang dibawa pulang sekitar Rp13.000.

Jenang Yu Jumilah mulai melayani pembeli setiap hari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Namun, dagangan dapat habis sebelum jam operasional berakhir. Oleh karena itu, datang lebih pagi dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencicipinya.

5. Gudeg Mbok Lindu, Pilihan Kuliner Khas Yogyakarta

Berbicara mengenai kuliner di Yogyakarta tentu sulit melepaskan gudeg dari daftar makanan yang patut dicoba. Hidangan berbahan utama nangka muda tersebut sudah lama menjadi salah satu ikon kuliner daerah ini.

Salah satu tempat yang dapat menjadi tujuan adalah Gudeg Mbok Lindu. Lokasinya berada di Jalan Sosrowijayan Nomor 41-43, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gudeg Mbok Lindu menawarkan menu dengan harga yang berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp60.000. Lokasinya di kawasan Sosrowijayan juga cukup menarik bagi wisatawan yang sedang menjelajahi pusat Kota Yogyakarta.

Pilihan Kuliner Yogyakarta untuk Melengkapi Liburan

Menjelajahi kuliner di Yogyakarta dapat memberikan pengalaman berbeda di sela perjalanan wisata. Setiap tempat mempunyai ciri khas tersendiri, baik melalui menu, sejarah, maupun konsep penyajiannya.

Bale Raos menawarkan kesempatan mengenal hidangan khas Keraton, sedangkan Ayam Goreng Bu Tini menghadirkan pengalaman kuliner dari tempat makan yang telah bertahan sejak 1967. Sementara itu, Sate Klathak Mak Adi cocok bagi pencinta olahan daging yang ingin mencoba salah satu sajian khas Yogyakarta.

Untuk menu yang lebih ringan, Jenang Yu Jumilah dapat menjadi pilihan sarapan. Adapun Gudeg Mbok Lindu menawarkan salah satu makanan yang sangat lekat dengan identitas Kota Gudeg.

Dengan pilihan tersebut, wisatawan tidak hanya dapat mengunjungi berbagai destinasi menarik, tetapi juga mengenal Yogyakarta melalui kekayaan cita rasanya. Jangan lupa mempertimbangkan lokasi, jam operasional, dan anggaran agar perjalanan wisata kuliner semakin nyaman.