Magnitudo 6,7 – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa pagi dan langsung memicu kepanikan di berbagai fasilitas publik, termasuk rumah sakit. Guncangan kuat tersebut membuat petugas kesehatan bergerak cepat untuk melindungi pasien dan mencegah risiko yang lebih besar.
Sejumlah rumah sakit di wilayah terdampak langsung menghentikan aktivitas rutin dan mengalihkan fokus pada evakuasi darurat. Situasi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan fasilitas kesehatan ketika menghadapi bencana alam yang datang tanpa peringatan.
BMKG Catat Pusat Gempa di Tenggara Palu
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Titik pusat gempa berada sekitar 42 kilometer arah tenggara Palu.
BMKG memastikan gempa ini tidak memicu potensi tsunami. Meski demikian, kekuatan guncangan tetap menimbulkan dampak signifikan di permukaan, terutama di bangunan publik dan fasilitas kesehatan yang menampung banyak orang.
Informasi tersebut segera menyebar ke masyarakat dan instansi terkait, sehingga warga dan petugas langsung meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
RS Anuntaloko Parigi Evakuasi Pasien ke Area Aman
Petugas Rumah Sakit Anuntaloko Parigi langsung mengarahkan seluruh pasien keluar dari ruang perawatan begitu guncangan terasa kuat. Mereka memprioritaskan keselamatan pasien dengan memindahkan seluruh aktivitas ke area terbuka di sekitar rumah sakit.
Tim medis bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain untuk membantu pasien yang tidak mampu berjalan sendiri. Mereka menggunakan kursi roda dan tempat tidur dorong untuk memindahkan pasien secara cepat dan aman.
Hingga beberapa jam setelah gempa, pasien masih bertahan di selasar rumah sakit karena manajemen rumah sakit belum mengizinkan mereka kembali ke ruang rawat inap. Pihak rumah sakit menunggu kondisi benar-benar stabil sebelum membuka kembali layanan dalam gedung.
Warga Parigi Pilih Bertahan di Luar Bangunan
Sejumlah warga di Parigi Moutong juga memilih tetap berada di luar rumah dan bangunan publik. Mereka menghindari risiko gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Indriyanti, salah satu warga, mengaku tidak berani kembali masuk ke dalam bangunan karena guncangan terasa sangat kuat. Ia bersama warga lain memilih menunggu situasi benar-benar aman sebelum kembali ke aktivitas normal.
Kondisi ini menunjukkan tingkat kepanikan yang cukup tinggi di masyarakat, terutama setelah merasakan kekuatan gempa yang cukup besar dalam waktu singkat.

Sejumlah pasien dan keluarga dievakuasi di halaman RS Samaritan setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo di wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026).
Kepanikan Juga Terjadi di RS Samaritan Palu
Guncangan gempa juga memicu kepanikan di RS Samaritan Palu. Pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan langsung bergegas keluar gedung begitu merasakan getaran kuat.
Tim medis di rumah sakit tersebut segera memindahkan pasien dari ruang perawatan menggunakan kursi roda dan tempat tidur dorong. Mereka mengutamakan keselamatan pasien sambil tetap menjaga kelancaran evakuasi.
Setelah berhasil keluar dari gedung, para pasien dan pengunjung berkumpul di halaman rumah sakit. Mereka menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak rumah sakit sambil memantau kemungkinan gempa susulan.
Salam, salah satu warga yang berada di lokasi, mengaku langsung berlari keluar gedung karena merasakan guncangan yang sangat kuat. Ia melihat banyak orang melakukan hal yang sama untuk menghindari risiko dari bangunan yang berpotensi tidak stabil.
Respons Cepat Tenaga Kesehatan dan Kesiapsiagaan Bencana
Petugas kesehatan di kedua rumah sakit menunjukkan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat ini. Mereka langsung mengaktifkan prosedur evakuasi dan mengarahkan pasien ke lokasi aman tanpa menunda waktu.
Langkah tersebut membantu mengurangi potensi risiko yang lebih besar, terutama bagi pasien yang dalam kondisi lemah. Koordinasi antara tenaga medis dan petugas rumah sakit berjalan cepat meskipun situasi berlangsung penuh tekanan.
Kondisi ini juga menegaskan pentingnya pelatihan kesiapsiagaan bencana di fasilitas kesehatan, terutama di wilayah rawan gempa seperti Sulawesi Tengah.
Kesimpulan
Gempa magnitudo 6,7 di Parigi Moutong memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan layanan kesehatan. Petugas rumah sakit bergerak cepat untuk mengevakuasi pasien dan mengamankan fasilitas medis di tengah kepanikan yang terjadi.
Meskipun BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami, warga dan tenaga kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sistem respons cepat dalam menghadapi bencana alam di wilayah rawan gempa.