Krisis Kesehatan – Serius melanda kapal pesiar MV Hondius saat berlayar dari Amerika Selatan menuju Eropa. Kapal berbendera Belanda yang di operasikan Oceanwide Expeditions ini menghadapi wabah hantavirus yang menyebabkan sedikitnya tiga penumpang meninggal dunia sejak perjalanan di mulai pada 1 April 2024.

Kondisi tersebut membuat kapal kehilangan stabilitas operasional selama berminggu-minggu di laut sebelum akhirnya mendapatkan izin bersandar di Pelabuhan Granadilla de Abona, Tenerife, Kepulauan Canaria, Spanyol. Otoritas setempat langsung mengaktifkan prosedur darurat untuk mengevakuasi seluruh penumpang dan kru yang tersisa.

Pemerintah Spanyol bersama tim kesehatan internasional menempatkan prioritas pada pengendalian penyebaran virus sekaligus pemulangan penumpang ke negara masing-masing.

Evakuasi Multinasional Dimulai dari Warga Spanyol

Otoritas kesehatan Spanyol memulai proses evakuasi dengan memprioritaskan warga negara Spanyol. Sebanyak 13 penumpang dan satu anggota kru asal Spanyol menjalani penerbangan khusus menuju Madrid.

Setibanya di ibu kota Spanyol, seluruh penumpang langsung menjalani prosedur karantina ketat untuk memantau kondisi kesehatan mereka. Pemerintah Spanyol menerapkan protokol medis ketat guna mencegah potensi penyebaran virus ke masyarakat luas.

Setelah kelompok pertama di evakuasi, proses pemulangan berlanjut secara bertahap untuk penumpang dari berbagai negara lain, termasuk Kanada, Belanda, Jerman, Belgia, Yunani, Turki, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

Negara Eropa dan Amerika Terapkan Karantina Ketat

Prancis menjadi salah satu negara yang langsung menerapkan tindakan medis intensif. Lima penumpang asal Prancis tiba dalam kondisi yang memerlukan perhatian khusus. Salah satu penumpang menunjukkan gejala selama penerbangan repatriasi.

Pemerintah Prancis segera membawa mereka ke Rumah Sakit Bichat di Paris menggunakan ambulans. Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, menyampaikan bahwa seluruh pasien menjalani isolasi ketat, dengan perawatan intensif selama 72 jam pertama, lalu di lanjutkan karantina mandiri selama 45 hari.

Inggris juga mengambil langkah serupa. Sebanyak 20 warga negara Inggris tiba di Manchester dan langsung menuju Rumah Sakit Arrowe Park. Fasilitas ini sebelumnya pernah di gunakan sebagai pusat karantina pada awal pandemi Covid-19.

Seluruh penumpang asal Inggris menjalani isolasi mandiri selama 45 hari dan tidak di perbolehkan menggunakan transportasi umum untuk mencegah risiko penularan.

Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan menempatkan penumpang dalam fasilitas medis khusus di Nebraska untuk observasi lanjutan.

Evakuasi Penumpang

Perkembangan terbaru wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan proses evakuasi pasien mulai dilakukan pada Rabu (6/5/2026). Saat dibawa ke ambulans, pasien sudah dibekali dengan baju tertutup rapat.

Proses Evakuasi Melibatkan Banyak Negara

Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica García, menjelaskan bahwa operasi evakuasi berlangsung secara bertahap dan melibatkan banyak negara. Ia juga menegaskan bahwa penerbangan terakhir menuju Australia menjadi salah satu tahap paling kompleks dalam operasi ini.

Penumpang dari Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Asia ikut dalam gelombang evakuasi terakhir. Koordinasi internasional memainkan peran penting dalam memastikan seluruh penumpang mendapatkan penanganan medis sesuai standar.

Protokol Ketat di Pelabuhan Tenerife

Selama proses evakuasi berlangsung, petugas pelabuhan dan tim medis mengenakan alat pelindung diri lengkap seperti baju hazmat, masker, dan respirator. Setiap penumpang juga menjalani prosedur disinfeksi sebelum memasuki pesawat evakuasi.

Rekaman visual dari lokasi menunjukkan proses penyemprotan di sinfektan yang di lakukan kepada penumpang sebagai bagian dari protokol pengendalian infeksi.

Meskipun terlihat ketat dan dramatis, para ahli kesehatan menegaskan bahwa prosedur tersebut sesuai standar penanganan penyakit menular berisiko tinggi.

Quique Bassat Orellana dari Barcelona Institute of Global Health menjelaskan bahwa skala operasi memang terlihat besar, tetapi langkah-langkah tersebut termasuk prosedur rutin dalam situasi wabah lintas negara. Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi publik agar masyarakat memahami situasi tanpa kepanikan berlebihan.

Karakteristik dan Risiko Hantavirus

Hantavirus umumnya menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus. Dalam kasus tertentu yang jarang terjadi, virus ini dapat menular antar manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terjadi antara 10.000 hingga 100.000 infeksi setiap tahun di seluruh dunia. Di Amerika Selatan, Argentina mencatat tingkat kematian tertinggi yang dapat mencapai 32 persen pada kasus tertentu.

Meski memiliki tingkat risiko tinggi pada individu terinfeksi, WHO menegaskan bahwa penularan luas antar manusia tetap tergolong jarang.

WHO Turun Tangan Koordinasi di Tenerife

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, hadir langsung di Tenerife untuk memantau situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah Spanyol. Ia menegaskan kepada masyarakat bahwa kondisi ini berbeda dari pandemi Covid-19.

Dalam pernyataannya, Tedros meminta publik tetap tenang dan menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum di Kepulauan Canaria tergolong rendah.

Maria Van Kerkhove dari WHO juga menyampaikan bahwa meskipun seluruh penumpang kapal masuk kategori kontak berisiko tinggi, peluang penyebaran luas tetap sangat kecil.

Pelacakan Penumpang dan Proses Dekontaminasi Kapal

Otoritas kesehatan internasional juga melakukan pelacakan terhadap penumpang yang sempat meninggalkan kapal sebelum wabah terdeteksi secara resmi pada 2 Mei.

Salah satu momen penting terjadi di Tristan da Cunha, sebuah pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan. Tim medis militer Inggris melakukan penerjunan udara untuk memberikan bantuan oksigen dan peralatan medis kepada seorang mantan penumpang yang menunjukkan gejala.

Setelah seluruh proses evakuasi selesai, MV Hondius dijadwalkan berlayar menuju Rotterdam, Belanda. Kapal tersebut hanya membawa kru minimal dan seorang perawat untuk mendampingi proses disinfeksi total.

Selain itu, pihak kapal juga membawa jenazah salah satu penumpang yang meninggal selama perjalanan sebagai bagian dari prosedur penanganan medis dan repatriasi internasional.